Javascript anda tidak aktif!
Silahkan aktifkan javascript pada browser anda untuk mengakses website kami, atau ikuti timeline kami atau like halaman facebook kami.
    • Bali, 10 Oktober 2017, Naiknya status Gunung Agung dari level III (siaga) menjadi level IV (awas) pada tanggal 22 September 2017 membuat masyarakat Bali harus waspada, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengharuskan semua warga yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) I hingga 3 untuk mengungsi ke daerah yang sudah disiapkan. Sampai saat ini jumlah titik pengungsian ada 417 lokasi yang tersebar dari Denpasar, Karangasem hingga Kabupaten Buleleng dengan jumlah pengungsi mencapai 141.399 orang (update BNPB tanggal 1 Oktober 2017). Melihat banyaknya jumlah pengungsi dan ada juga pengungsi yang berasal dari desa yang aman (diluar KRB 1-3) diperlukan adanya sosialisasi bencana Gunung Agung ini kepada masyarakat luas, IAGI melalui FGMI dan SM-IAGI menerjunkan beberapa relawan untuk mendatangi camp pengungsian dan melakukan sosialisasi.

      Tanggal 7-8 Oktober relawan dari FGMI yaitu Nurcholis, Josephine Karenina, Oka Agastya, di bantu SM IAGI ITATS yaitu Andi, Suryo, Yoseph dan Bima, Andre (STTNAS), Fahmi (UPN) dan Ketua Pengda IAGI Bali (Ketut Ariantana) bertolak ke Bali menuju pos komando pusat Tanah Ampo Karangasem, dengan jarak waktu tempuh 1,5 jam dari Denpasar, disana rombongan disambut oleh beberapa staf BNPB kemudian berkoordinasi dengan Dandim untuk kegiatan sosialisasi yang akan dilaksanakan dimalam harinya. Kegiatan sosialisasi pertama dilakukan di Desa Pasedahan Banjar Kanginan, dengan mensosilisasikan mengenai gunungapi dan bahayanya hingga cara mitigasi atau tindakan pada saat terjadi letusan. Masyarakat sangat antusias terhadap kegiatan tersebut sehingga banyak kegiatan diskusi yang dilakukan terutamanya mengenai kepastian kapan terjadi letusan dan mengenai Kawasan Rawan Bencana (KRB) dimana kegiatan sosialisasi malam hari tersebut dibantu oleh KOMINFO dan Humas BNPB.

      Pada hari minggu, 8 oktober 2017 kegiatan sosialisasi yang juga di damping oleh KOMINFO, Humas BNPB dan Ketua Pengda IAGI Bali dimana berlangsung di 6 titik lokasi pengungsian di kecamatan Rendang yang termasuk kedalam KRB 1 yaitu Posko relawan rendang tengah, Posko Banjar Dinas Langsat, Posko Menanga Kawan, Posko Menanga Kangin, Posko Manggaan dan Posko Wantilan Segah. Setelah melakukan sosialisasi, tim berkesempatan mendatangi pos pengamatan di desa Rendang untuk berdiskusi dan mengamati kegiatan pemantauan gunung Agung oleh Kepala PVMBG (Ir. Kasbani M,Sc.) dan Kepala subbidang mitigasi Gunungapi wilayah timur (Dr. Devy K. Syahbana).

      Nurcholis

      Ketua IAGI – FGMI

      fgmi_sosialisasi_bali_20171010_ft1
      Fahmi menjelaskan tentang peta KRB kepada warga di Menanga Kangin

      fgmi_sosialisasi_bali_20171010_ft2

      Ketut Ariantana (Ketua Pengda IAGI Bali) melakukan sosialisasi di Rendang Tengah

      fgmi_sosialisasi_bali_20171010_ft3
      Kunjungan ke pos pengamatan Gunung Agung di Rendang, Karangasem

      fgmi_sosialisasi_bali_20171010_ft4
      Tim bersama Deputi bidang pencegahan dan kesiapsiagaan Bp. Wisnu Widjaja

      Comments

      comments