Javascript anda tidak aktif!
Silahkan aktifkan javascript pada browser anda untuk mengakses website kami, atau ikuti timeline kami atau like halaman facebook kami.
    • Rilis PUPR #1
      15 September 2017
      SP.BIRKOM/IX/2017/455

      Menteri Basuki : Peran Ahli Geologi Penting Dalam Pengurangan Risiko Pembangunan Infrastruktur

      Yogyakarta–Indonesia berada pada sabuk vulkanis (ring of fire) dan sejatinya sudah akrab dengan geological hazard. Dengan kondisi alam tersebut peran geolog sangat strategis dan menjadi kunci dalam pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

      Hal tersebut relevan karena tak jarang infrastruktur yang dibangun menemui sejumlah kondisi geologi dan kebumian yang berat seperti daerah rawan gempa, patahan, gunung api, tanah lunak dan gambut serta curah hujan yang tinggi. “Kondisi itu bukanlah penghambat namun tantangan yang harus diatasi oleh para ahli geologi atau praktisi kebumian kita,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam penyampaian paparan kunci di acara Seminar Ilmu Kebumian ke-10 yang digelar program Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta beberapa waktu lalu. Bertindak sebagai moderator Prof. Dr. Dwikorita Karnawati, MSc, mantan Rektor UGM yang sekaligus pakar ilmu kebumian.

      Menurut Menteri Basuki, para ahli geologi bukan hanya dibutuhkan dalam eksplorasi dan eksoploitasi sumber daya alam seperti migas, melainkan juga mampu memberikan dukungan bagi pembangunan nasional dibidang infrastruktur. Peran para ahli geologi punya posisi strategis dalam pembangunan infrastruktur karena ikut menentukan keselamatan dalam pembangunan infrastruktur dan bisa memberikan panduan bukan hanya sebagai pendukung semata.

      Menteri Basuki mencontohkan penyelesaian pembangunan Bendungan Jatigede yang terhenti hingga puluhan tahun dan kemudian atas instruksi Presiden Joko Widodo untuk dilanjutkan karena manfaatnya sangat dibutuhkan masyarakat. Salah satu faktor yang menjadi tertundanya penyelesaian bendungan tersebut adalah keberadaan Sesar Baribis yang melewati bendungan tersebut. Padahal, menurut Menteri Basuki keberadaan sesar bisa diantisipasi dengan dukungan data dan studi guna meminimalkan risiko yang mungkin timbul.

      Dalam melaksanakan tugasnya, para geolog penting untuk melakukan identifikasi dan analisa risiko, mitigasi dan manajemen risiko sehingga kegagalan konstruksi bisa diminimalkan, serta selalu membangun mengkomunikasikan risiko kepada para stakeholder. “Diperlukan pola pikir, strategi, metode kerja, serta terobosan teknologi dan aksi nyata yang inovatif untuk mengawal dan mendukung percepatan pembangunan infrastruktur,” ujarnya.

      Beberapa proyek infrastruktur PUPR yang melibatkan ahli geologi diantaranya adalah pembangunan jalan perbatasan Papua sepanjang 1.098,2 km, pembangunan jalan tol Trans Sumatera Palembang-Indralaya sepanjang 22 km dengan menggunakan teknologi Vacuum Preloading untuk mengatasi tegangan negatif dan mempercepat proses konsolidasi tanah.
      Kemudian pembangunan jalan tol Trans Sumatera Pekanbaru-Dumai dengan menggunakan teknologi Mini Piles dan Load Transform Platform (LTP), pembangunan jalan tol Trans Jawa Pemalang Batang sepanjang 39,2 km dengan teknologi Vacuum Preloading. Lalu ada pembangunan rumah instan sederhana sehat dengan teknologi Risha di Pidie Jaya, Aceh yang tahan gempa dan bisa dibongkar pasang dengan mudah. Berlanjut ada pembangunan ruas jalan Manokrawi-Bintuni dengan teknologi kisi beton dan sebagainya.

      Pakar geologi juga berperan dalam penentuan topografi, hidrologi, dan geologi kompleks dalam pembangunan jalan tol Pekanbaru-Padang, Sabo DAM untuk mitigasi Gunung Merapi, dan pembangunan terowongan Tol Cisumdawu.

      Dalam pembangunan bendungan, seperti Bendungan Gondang dan Raknamo, pakar geoteknik berperan dalam pemilihan lokasi penggenangan, desain fondasi, desain tubuh bendungan dan desain sistem instrumentasi dan hingga perhitungan fondasi, sampai membuat lay-out atau lokasi spillway, saluran pengelak dan lain-lain.

      Bertemu 70 Karyasiswa S2 UGM

      Usai menjadi pembicara, Menteri Basuki bertemu dengan 70 orang PNS Kementerian PUPR yang sedang mengikuti pendidikan program beasiswa S2 di Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada (UGM). Turut mendampingi Rektor UGM Prof. Ir Panut Mulyono, M.Eng, D.Eng dan mantan Rektor UGM Prof. Dr. Dwikorita Karnawati MSc.

      Dalam pertemuan tersebut, Menteri Basuki meminta agar para peserta karyasiswa untuk bersyukur dapat menimba ilmu di UGM. “Semua ini adalah orang-orang pilihan dari Kementerian PUPR,” ucapnya.

      Ditambahkannya bahwa insan Kementerian PUPR harus kuat, berani dan berjiwa seni. Disamping itu pintar saja tidak cukup, harus disertai dengan akhlakul karimah. “Smart is a must but it’s not sufficient. Akhlakul karimah adalah dimanapun kita berada, membuat orang disekitar merasa aman, nyaman dan bermanfaat orang lain,” pesannya.

      Bagi para mahasiswa dari Kementerian PUPR yang berprestasi disini dan menjadi nomor satu dan nomor dua bisa akan dikirim untuk melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi di universitas luar negeri. “Tentunya akan ada seleksi sehingga terjadi kompetisi sehat. Nikmati waktu studi jangan terlalu cepat ingin lulus. Hadiri perkuliahan dengan penuh disiplin,” tutup Menteri Basuki. (*)

      Biro Komunikasi Publik
      Kementerian PUPR

      pupr_20170915_ft1pupr_20170915_ft2

      pupr_20170915_ft3pupr_20170915_ft4

      pupr_20170915_ft5pupr_20170915_ft6

      pupr_20170915_ft7pupr_20170915_ft9

      pupr_20170915_ft8

       

      Comments

      comments