Javascript anda tidak aktif!
Silahkan aktifkan javascript pada browser anda untuk mengakses website kami, atau ikuti timeline kami atau like halaman facebook kami.
  • Monthly Archives: May 2015

    Foto bersama di penghujung acara

    ESK XVI FGMI: “Geophysics Day! An Introduction of Seismic Exploration”

    Forum Geosaintis Muda Indonesia (FGMI) adalah suatu wadah organisasi profesional muda Indonesia dengan latar belakang edukasi dan penelitian ilmu kebumian. Organisasi ini terbentuk pada tanggal 25 Maret 2012 di Jakarta.

    Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan dan telah berjalan dengan baik adalah Experience Sharing Knowledge (ESK). Kegiatan yang diakomodir oleh divisi Penelitian dan Pengembangan Keprofesian (Litbang) FGMI memiliki program yaitu berbagi pengetahuan berdasarkan pengalaman teknis maupun non-teknis dari geosaintis muda maupun senior kepada geosaintis muda lain dalam bentuk diskusi atau metode pembelajaran lain yang disesuaikan dengan kebutuhan geosaintis muda. Program ini juga bertujuan sebagai media silaturahmi, berbagi pengetahuan dan informasi, serta secara tidak langsung menjadi media geosaintis muda untuk belajar mengasah kemampuan dan meningkatkan kemauan diri dalam berbagi pengetahuan di bidang ilmu kebumian ke siapapun yang membutuhkan guna kemajuan ilmu kebumian di Indonesia.

    Pada hari Minggu, tanggal 10 Mei 2015 FGMI telah berhasil mengadakan mengadakan acara ESK yang ke 16 dengan topik utama “Geophysics Day! An Introduction of Seismic Exploration”. Acara ini berlangsung pada pukul 09.00 – 13.00 WIB di kantor sekretariat IAGI di Ruko Crown Palace, Jl.Supomo Jakarta Selatan. Acara ESK kali ini diisi oleh anggota dan pengurus FGMI sendiri, yaitu Nur Cholis, Tenny Octaviani dan Linda Fransiska yang akan menejelaskan seputar data sismik mulai dari pengambilan data di lapangan hingga ke tahapan analisanya dan aplikasinya ke dalam kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi. Acara ini cukup ramai dimana dihadiri 33 peserta dari mahasiswa maupun professional muda yang memenuhi ruangan acara.

    Pembicara pertama adalah Nurcholis, yang memaparkan presentasi dengan tema Data Acquisition and Seismic Processing, pembicara sangat baik dan jelas memaparkan mengenai peralatan yang digunakan, alur kerja serta metode pengambilan data seismik di lapangan kemudian dilanjutkan dengan pengolahan data yang di dapat dari lapangan di studio dengan menggunakan software-software terkait hingga didapatkan data seismik yang siap untuk digunakan dan dianalisis baik itu oleh seismic interpreter maupun seorang geologist.

    Selanjutnya, pembicara kedua oleh saudari Tenny Octaviani yang menjelaskan tentang Borehole Seismic. Pada sesi ini pembicara menjelaskan secara umum apa itu borehole sismic, dimulai dari pengambilan data dilapangan, peralatan yang digunakan, cara kerja alat-alat tersebut dalam mengambil/merekam data dan tentunya jenis-jenis metode dan pemilihannya yang akan digunakan untuk pengambilan data yang dibutuhkan. Pembicara juga menjelaskan mengenai metode-metode pengolahan serta anlisa yang dilakukan hingga ke tahapan akhir untuk mendapatkan data borehole sismic yang siap digunakan untuk analisa lebih lanjut. Di akhir sesi, pembicara secara singkat membahas mengenai perbedaan borehole sismic ini dengan seismik yang ada pada umumnya dan juga tentunya kelebihan borehole seismic ini untuk menunjang kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi.

    Pemateri terakhir adalah saudari Linda Fransiska, yang mempresentasikan empat pokok bahasan utama yaitu mengenai fundamental dalam interpretasi sesmik yang berisi konsep-konsep dasar dalam seismik, kemudian mengenai tahapan umum dalam interpretasi seismik mulai dari data-data yang di butuhkan, well sismic tie, mapping, time depth conversion dan pembuatan peta depth structure, dimana kesemuanya ini masuk ke dalam tahapan interpretasi seismik yang harus dilakukan. Kemudian juga memaparkan mengenai seismic interpretation pitfall dan yang terakhir mengenai aplikasi sesimik ke dalam kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi dimana pembicara memberikan studi kasus aplikasi seismik dalam pencarian hidrokarbon pada basement fracture.

    Acara berjalan dengan lancar dan sangat interaktif, banyak Tanya-jawab antara peserta dan pemateri yang menambah hidup-nya suasana ruangan di tempat ESK kali ini. Tak lupa panitia berterima kasih atas kehadiran teman-teman geosaintis muda baik professional maupun mahasiswa, dan sampai bertemu kembali di acara ESK selanjutnya, dengan tema yang menarik tentunya. Tinggal lihat update web-fgmi (http://fgmi.iagi.or.id) untuk acara ESK selanjutnya.

    Besar harapan kami dengan adanya kegiatan ini dapat terwujud pembelajaran tentang nilai pentingnya berbagi baik itu berupa ilmu, pengalaman maupun saran serta motivasi dari yang senior ke junior, ataupun antar sesama rekan-rekan geosaintis di Indonesia. Dengan semakin seringnya geosaintis muda mengikuti acara FGMI Experience Sharing Knowledge ini tentunya akan pula berdampak positif dengan terbentuknya jiwa-jiwa pemuda yang gemar membagi ilmunya guna kemajuan ilmu kebumian di Indonesia. Untuk kedepannya guna mempertahankan kelangsungan dan kesinambungan acara ESK, FGMI mengundang para geosaintis muda untuk ambil bagian dalam acara ini sebagai pemateri ataupun peserta diskusi, dan juga berharap beberapa senior geosaintis bersedia untuk dapat berbagi pengalamannya ataupun membantu membakar semangat generasi muda untuk lebih mencintai profesinya dan mengembangkan ilmu kebumian Indonesia.

    Foto bersama di penghujung acara

    Foto bersama di penghujung acara

    Akhir kata dengan mengutip quote dari dua orang geolog populer Indonesia, Pak Awang Satyana “Learning, Applying, Writing and Teaching” dan Pak Andang Bachtiar yang pernah berkata “Ada hak orang lain yang tidak mengerti di setiap ilmu yang kamu kuasai. Maka Mengajarlah, insyallah ilmumu berkah dan terus bertambah”. Maju terus geosaintis muda Indonesia!
    M. Ariafi (Litbang FGMI)

    Penandatanganan MoU

    Penandatanganan MoU SKKMigas dengan IAGI, HAGI, IATMI, dan IAFMI

    Jakarta, 22 Mei 2015, di hari terakhir IPA Convex ke-39 yang berlangsung tanggal 20-22 Mei 2015, kolaborasi antara pemerintah, industri migas, dan asosiasi keahlian kian terlihat nyata. Masing-masing pemangku kepentingan di sektor migas menyepakati perlunya kerja sama semua pihak guna mencapai tujuan bersama. Salah satunya melalui kesepakatan untuk meningkatkan eksplorasi migas sebagai cara ampuh guna meningkatkan produksi migas. Oleh karena itu, pada kesempatan ini telah disepakati adanya kerjasama antara SKKMigas dengan asosiasi keahlian IAGI, HAGI, IATMI, dan IAFMI dalam sosialisasi dan mendukung eksplorasi migas Indonesia untuk 2 tahun. Implementasinya, SKKMigas akan menggunakan IAGI-HAGI-IATMI-IAFI sebagai narasumber teknis. Termasuk apabila diadakan pembelajaran internal, akan berkerjasama dengan 4 asosiasi tersebut. Dalam acara penandatanganan MoU ini, Kepala SKKMigas-Amien Sunaryadi, ketua IAGI-Sukmandaru Prihatmoko, Ketua HAGI-Dicky Rahmadi, Ketua IATMI-Alfi Rusin, dan Ketua IAFMI-Rudianto Rimbono, hadir menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tersebut. MoU ini akan bersifat general dan akan menjadi “payung” bagi project-project selanjutnya. Menurut Menteri ESDM, Sudirman Said, masa-masa sekarang ini adalah ujian kekompakan antara pemerintah, DPR, dan pelaku industri migas untuk menghadapi masalah secara bersama-sama. Untuk itu, Sudirman kembali menegaskan agar asumsi energi sebagai komoditi sudah saatnya diubah menjadi driver ekonomi.

    Penandatanganan MoU (ki-ka): Ketua HAGI, Ketua IAGI, Kepala SKKMigas, Ketua IAFMI, Ketua IATMI

    Penandatanganan MoU (ki-ka): Ketua HAGI, Ketua IAGI, Kepala SKKMigas, Ketua IAFMI, Ketua IATMI

    PIT – IAGI 36 Tahun 2007, di Bali
Bersamaan dengan penyusunan Dewan Sertifikasi Ikatan Ahli Geologi Indonesia

    Dibalik Berdirinya Masyarakat Geowisata Indonesia (MAGI)

    Diawali dengan penunjukkan salah seorang anggota IAGI sebagai ahli kehormatan bidang Geowisata tahun 2007 pada PIT – IAGI ke 36 di Bali, dengan tugas antara lain memberikan sertifikasi terkait dengan bidang geowisata. Selanjutnya diadakan pertemuan beberapa anggota IAGI pada 6 Desember 2007 di Kantor Badan Geologi dan merupakan tonggak berdirinya Masyarakat Pemerhati Geowisata Indonesia (MAPEGI). Mereka yang hadir pada saat itu adalah (secara alfabetis): Budi Brahmantyo, Fahroel Aziz, Fauzi Hasibuan, Heryadi Rachmat, Igan Supriatman, Indyo Pratomo, Ipranta, Sofyan Suwardi, Suharto, Sujatmiko, dan Yunus Kusumahbrata. Saat itu diperoleh kesepakatan mengangkat Yunus Kusumahbrata (Kepala Museum Geologi) untuk menjadi ketua MAGI (dulu adalah MAPEGI), dengan sekretariat sementara di Museum Geologi Bandung. (Foto pertemuan) Selanjutnya pada 25 Desember 2007 merupakan pertemuan kedua untuk menyusun Agenda pertemuan dan kegiatan berikutnya, termasuk penanggungjawab dalam rangka penyusunan organisasi sampai ke notaris, Struktur organisasi, milis Mapegi, menemui pemerhati geowisata senior dalam upaya pengisian Dewan Pembina, penyusunan kronologis geowisata, seminar kecil geowisata, Luncheon Talk pada PIT IAGI ke-37 di Bandung tahun 2008, sampai sosialisasi ke Departemen Kebudayaan dan Pariwisata serta Pemangku kepentingan lainnya. Mereka yang hadir pada saat itu adalah (secara alfabetis): Budi Brahmantyo, Fahroel Aziz, Fauzi Hasibuan, Heryadi Rachmat, Indyo Pratomo, Sinung Baskoro, dan Yunus Kusumahbrata bertempat di Museum Geologi Bandung.

    Selanjutnya pada pertemuan PIT-42 di Medan, MAGI didiskusikan kepada para anggota dan sesepuh IAGI termasuk Ketua PP-IAGI pada saat itu dijabat oleh, Rovicky Dwi P. MAGI yang diketua oleh Yunus Kusumahbrata di deklarasikan dengan jumlah anggota pada saat itu kurang lebih 30 orang. Dari deklarasi itu muncul logo MAGI yang dibuat oleh Budi Brahmantyo kemudian dilengkapi oleh Heryadi Rachmat dan Roni Permadi.

    Pertemuan selanjutnya dilaksanakan tanggal 17 Desember 2014, di ruangan staf ahli menteri Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup KESDM, Yunus Kusumahbrata, dihadiri oleh Kepala Museum Geologi, Ketua PP-IAGI, Ketua MGEI, serta anggota IAGI lainnya, Budi Brahmantyo, Heryadi Rachmat, Oman Abdurahman dan Igan S Sutawidjaja, acara di awali oleh Sekretaris MAGI yang juga sebagai ahli kehormatan geowisata IAGI, Heryadi Rachmat.

    Pada tanggal 25 April 2015, bertempat di ruang rapat 3G (Geodiversity, Geoheritage, Geopark) MAGI didiskusikan lagi mulai dari logo sampai kepengurusan. Diskusi tersebut dihadiri oleh anggota dan sesepuh IAGI, diantaranya Prof R.P. Koesoemadinata, Ketua IAGI Pengda JBB, Dosen Perguruan Tinggi, para pemerhati geowisata dan mahasiswa. Dari rapat tersebut tersusun SK kepengurusan yang diketuai oleh Yunus Kusumahbrata dan wakil ketua Budi Brahmantyo.

    Peresmian MAGI dilangsungkan bertepatan dengan HUT IAGI ke-55 di Jakarta, yang saat itu diserahkan SK kepengurusan MAGI oleh Ketua PP-IAGI periode 2014-2017, Sukmandaru Prihatmoko yang juga sebagai Dewan Penasehat MAGI kepada salah satu Dewan Penasehat MAGI dan juga salah satu anggota senior IAGI, Prof R.P Koesoemadinata. Peresmian tersebut dihadiri juga oleh Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D yang juga sebagai Dewan Penasehat MAGI serta seluruh anggota IAGI yang hadir dalam rangka memperingati HUT IAGI.

    PIT – IAGI 36 Tahun 2007, di Bali Bersamaan dengan penyusunan Dewan Sertifikasi Ikatan Ahli Geologi Indonesia

    PIT – IAGI 36 Tahun 2007, di Bali, bersamaan dengan penyusunan Dewan Sertifikasi Ikatan Ahli Geologi Indonesia

    Pertemuan anggota IAGI 6 Desember 2007 untuk membentuk organisasi yang menangani geowisata (MAPEGI sekarang menjadi MAGI) terpilih sebagai ketua Yunus Kusumahbrata

    Pertemuan anggota IAGI 6 Desember 2007 untuk membentuk organisasi yang menangani geowisata (MAPEGI sekarang menjadi MAGI) terpilih sebagai ketua Yunus Kusumahbrata

    Penyerahan deklarasi MAGI bersamaan dengan PIT IAGI ke 42 di Medan tahun 2013 dari Ketua Yunus Kusumahbrata kepada Ketua PP-IAGI

    Penyerahan deklarasi MAGI bersamaan dengan PIT IAGI ke 42 di Medan tahun 2013 dari Ketua Yunus Kusumahbrata kepada Ketua PP-IAGI

    Foto bersama pengurus MAGI dan pengurus  PP-IAGI, setelah selesai penyerahan deklarasi

    Foto bersama pengurus MAGI dan pengurus PP-IAGI, setelah selesai penyerahan deklarasi

    Pertemuan pengurus MAGI disaksikan oleh ketua PP-IAGI, Ketua MGEI, untuk menetapkan susunan lengkap pengurus MAGI

    Pertemuan pengurus MAGI disaksikan oleh ketua PP-IAGI, Ketua MGEI, untuk menetapkan susunan lengkap pengurus MAGI

    Foto bersama pengurus MAGI bersama ketua PP-IAGI dan Ketua MGEI, di ruang rapat Staf Ahli Menteri Bidang Tataruang dan LH KESDM

    Foto bersama pengurus MAGI bersama ketua PP-IAGI dan Ketua MGEI, di ruang rapat Staf Ahli Menteri Bidang Tataruang dan LH KESDM

    Rapat penyusunan pengurus lengkap MAGI yang diikuti oleh wakil-wakil pemerhati geowisata

    Rapat penyusunan pengurus lengkap MAGI yang diikuti oleh wakil-wakil pemerhati geowisata

    Foto bersama pengurus MAGI dengan peserta rapat MAGI 25 April 2015 di ruang 3G (Geodiversity, Geoheritage dan Geopark)

    Foto bersama pengurus MAGI dengan peserta rapat MAGI 25 April 2015 di ruang 3G (Geodiversity, Geoheritage dan Geopark)

    Penyerahan SK. Kepengurusan MAGI (Masyarakat Geowisata Indonesia) oleh ketua PP-IAGI kepada Dewan Pembina MAGI Prof. R.P. Koesoemadinata

    Penyerahan SK. Kepengurusan MAGI (Masyarakat Geowisata Indonesia) oleh ketua PP-IAGI kepada Dewan Pembina MAGI Prof. R.P. Koesoemadinata

    Foto bersama dengan Dewan Pembina MAGI Prof. Dr. Dwikorita, Ketua MGEI, dan peserta yang hadir saat merayakan HUT IAGI ke -55 di Hotel Bidakara, Jakarta

    Foto bersama dengan Dewan Pembina MAGI Prof. Dr. Dwikorita, Ketua MGEI, dan peserta yang hadir saat merayakan HUT IAGI ke -55 di Hotel Bidakara, Jakarta

    Ketiga Profesor di daulat untuk mengisi acara

    Nuansa Kartini di Ultah IAGI ke-55

    Peringatan ulang tahun IAGI ke-55 di Hotel Bidakara berlangsung semarak pada 29 April 2015 silam. Even ini adalah jilid 2 peringatan ulang tahun IAGI setelah sebelumnya diadakan pendakian Gunung Tambora dalam rangka peringatan 200 tahun letusannya pada 13 April 2015. Pengurus, sesepuh, anggota berbaur menjadi satu penuh keakraban. Meskipun ada yang  satu sama lain belum kenal tetapi mereka tampak akrab berbincang-bincang.

    Ada beberapa presentasi yang dilakukan pada acara tersebut. Di antaranya tentang geowisata,dipresentasikan oleh Heryadi Rachmat, yang kemudian memunculkan organisasi Masyarakat Geowisata Indonesia (MAGI) yang diketuai Dr. Yunus Kusumahbrata. Kemudian juga presentasi dari Iwan Munajat tentang CPI (Competent Person) yang dalam pembentukannya diinisiasi oleh IAGI, MGEI, dan Perhapi.

    Ketiga Profesor di daulat untuk mengisi acara

    Ketiga Profesor didaulat untuk mengisi acara

    Dan yang tidak kalah menariknya adalah presentasi dari Kartini-Kantini geologi, yakni Prof Dwikorita Karnawati, Prof Sari Bahagiarti, dan Prof Mimin Karmini. Masing-masing membawakan makalah sesuai dengan kapasatitas keahliannya, dan meskipun makalahnya berat tetapi karena penyampaiannya yang santai dan diselingi dengan joke-joke segar menjadikan suasana hangat dan cair.

    Dalam kesempatan itu Prof Dwikorita membawakan makalah Wanita dalam Globalisasi Akademik dan Pengurangan Risiko Bencana. Dwikorita berbagi cerita tentang peran sertanya di dunia pendidikan dan bagaimana kampus (khususnya UGM) dapat berperan serta dalam mitigasi bencana alam khususnya bencanageologi. Menurutnya wanita memiliki soft power yang sangat berguna untuk keberlangsungan umat manusia, lingkungan, serta menjaga kedaulatan bangsa dan negara.

    Prof Sari Bahagiarti  yang membawakan makalah Geologi Menyulap Pariyem menjadi Kartini. Prof  Sari bercerita tentang pengalamannya geologi telah mengubah sosok Pariyem yang lemah, rentan, tak berdaya, terbelakang, dan dihina menjadi sosok seperti Kartini yang kuat, berkapasitas, berdaya, terdepan, dan dihargai. Beliau pada awalnya adalah sosok yang penakut, dengar petir saja takut, namun masuk ke dunia geologi mengubahnya menjadi sosok yang berani dan mengantarnya menjadi guru besar.

    Berikutnya Prof Mimim Karmini membawakan makalah Perempuan dalam Arung Samudera. Prof Mimin pernah berperan serta dalam arung samudra selama bertugas di PPGL. Bagaimana proses pengambilan core sample dari lautan, analisa biostratigrafi, turut serta dalam berbagai ekspedisi hingga akhirnya menemukan mineral baru yaitu philipsit dan mendapat penghargaan dari Presiden RI pada tahun 2008.

    Suasana hadirin di acara peringatan ulang tahun IAGI ke-55

    Suasana hadirin di acara peringatan ulang tahun IAGI ke-55

    Menjelang penutupan, Kartini yang lain, Shinta Damayanti yang juga Sekjen IAGI tampil mempresentasikan tentang situasi bisnis minyak saat ini. Bagaimana perusahaan minyak menghadapi merosotnya harga minyak yang terjadi hampir satu tahun belakangan, dan juga bagaimana strategi agar tidak terjadi PHK besar-besaran.

     

    Berfoto setelah acara pelantikan: dari kiri ke kanan DR Safri Burhanudin dan istri, DR Ridwan Djamaluddin dan istri, Ir. Agung Kuswandono dan istri, Asep D Muhammad dan istri

    Tiga Geolog di Kementerian Koordinator Bidang Maritim

    JAKARTA-Pelantikan pejabat di Kementerian Koordinator Kemaritiman menjadi catatan tersendiri bagi IAGI. Karena dalam kementerian itu, tercatat ada tiga geolog yang menduduki posisi penting.

    Pertama tentu saja pajabat tertinggi di kementerian itu, yakni Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono. Dua lainnya pejabat eselon I yang dilantik Selasa (5/5/15) oleh Indroyono, mereka adalah Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Ridwan Djamaluddin dan Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Manusia Safri Burhanuddin.

    Berfoto setelah acara pelantikan: dari kiri ke kanan DR Safri Burhanudin dan istri, DR Ridwan Djamaluddin dan istri, Ir. Agung Kuswandono dan istri, Asep D Muhammad dan istri

    Berfoto setelah acara pelantikan: dari kiri ke kanan DR Safri Burhanudin dan istri, DR Ridwan Djamaluddin dan istri, Ir. Agung Kuswandono dan istri, Asep D Muhammad dan istri

    ‘’Ini yang menarik, geolog melantik geolog,’’ seloroh Yudi Prabangkara, pejabat BPPT yang mewakili IAGI dalam acara pelantikan tersebut. Dua geolog itu dilantik bersamaan dengan pejabat lain di eselon yang sama yakni  Sekretaris Menko Bidang Kemaritiman Asep D Muhammad dan Deputi II Bidang Koordinasi Sumberdaya Alam dan Jasa Agung Kuswandono.

    Pada pelantikan itu, satu hal yang diingatkan oleh Indroyono adalah minimnya anggaran di kementerian. Dalam APBN 2015, kementerien ini hanya memperoleh alokasi dana Rp 200 miliar yang terbagi menjadi Rp75 miliar pada Januari-April dan Rp125 miliar untuk Mei-Desember.

    Dalam keterbatasa itu, sampai saat ini kementerian telah berhasil menelurkan empat fokus program. Keempat fokus program tersebut yakni kedaulatan maritim, memanfaatkan lestarinya alam serta sumber dayanya, pembangunan infrastruktur untuk menjadikan tol laut, dan masa depan menjadikan Indonesia bahari. (Anif)