Javascript anda tidak aktif!
Silahkan aktifkan javascript pada browser anda untuk mengakses website kami, atau ikuti timeline kami atau like halaman facebook kami.
  • Monthly Archives: October 2016

    SEMINAR NASIONAL UNSRI: STATUS TERKINI SUMBERDAYA ENERGI DAN MINERAL INDONESIA

    Palembang, 22 Oktober 2016. Untuk pertama kalinya Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi (HMTG) Universitas Sriwijaya (Unsri) yang berkolaborasi dengan SM IAGI dan SC MGEI Unsri berhasil melaksanakan Seminar Nasional yang bertajuk “Status Terkini Sumberdaya Energi dan Mineral di Indonesia”. Seminar ini merupakan puncak acara dari “Sriwijaya Geology Festival/ SGF” yang dilaksanakan seminggu penuh sebelumnya. Acara seminar dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan dan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan serta diskusi teknis dengan empat pembicara yang berlatar belakang profesional dari keahlian yang berbeda–beda. Di antaranya Khairul Rozak yang merupakan Direktur Eksplorasi dan Pengembangan Geothermal Pertamina Geothermal Energy, Robert Heri menjabat sebagai Kepala Dinas Pertambangan Provinsi Sumatera Selatan, Rudy Ryacudu sebagai Direktur Eksplorasi Pertamina Hulu Energi dan Sukmandaru Prihatmoko yang adalah Ketua Umum IAGI sekaligus Direktur PT SJR/ PT DTN (Grup Pamapersada). Dengan pembahasan dan diskusi beragam yaitu geothermal, migas, batubara dan mineral membuat Seminar Nasional yang berlangsung dari pagi hingga sore hari sangat berwarna. Dengan antusias peserta mengajukan diskusi dan pertanyaan dengan pembahasan yang tajam namun konstrukltif. Seminar dihadiri oleh hampir 400 orang yang berasal dari berbagai latar belakang berbeda, membuktikan akan pentingnya kegiatan ini.

    Adapun peserta yang hadir terdiri dari mahasiswa Universitas Sriwijaya, AKAMIGAS Palembang, Universitas Muhammadiyah Palembang, Mahasiswa dan Staf Dosen Institut Teknologi Sumatera (ITERA), mahasiswa Universitas Jambi, mahasiswa Akademi Lahat dan IST Akprind Yogyakarta, serta para professional yang berdomisi di wilayah Sumbagsel. Paparan yang disampaikan oleh empat pembicara yang mewakili bidang keahliannya, memberikan pandangan dan pola pikir baru kepada peserta yang ikut.

    Berdasarkan Nawacita dari Pemerintahan Jokowi  – Jusuf Kalla dan data Dewan Energi Nasional 2015 pada kurun waktu hingga 2050, Indonesia harus bergerak menuju clean energy dan mengurangi ketergantungan terhadap energy fosil yang sampai kini masih mendominasi dan menjadi komoditi bukan menjadi kebutuhan energy bangsa sendiri.

    Pemaparan pertama yang disampaikan oleh Khairul Rozak menyampaikan bahwa geothermal merupakan energy yang ramah lingkungan dan terbarukan. Hingga saat ini sudah ada lapangan–lapangan geothermal baru yang berada pada tahap studi hingga pembangunan power plant. Namun kebanyakan berada di pulau Sumatera dan Jawa. Dipaparkan juga bahwa Indonesia merupakan negara yang dilewati oleh ring of fire, dengan demikian potensi panas bumi di Indonesia sangat tinggi dan seharusnya bisa dimanfaatkan dengan sebaik mungkin.

    Pembicara kedua yaitu Robert Heri menyampaikan tentang kebijakan dan penataan insfrastruktur pertambangan berdasarkan komitmen IUP Korsup KPK 2014 di Sumatera Selatan. Dengan peraturan baru yang telah ditetapkan tersebut, tiap–tiap provinsi dapat mengatur dan mengelola izin pertambangan di daerahnya masing-masing. Dari 312 IUP di Sumatera Selatan hampir setengahnya telah dicabut izinnya karena berbagai masalah. Sumatera Selatan merupakan provinsi yang hampir seluruh jenis sumberdaya alam berada, meliputi migas, batubara, dan geothermal sehingga Sumatera Selatan dijuluki sebagai lumbung energy nasional.

    Pada sesi berikutnya, Rudy Ryacudu menyampaikan perkembangan migas yang ada di Indonesia dari zaman penjajahan hingga sekarang. Fakta menunjukkan bahwa kebutuhan migas semakin tinggi sedangkan cadangan terbukti di Indonesia semakin berkurang sehingga perlu adanya terobosan dan teknologi terbaru untuk bisa menemukan lapangan migas baru baik di darat ataupun di laut. Ryacudu juga menyampaikan, saat ini eksplorasi Indonesia sedang difokuskan pada cekungan–cekungan tua yang memiliki potensi hidrokarbon (Mesozoicum).  Diharapkan dengan ditemukannya cadangan baru akan bisa memenuhi kebutuhan energy nasional.

    Sesi terakhir yang disampaikan oleh Sukmandaru Prihatmoko memaparkan sejarah pertambangan Indonesia yang telah diusahakan dan dimanfaatkan bangsa Indonesia sejak jaman kerajaan–kerajaan tua di Nusantara. Walaupun dengan alat yang sederhana, manusia pada waktu itu bisa memanfaatkan kekayaan alam mineral di Indonesia dengan baik. Kegiatan pertambangan dan eksplorasi mineral semakin meningkat sejak diterapkannya UU Pertambangan Umum (1967) dimana penemuan-penemuan (discovery) banyak dibuat. Namun sejak 3-5 tahun terakhir kegiatan eksplorasi menurun drastis dan diikuti pula oleh penurunan jumlah discovery. Hal ini disebabkan oleh banyak hal dan kendala yang memerlukan penanganan serius dari semua pihak. Sukmandaru juga menyampaikan bahwa eksplorasi mineral saat ini perlu ditargetkan juga pada “unconventional mineral deposit” yang masih sangat jarang disentuh. Hal ini merupakan salah satu cara untuk menaikkan angka discovery dan menjaga neraca sumberdaya mineral tetap positip.

    Dari semua pemaparan yang ada, dapat disimpulkan bahwa saat ini trend eksplorasi di Indonesia sedang mengalami penurunan pada kurun waktu lima tahun terakhir yang diakibatkan oleh berbagai hal. Studi-tudi harus tetap dikembangkan dimana hubungan antara institusi, pemerintahan ataupun pihak industri harus bisa diselaraskan untuk bisa menopang satu sama lain dan meningkatkan eksplorasi di Indonesia. Eksplorasi sumberdaya energi dan mineral memang bercirikan padat resiko, padat teknologi ataupun padat biaya.

    Melalui seminar seperti ini diharapkan para geosaintis ataupun orang-orang yang berkecimpung dalam industri migas, pertambangan mineral dan batubara ataupun energi terbarukan (geothermal) bisa memberikan wawasan baru dan tidak merasa puas dengan status ekplorasi terkini di Indonesia. Pembelajaran dan konsep–konsep baru harus dikembangkan terus menerus demi penemuan–penemuan lapangan sumberdaya energi dan mineral baru untuk memenuhi kebutuhan bangsa Indonesia. (Hazret-Addis/ HMTG Unsri)

    unsri-seminar-status-sumberdaya-ft1

    Foto bersama narasumber, Sekda Sumsel, dan staf dosen Unsri.

    unsri-seminar-status-sumberdaya-ft3

    Foto Rudy Ryacudu menyampaikan materi seminar

    unsri-seminar-status-sumberdaya-ft4

    Foto peserta Seminar Nasional

    unsri-seminar-status-sumberdaya-ft6

    Foto bersama peserta Seminar Nasional

    FOSI Evening Discussion: North Sumatra

    SEPM / IAS / IAGI / ISPG / FOSI  members are welcome to join our next discussion on North Sumatra. Please note that you have to register early and we only take 30 participants due to venue capacity and it is a good number to have an effective discussion. We don’t take on-site registration.

    Thanks to PT. Eksindo Pratama, Waviv Tecnologies and PGS for their generous sponsorship.

    fosi-ed-north-sumatra

    PENGDA IAGI JABAR-BANTEN MEMILIH KETUA

    Bandung, 25 Oktober 2016. Kepengurusan Pengda IAGI Jabar-Banten di bawah kepemimpinan Imam A. Sadisun akan berakhir di tahun 2016 ini. Untuk itu Pengurus Pengda akan menyelenggarakan Pemilu Ketua Pengda dalam waktu dekat. Informasi tentang persyaratan bakal calon (balon) dan jadwal pemilu seperti ada di lampiran.

    Dengan jumlah anggota lebih dari 1.000 orang (lebih dari 1/5 jumlah anggota IAGI), pemilu Pengda Jabar-Banten ini memang menjadi terasa lain. Dimana Jabar-Banten menjadi domisili sebagian besar geolog Indonesia dari yang senior sampai yang baru lulus. Sehingga tidak berlebihan jika kita menyebutnya sebagai Pemilu Raya Pengda Jabar-Banten.

    Kita berharap Pemilu Raya IAGI Jabar-Banten akan menghasilkan pengurus terbaik untuk periode 2016-2019 yang akan membawa Penga IAGI Jabar-Banten makin berkibar dengan program-program nyata dan bermanfaat bagi semua stakeholder kebumian. (SP)

    pengda-iagi-jabar-banten-memilih-ketua

    MENYAMBUT BERDIRINYA MASYARAKAT GEOLOGI TEKNIK INDONESIA (MGTI)

    Bandung, 11 Oktober 2016. Meski agak terlambat diiformasikan, perhelatan GEOSEA XIV and 45th IAGI Annual Convention 2016 di Bandung yang berlangsung pada tanggal 11-13 Oktober 2016 telah menancapkan tonggak sejarah baru, dengan dideklarasikannya anak organisasi baru IAGI yaitu Masyarakat Geologi Teknik Indonesia (Indonesian Society of Engineering Geology) atau disingkat MGTI (INASEG). Deklarasi dilaksanakan pada 11 Oktober 2016 dihadapan peserta GEOSEA XIV and 45th IAGI Convention di Bandung.

    Inisiasi berdirinya MGTI dilatarbelakangi oleh kebutuhan adanya satu wadah bagi para ahli geologi teknik yang berkecimpung dalam IAGI guna lebih terorganisasi dan fokus dalam memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan aktual terkait bidang geologi teknik yang ada pada saat ini.

    Hadir dalam deklarasi MGTI ini para ahli geologi teknik yang berasal dari berbagai latar belakang, antara lain akademisi, peneliti, lembaga pemerintah, praktisi, dan dari dunia usaha. Para deklarator dan ahli-ahli geologi teknik lainnya yang hadir pada saat itu, sepakat untuk menjadikan MGTI sebagai ruang bersama untuk berorganisasi, berdiskusi, dan bertindak guna mencari solusi terhadap persoalan keprofesian, permasalahan pendidikan, dan implementasi teknologi bidang geologi teknik baik dalam industri maupun bidang spasial keruangan wilayah, serta aspek kebijakan baik pemerintah daerah maupun pusat. Pasar bebas asean (AEC) dan telah diundangkannya Undang-Undang Nomor 11 tentang Keinsinyuran menginsyaratkan perlunya peningkatan sumberdaya manusia menyangkut kompetensi dan daya saing agar dapat bersaing dalam pasar yang semakin bebas dan mengglobal. Lahirnya MGTI diharapkan dapat menjadi wadah bagi peningkatan sumberdaya manusia Indonesia yang memiliki keahlian khusus bidang geologi teknik.

    Sebagai anak organisasi baru di lingkup IAGI, MGTI siap untuk bekerjasama dengan anak-anak organisasi IAGI lainnya serta organisasi profesi lainnya di luar IAGI. Dalam lingkup internal organisasi MGTI kegiatan strukturisasi organisasi,  pendataan anggota, dan sosialisasi baik ke instansi pemerintah, akademik serta ke dunia usaha menjadi prioritas awal bagi MGTI. Dalam lingkup eksternal MGTI diharapkan dapat mengambil peran dalam permasalahan-permasalahan bangsa terkait dengan aspek-aspek pembangunan, baik yang berhubungan dengan ekstraksi sumberdaya alam, pembangunan kontruksi struktur dan infrastruktur wilayah, serta penanganan dan pengelolaan kebencanaan.

    Teriring harapan semoga dengan lahirnya MGTI, akan semakin menguatkan peran IAGI sebagai induk organisasi, dalam berkontribusi pada pembangunan bangsa dan negara serta memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia. Salam jaya MGTI, salam jaya IAGI. (IS/SP).

    deklarasi-mgti-foto1

    Foto 1: Deklarasi MGTI oleh tokoh-tokoh ahli geologi teknik Indonesia, dipimpin oleh Dr. Imam Sadisun, Ketua Bidang Geologi Teknik & Hidrogeologi PP IAGI (kedua dari kiri) dan didukung pula oleh Prof. Dr. Dwikorita Karnawati, Rektor UGM (ketiga dari kiri)

    deklarasi-mgti-foto2

    Foto 2: Naskah deklarasi MGTI (Masyarakat Geologi Teknik Indonesia)

    TAMBANG UNTUK KEHIDUPAN

    Bandung, 15 Oktober 2016. “Tambang Untuk Kehidupan” adalah tema utama acara Kompasiana Nangkring yg digelar di Museum Geologi Bandung sore hari tanggal 15 Oktober 2015. Acara yang diadakan oleh Kompasiana dalam rangkaian peringatan Hari Pertambangan dan Energi dimaksudkan untuk mensosialisasikan peran besar dan manfaat penting pertambangan bagi bangsa dan negara, di samping kesan “negatif” yang selama ini tertempel pada kegiatan pertambangan selama ini.

    Hadir pada acara ini lebih dari 50 blogger (Kompasioner) dari berbagai kalangan, akademisi dan mahasiswa, perwakilan asosiasi profesi (IAGI, MGEI, Perhapi) dan para pemerhati pertambangan lain. Acara yang dikemas dalam bentuk diskusi panel menghadirkan 3 narasumber yaitu Sukmandaru Prihatmoko (Ketua Umum IAGI), Aryo Prawoto Wibowo (Pengajar FTTM ITB), dan Kerry Rumbino (PT Freeport Indonesia).

    Pemaparan berkisar dari bagaimana bahan tambang terbentuk, peyebaran dan potensi sumberdayanya di Indonesia, bagaimana kegiatan penambangan dijalankan dengan memenuhi kaidah “good mining practices” serta perhatian penanganan lingkungan dan keselamatan kerja. Juga ditayangkan bagaimana PT. Freeport beroperasi selama ini. Isu tentang menurunnya kegiatan eksplorasi yang mengakibatkan turun drastisnya jumlah penemuan (discovery) sejak beberapa tahun lalu juga diangkat oleh IAGI pada diskusi ini. Langkah usulan dan masukan IAGI untuk mengatasi situasi ini juga dipaparkan seperti yang pernah di buat siaran pers beberapa hari sebelumnya – lihat SIARAN PERS IAGI: MORATORIUM IUP HARUS SEGERA DICABUT

    Hari Pertambangan dan Energi sendiri yang diperingati pada acara ini sebenarnya jatuh pada tanggal 28 September lalu. Pada tanggal tersebut di tahun 1945 merupakan hari pengambil-alihan kantor Jawatan Geologi dari pihak Jepang. Sejarah hari jadi Pertambangan dan Energi ini ditayangkan dalam bentuk film pendek (yang dibuat oleh Badan Geologi) pada acara ini. Disebutkan bahwa pada hari Jumat tanggal 28 September 1945 pukul 11.00, setelah sehari sebelumnya pemerintahan RI mengistruksikan pengambil-alihan kantor-kantor yang masih dikuasai Jepang, maka sekelompok pegawai muda di kantor Chisitsu Chosasho (Jawatan Geologi) pun bertindak; mereka dipelopori oleh Raden Ali Tirtosoewirjo, Arie F. Lasut, R. Soenoe Soemosoesastro dan Sjamsoe M. Bahroem yang mengambil alih dengan paksa kantor Chisitsu Chosasho dari pihak Jepang. Dan sejak saat itu nama kantor diubah menjadi Poesat Djawatan Tambang dan Geologi yang sekarang berlokasi di komplek Museum Geologi sebagai kantor Badan Geologi. Arie Lasut sendiri di masa perang kemerdekaan sangat berjasa menyelamatkan dokumen dan laporan geologi dengan membawanya dari Bandung ke Tasikmalaya sampai akhirnya disimpan di Yogyakarta. Akhirnya pada 1949, Arie Lasut ditangkap Belanda dan ditembak hingga gugurnya di Yogyakarta. Almarhum Arie Lasut akhirnya mendapat gelar Pahlawan Nasional atas jasa dan pengorbannya. Kita yakin kepatriotan para pendekar dan pahlawan geologi pertambangan ini akan menjadi teladan bagi para generasi penerus beliau di bidang geologi dan pertambangan. Selamat Hari Pertambangan dan Energi Nasional. (SP/DM)

    tuk-foto1

    Foto 1: Para narasumber dan moderator di Kompasiana Nangkring (DM)

    tuk-foto2

    Foto 2: Para narasumber dan moderator di Kompasiana Nangkring – di Museum Geologi Bandung (DM)

    tuk-foto3

    Foto 3: Peserta dan narasumber Kompasiana Nangkring (DM)

    tuk-foto4

    Foto 4: Ketua MGEI, Arif Zardi (paling kiri) dan Kepala Museum Geologi, Oman Abdurrachman  (kedua dari kiri) di acara Kompasiana Nangkring (DM)

    tuk-foto1a

    Foto 5: COO Kompasiana, Pepih Nugraha dan Ketua Umum IAGI, Sukmandaru Prihatmoko. (Rizal-Kompasiana)