Javascript anda tidak aktif!
Silahkan aktifkan javascript pada browser anda untuk mengakses website kami, atau ikuti timeline kami atau like halaman facebook kami.
    • Geopark akan menjadi salah satu andalan pariwisata. Karena itu Indonesia aktif melakukan promosi terhadap potensi geopark keluar negeri, baik yang berstatus UGG (Unesco Global Geopark), Geopark Nasional, maupun kandidat geoprak. Selain melakukan promosi, tim Indonesia juga sekaligus menjalin networking antargeopark, karena networking ini menjadi salah satu syarat untuk menjadi geopark yang diakui oleh UGG.

      Pada Konferensi Internasional UNESCO Global Geopark ke-7 di Riviera UNESCO Global Geopark di Torquay, Inggris Raya pada 27-30 September 2016, Indonesia mengirim tim khusus. Tim dipimpin Kemenko Maritim beserta rombongan dari Kementerian Pariwisata, Badan Geologi, Pengelola Geopark dan perwakilan dari masing-masing daerah yang memiliki geopark yaitu: Batur, Gunung Sewu, Rinjani, Kaldera Toba, Merangin Jambi, Ciletuh-Palabuhanratu, kandidat geopark Belitung, serta Universitas Padjadjaran dan UPI.

      Konferensi itu dilakukan bersamaan dengan pameran, dan Indonesia mengisi enam stand yang dijadikan satu dengan tema: “Wonderfull Geopark of Indonesia”. Dalam konferensi, Indonesia mempresentasikan mengenai geopark yang sedang dipromosikan yakni Geopark National Ciletuh-Palabuhanratu, Merangin Jambi, Rinjani, dan Gunung Sewu. Geopark tersebut sedang dipromosikan dan diusahakan untuk menjadi Unesco Global Geopark.

      Dari serangkaian acara konferensi, acara yang tak kalah menarik adalah ekskursi lapangan untuk mengeksplor situs-situs geologi, budaya dan hayati yang dimiliki oleh Riviera Geopark. Kawasan ini memiliki 12 Geosites yang tersebar diantaranya berupa Cliff Railway, pantai yang eksotis, gua bersejarah, taman bermain terbuka buat anak, museum, biara, dan gereja.

      Dengan berkeliling melihat situs geologi yang ada di kawasan Geopark Riviera, Inggris, tim Indonesia bisa mempelajari tatacara pengeloaan kawasan yang dilakukan oleh badan pengelola disana. Banyak sekali contoh yang dapat diterapkan dalam pengelolaan geopark di Indonesia, khususnya dalam hal pengelolaan situs-situs geologi dan interpretasinya sehingga mudah dipahami oleh kalangan umum.

      Makalah yang dipresentasikan dalam konferensi:
      • The Geological Trail of Ciletuh National Geopark, West Java, Indonesia; self guided trails for all
      • Business Sector Role in the Geopark Development: Case Study of PT Bio Farma (Persero) in the Development of Ciletuh Geopark, Sukabumi
      • Sustainable Geopark Development: Case Of Ciletuh Geopark, West Java
      Geodiversity Research and Geo-education at Ciletuh Geopark, West Java
      • Mutual Partnership in The Geopark Management: Geofeatures and Geosites Management in The Ciletuh National Geopark, Sukabumi, West Java, Indonesia
      • Geotourism Resources in Aspiring Merangin Jambi Geopark, Indonesia: A Resource based view approach
      • Pergasingan, A New Geotourism Destination as New Source of Revenue When Rinjani Closed for Trekking
      • Mapping Geodiversity: Development of Aspiring Merangin Geopark
      • Arisan Caving as a Model of Community Empowerment at Geopark Gunung Sewu, Indonesia
      • Geotorusim Trekking Development Based on Community Participation in Indonesia Rinjani National Geopark

      Indonesia saat ini memiliki dua geopark Unesco, empat Geopark Nasional dan lebih dari 10 Kandidat Geopark Nasional. Setiap geopark memiliki tema geologi yang berbeda, berdasakan ke-khasan keragaman geologinya (warisan geologi), seperti :

       UNESCO Global Geopark :
      • Batur : Caldera Landscape Evolution, Strombolian Type Eruption, Lava flow
      • Gunung Sewu : Conical Karst Landscape, Caves, Uplifted Beaches

       Geopark Nasional :
      • Rinjani : Caldera landscape & its Formation
      • Merangin Jambi : Jambi Flora, River Landscape, Volcanic Processes
      • Kaldera Toba : Super Volcano Eruption, Caldera Landscape Development
      • Ciletuh-Palabuhanratu : Subduction zone, Jampang Plateau Landscape, Ancient Magmatic Zone Shifting, Fore Arc Evolution

       Kandidat Geopark Nasional :
      • Raja Ampat, Papua Barat : Island Karst Landscape, Recent Active uplifted platform
      • Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan : Tower and Table Karst Landscape
      • Ngarai Sianok, Lembah Harau, Danau Singkarak, Sumatera Barat : Landscape of Great Sumatra Fault and Its Tectonic Activities
      • Karangsambung – Karst Gombong selatan, Jawa Tengah : Subduction zone, Conical Hills Landscape, Fore Arc Evolution amd uplifting Processess
      • Bromo, Jawa Timur
      • Dieng, Jawa Tengah
      • Toraja, Sulawesi Tengah
      • Kawah Ijen, Jawa Timur
      • Pangandaran, Jawa Barat
      • Tondano, Sulawesi Utara
      • Kelimutu, Nusa Tenggara Timur
      • Tambora, Nusa Tenggara Barat
      • Pongkor, Jawa Barat
      • Sangkurilang, Kalimantan Utara
      • Dan lainnya

      Mega F. Rosana*, Ronald Agusta*, Ilham Mochammad Saputra **
      *). Pusat Penelitian Geopark dan Kebencanaan Geologi, UNPAD
      **) Sekretariat Geopark Ciletuh-Palabuhanratu

      Catatan: Artikel pernah dimuat di BERITA IAGI edisi Oktober 2016

      cropped-IAGI-Logo-Rekonstruksi-Ver5.png

      Comments

      comments