Javascript anda tidak aktif!
Silahkan aktifkan javascript pada browser anda untuk mengakses website kami, atau ikuti timeline kami atau like halaman facebook kami.
  • Monthly Archives: September 2014

    Selintas PIT IAGI ke 43 (2014)

    10632678_10152445017809891_3835315592006532550_n[1]Anggota IAGI yang saya cintai.
    Satulagi kebanggaan saya dengan IAGI.

    Pekan ini IAGI telah selesai menjalankan salahsatu tugas tahunannya, yaitu penyelenggaraan Pertemuan Ilmiah Tahunannya yang ke 43. Acara yang khusus mengangkat “urban geology” atau geologi perkotaan ini telah mengundang 400an ahli geologi termasuk generasi muda Seksi Mahasiswa-nya. Mempresentasikan lebih dari 100 makalah serta poster-poster ilmiah yang terpampang disepanjang koridor Hotel Luwansa, Jakarta.

    Diawali dengan kegiatan pre-convention training courses, acara ramah-tamah dihadiri oleh tokoh politik berlatar belakang geologi Bapak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Acara inpun dibuka oleh Kepala Badan Geologi, Bapak Surono mewakili Wamen ESDM, jelas merupakan betapa lebarnya spektrum ilmu geologi ini. Acara terakhir berupa Field Trip untuk mahasiswa akan dilaksanakan hari Sabtu 20 Sept 2014. Menjadikan lengkapnya acara rangkaian kegiatan PIT kali ini.

    Selain kegiatan PIT, juga telah dilaksanakan Musyawarah Nasional IAGI sesuai dengan AD/ART yang berlaku dengan mengundang seluruh anggota beserta pengurus Pengda-pengda se Indonesia. Acara munas ini diawali dengan laporan Ketua IAGI tentang kegiatan tahun 2014 yang juga merupakan bagian dari laporan pertanggung jawaban kepengurusan sejak 2011-2014. Munas ini diikuti pula dengan pemaparan laporan dari pengurus Pengda tentang kegiatannya sekaligus sebagaipertanggungjawabannya sebagai pengurus daerah.

    Selain itu Munas IAGI ini juga telah mensahkan AD/ART IAGI 2014 yang telah disusun dan dipersiapkan sejak awal periode kepengurusan 2011-2014. Dimulai dari dicetuskan perlunya perubahan AD/ART pada Munas di Makassar. Penyusunan AD/ART ini dipersiapkan draftnya oleh Panitia AdHoc, yang terdiri dari (Senoaji, Noor Syarifuddin, Yanto R Sumantri, Ruskamto Suripto dan Ismail). Draft ini pula telah dibahas serta digodog dalam dua kali Rapat Anggota di Jogja serta di Medan. Sesuai dengan aturan AD/ART berjalan, setelah disempurnakan, AD/ART 2014 ini dicatatkan di notaris dan Kemenkumham untuk menjadi AD/ART yang baru.

    Pencetakan akan dilaksanakan segera dan akan mulai dibagikan dalam satu bulan kedepan.

    Acara munas ini diskors dan dilanjutkan pada siang hari berikutnya dengan penghitungan suara pemilihan Ketua Umum IAGI periode 2014-2017. Hasil perhitungan suara inilah yang dipakai oleh Panitia Pemilihan untuk menentukan Ketua terpilih yaitu sdr Sukmandaru Prihatmoko. Kegiatan pemilihan dilaporkan oleh Ketua Pemilihan Ketua IAGI, sdr Danu)

    Selanjutnya Kepengurusan PP IAGI 2011-2014 dinyatakan DEMISIONER !
    Sesuai dengan AD/ART yang berlaku maka kepengurusan lama akan menyiapkan laporan tertulisnya yang akan diserah terimakan satubulan setelah pemilihan Ketua dinyatakan sah.

    Anggota yang saya cintai,

    Sebagai ketua Umum IAGI 2011-2014, saya dan segenap pengurus mengucapkan terimakasih kepada seluruh anggota yang telah bahu-membahu membesarkan IAGI, membina IAGI serta ikut aktif dalam setiap kegiatannya. Khususnya kepada pengurus PP-IAGI saya juga memberikan penghargaan khusus karena tanpa pengrus IAGI maka mustahil IAGI mampu terus berkembang dan lebih mandiri.

    Demikian laporan selintas tentang penyelenggaraan PIT serta kegiatan lain di IAGI.

    Salam IAGI !

    Peresmian SM-IAGI Universitas Pakuan

    Bogor, 23 Agustus 2014, merupakan salah satu hari yang bersejarah bagi mahasiswa Teknik Geologi Universitas Pakuan, hari dimana diresmikannya SM IAGI Universitas Pakuan (UNPAK). Dalam peresmiannya, dibalut dengan rangkaian kegiatan, berupa Seminar dan Fieldtrip, dengan Seminar yang bertemakan “Mitigasi dan Bencana Vulkanologi” dan Fieldtrip mengenai ”Vulkanologi Gn. Gede”. Pada peresmian ini dihadiri oleh Bapak Mohammad Syaiful selaku Bidang Humas, Pendidikan dan Pertemuan Ilmiah IAGI, dan perwakilan FGMI yaitu Mas Rizqi Syawal dan Mas Aldis, juga dihadiri oleh para tamu undangan dari siswa SMA, anggota KSR, dan juga dari kalangan masyarakat.

    Acara dibuka oleh MC dengan pembacaan basmallah, menandakan acara Seminar dan Peresmian SM IAGI UNPAK dimulai, dibuka dengan sambutan dari Arif Mardiyanto sebagai ketua pelaksana sekaligus wakil ketua SM IAGI UNPAK dan sambutan dari Ketua HMTG ”GEOI” Moh. Sahid Romdani, serta sambutan dari Ketua Program Studi Teknik Geologi Universitas Pakuan yang diwakilkan oleh Bapak Ir. Denny Sukamto Kadarisma MT, hadirnya SM IAGI UNPAK disambut baik oleh semua kalangan baik dari mahasiswa maupun dosen, karna dengan adanya SM IAGI UNPAK ini, dapat menjembatani mahasiswa dalam menambah wawasan kegeologian dan memperluas networking dengan dunia profesional. Setelah sambutan-sambutan usai, dilanjutkan dengan perkenalan mengenai SM IAGI oleh Mas Rizqi Syawal dan Materi seminar mengenai Mitigasi dan Bencana Vulkanologi yang dipaparkan oleh Dr. Ir. Agus Budianto, DEA. Selaku KEPALA SUB BIDANG EVALUASI BENCANA GUNUNGAPI, PVMBG. Kemudian dilanjut dengan sesi tanya jawab, ada beberapa penanya baik dari kalangan mahasiswa maupun KSR, setelah sesi tanya jawab ditutup, acara dilanjut dengan pemberian plakat dari Ketua SM IAGI UNPAK Rizal Arief Hasyim kepada Bapak Dr. Ir. Agus Budianto, DEA.

    Pemberian plakat dari Ketua SM IAGI UNPAK Rizal Arief Hasyim kepada Bapak Dr. Ir. Agus Budianto, DEA

    Pemberian plakat dari Ketua SM IAGI UNPAK Rizal Arief Hasyim kepada Bapak Dr. Ir. Agus Budianto, DEA

    Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan surat peresmian oleh Ketua HMTG”GEOI”, Ketua Program Studi Teknik Geologi, serta perwakilan dari IAGI dan Perwakilan FGMI, setelah itu ada sepatah kata dari Bapak Mohammad Syaiful sebagai Pembimbing Profesional SM IAGI UNPAK. Seluruh rangkaian acara telah selesai dan ditutup dengan foto bersama.

    pemberian plakat dari Ketua SM IAGI UNPAK  Rizal Arief Hasyim kepada  Bapak Dr. Ir. Agus Budianto, DEA

    Foto bersama

    Bogor 24 Agustus 2014. Pukul 05.30 peserta fieldtrip berkumpul, semua melakukan pengecekan peralatan yang akan dibawa fieldtrip, kali ini ada 3 tempat yang akan dikunjungi dimulai dari Pos Pengamatan Gn. Gede untuk mengenal alat-alat yang digunakan untuk melakukan pemantauan Gunungapi, kemudian tempat kedua yaitu berkunjung ke tempat diendapkannya aliran piroklastik atau yang bisa dikenal ketika meletusnya, disebut awan panas, dan tempat terakhir kunjungan adalah Istana Cipanas. Pukul 06.40 bus mulai melaju meninggalkan kampus, jalanan begitu lenggang dikarnakan mungkin masih pagi, bus mulai melewati pertigaan Ciawi dan mulai terasa kemacetannya, kemacetan didaerah ini sudah biasa, sudah sering terjadi hampir setiap hari, ini dikarnakan daerah puncak merupakan daerah wisata yang sering dikunjungi oleh warga Bogor sendiri maupun warga dari Jakarta terlebih puncak merupakan jalan penghubung dari Bandung ke Bogor, semakin menambah kemacetan didaerah ini. Pukul 08.20 kami tiba di Pos Pengamatan Gn. Gede bus diparkir di gang dipinggir jalan, dan peserta berjalan sekitar 900 meter untuk sampai ke Pos Pengamatan, suhu yang dingin membuat perjalanan ini tidak terasa terlebih ditambahnya dengan udara segar dan kesejukannya, yang berbeda dengan diperkotaan, membuat peserta lebih menikmati perjalanan ini, tak lama peserta sampai di Pos Pengamatan Gn. Gede, kami bersyukur fieldtrip kami kali ini langsung dibimbing oleh Bapak Dr. Ir. Agus Budianto, DEA. Kami diterangkan bagaimana terjadinya letusan gunungapi serta arah letusan, juga produk yang dikeluarkannya serta menandai daerah-daerah yang berpotensi bahaya terkena efek letusan gunung api dilihat dari morfologinya, dan yang paling penting kami diterangkan bagaimana Mitigasi bencana vulkanologi. Dalam aktifitas pengamatan dan penyeledikan gunungapi, diantaranya adalah pemantauan seimisitas gunungapi yang dilakukan di pos pengamatan gunungapi, pemantauan deformasi, pemetaan geologi gunungapi, pemeriksaan dan pengukuran suhu kawah, sampling gas dan air. Kemudian acara dilanjut dengan pengenalan alat-alat yang digunakan di Pos Pengamatan Gn. Gede berupa seismograf oleh Bapak Budiman dan Bapak Dani .

    Pemaparan langsung mengenai Vulkanologi Gn. Gede dan pengenalan alat-alat pemantauan gunungapi

    Pemaparan langsung mengenai Vulkanologi Gn. Gede dan pengenalan alat-alat pemantauan gunungapi

    Setelah selesai acara dilanjut dengan pemberian plakat oleh Ketua SM IAGI UNPAK kepada Kepala Pos Pengamatan Gn. Gede, dan ditutup dengan foto bersama.

    Pemberian Plakat oleh Rizal A.H selaku Ketua SM IAGI UNPAK kepada Kepala POS Pengamatan Gn. Gede Bapak Budiman.

    Pemberian Plakat oleh Rizal A.H selaku Ketua SM IAGI UNPAK kepada Kepala POS Pengamatan Gn. Gede Bapak Budiman.

    Pukul 11.00 perjalanan dilanjutkan ke lokasi kedua yaitu didaerah ciloto terdapat jejak aliran piroklastik/ awan panas. Pada dasarnya Aliran piroklastik atau yang biasa disebut awan panas merupakan aliran masa panas dengan temperature berkisar 300 – 600 C  yang terdiri dari campuran gas dan material gunungapi yang bersifat lepas, yang berukuran mulai dari ukuran abu sampai boulder-boulder, bergumpal terlihat seperti awan bergerak menuruni lereng, kecepatannya dapat mencapai 150 km/jam, sehingga dapat membakar, mematikan dan merusak kehidupan dan lingkungan di sekitarnya. Charcoal atau kayu yang terarangkan dapat digunakan sebagai alat untuk mengetahui umur dari suatu aliran piroklastik atau awan panas, aliran piroklastik yang berada di Cioloto ini mempunyaoi umur yang bisa terbilang muda sekitar 850 tahun.

    Pemaparan mengenai batas aliran piroklastik dengan lahar

    Pemaparan mengenai batas aliran piroklastik dengan lahar

    Pada pukul 13.00 perjalanan dilanjut ke Istana Cipanas yang merupakan lokasi terakhir dari fieldtrip, dari data geologi diketahui bahwa produk erupsi Gunungapi Gede pada masa lalu menghasilkan awan panas yang sebarannya cukup jauh hingga ke daerah Cipanas wilayah Kabupaten Cianjur, tanah yang subur serta luas ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk bercocok tanam, hingga akhirnya saat ini cukup padat dengan pemukiman, bahkan banyak daerah yang dijadikan sebagai tempat wisata. Hal ini sangat disayangkan karena bila melihat peta KRB daerah ini merupakan daerah yang terkena rawan bencana letusan gunungapi Gn. Gede, perlu adanya mitigasi salah satunya adalah dengan cara sosialisai kepada masyarakat luas agar sebelum membangun pemukiman terlebih dahulu harus melihat peta KRB, hal ini agar mengurangi kerugian dari suatu bencana. Kegiatan fieldtrip selesai dan ditutup dengan foto bersama di Istana Cipanas.

    Foto bersama didepan Istana Cipanas

    Foto bersama didepan Istana Cipanas

     

     

    Kontributor SM-IAGI UNPAK

    (Rizal A.H dan Arif Mardiyanto)