Javascript anda tidak aktif!
Silahkan aktifkan javascript pada browser anda untuk mengakses website kami, atau ikuti timeline kami atau like halaman facebook kami.
  • Monthly Archives: March 2013

    Press Release IAGI: Strategi Pengelolaan Sumberdaya Migas Indonesia

    Press Release IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia)
    28 Februari 2013

    Strategi Pengelolaan Sumberdaya Migas Indonesia

    Sumberdaya minyak dan gas bumi merupakan aset nasional yang perlu dilakukan pengelolaan seoptimal mungkin dengan memaksimalkan peran serta seluruh komponen bangsa Indonesia untuk meningkatkan kinerja dan produktivitasnya, sehingga sumberdaya minyak dan gas bumi dapat dimanfaatkan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat Indonesia.

    Selama 50 tahun terakhir, bangsa Indonesia sudah berpengalaman dalam pengelolaan lapangan minyak dan gas bumi, sehingga telah memiliki kemampuan keuangan, teknis mau pun pengendalian resikonya. Dari sisi sumberdaya manusia, bangsa Indonesia mempunyai ahli-ahli geologi, perminyakan, maupun ahli hukum dan ekonomi yang telah mumpuni dan terbukti berperan aktif dalam pengelolaan sumberdaya migas baik di Indonesia mau pun di manca negara.

    Pemerintah Indonesia sudah selayaknya memberikan kesempatan sebesar-besarnya bagi sumber daya manusia Indonesia untuk meningkatkan perannya dalam pengelolaan sumber daya migas nasional. Pertamina sebagai perusahaan milik negara beserta perusahaan-perusahaan migas nasional telah terbukti mampu melakukan pengelolaan sumber daya migas nasional dengan baik.

    IAGI mendukung Pertamina sebagai perusahan migas milik negara untuk turut berkembang dan diberi kepercayaan dengan fokus untuk pengelolaan lapangan migas yang berskala besar, sehingga menjadi perusahaan yang lebih efisien dan memberikan hasil keuntungan maksimum untuk negara, Sedangkan untuk pengembangan lapangan berskala kecil atau marjinal,Pertamina diharapkan untuk terus meningkatkan pembinaan perusahaan migas nasional melalui kerjasama operasi pengelolaan lapangan migas marjinal dengan mengutamakan perusahaan-perusahaan migas nasional yang telah terbukti berprestasi dalam pengelolaan lapangan migas marjinal.

    Dalam kerangka cetak biru Pertamina untuk menjadi pengelola lapangan migas besar, seharusnya Pertamina diberi kesempatan untuk mengelolaan lapangan migas yang terletak di Blok Mahakam yang telah dinikmati oleh Total Indonesia selama 50 tahun terakhir dan akan berakhir masa kontraknya. Tentunya Pertamina perlu melakukan strategi bisnis dan investasi untuk pengendalian resiko secara konsorsium dengan mitra yang terpercaya, terutama Total Indonesia yang telah berpengalaman mengelola Blok Mahakam.

    Mengingat risiko dalam pengelolaan dan besarnya Blok Mahakam yang meliputi Producing Area dan Undeveloped Area (termasuk deeper target), maka perlu dipikirkan pemisahan pengelolaannya sehingga operasi pengelolaan lapangan menjadi lebih efisien, yaitu menjadi Blok Mahakam Producing Area dan Blok Mahakam Undeveloped Area. Pertamina sebagai perusahaan milik negara dapat diberikan prioritas terutama untuk pengelolaan Blok Mahakam yang terletak di Producing Area.

    Untuk Area yang masih belum dikembangkan, termasuk target lebih dalam), IAGI mengusulkan untuk dilakukan tender terbuka dengan memberikan “right to match” kepada konsorsium Pertamina dan Total Indonesia, sehingga pemerintah Indonesia dapat mengoptimalkan tingkat investasi untuk pengelolaan Blok Mahakam serta memastikan besarnya komitmen eksplorasi migas di daerah tersebut. Dengan mekanisme “right to match“, maka konsorsium Pertamina dan Total Indonesia mendapatkan prioritas untuk mendapatkan Blok Mahakam. Dalam rangka meningkatkan kapasitas nasional, para peserta tender dapat diutamakan dalam bentuk konsorsium dengan porsi minimal 30% untuk perusahaan migas nasional lainnya.

    Untuk memenuhi kebutuhan energy di dalam negeri yang akan meningkat 3 kali lipat dalam 20 tahun kedepan, alokasi energy menjadi sangat strategis. Sehingga kontrak pengusahaan migas juga harus mencantumkan peruntukan pemanfaatan energy untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sesuai dengan harga keekonomiannya.

    IAGI sebagai organisasi profesi para ahli geologi Indonesia bersedia untuk memberikan pertimbangan dan evaluasi teknis untuk pengelolaan Blok Mahakam, terutama untuk mengoptimumkan komitmen eksplorasi migas yang bertujuan untuk meningkatkan cadangan sumber daya migas nasional.

     

     

    Ikatan Ahli Geologi Indonesia – IAGI

    Ketua Umum,

    Rovicky Dwi Putrohari

     

    Lampiran:

    Press release IAGI 28 Februari 2013

    Berita terkait press release IAGI 28 Februari 2013