Javascript anda tidak aktif!
Silahkan aktifkan javascript pada browser anda untuk mengakses website kami, atau ikuti timeline kami atau like halaman facebook kami.
    • Geologi Pulau Muna relatif sederhana. Pulau itu hanya disusun oleh dua formasi, yaitu Formasi Mukito berupa sekis-filit berumur Pra-Trias yang tersebar terbatas sebesar 5% di tepi pantai Tanjungbatu dan Pulau Bangko, dan Formasi Wapulaka berupa batuan karbonat Pleistosen yang tersebar hampir 80% dari seluruh pulau, serta 15% endapan aluvial Kuarter tersebar di pantai barat dan timur laut. Kars Pulau Muna berkembang sangat baik terutama di sisi sebelah timur. Di daerah Liang Kabori dan sekitarnya, lebih kurang 5 km selatan ibukota Kabupaten Muna, Raha, wilayah kars berkembang sebagai kars bertipe Gunungsewu tetapi mempunyai tebing-tebing vertikal yang dominan. Gua dengan lorong-lorong panjang tidak dominan. Observasi dan pemetaan terhadap beberapa gua menunjukkan berkembangnya gua-gua pendek menyerupai ceruk yang dikontrol oleh perlapisan batugamping. Gua-gua yang berkembang sebagai mata air tersebar terutama di bagian tengah dan utara. Kemunculan mata air dan gua berair dikontrol oleh perubahan fasies batu gamping. Di wilayah kars Muna tersebar gua-gua dengan lukisan prasejarah yang berpotensi sebagai geoheritage. Keberadaan gua dengan lukisan prasejarah dan potensi morfologi kars yang unik, bukit menara kars dan danau sinkhole, serta fenomena-fenomena kars lain menjadi wisata interpretatif atau geowisata yang potensial di Sulawesi Tenggara. Pengembangan
      infrastruktur dan sumber daya manusia

      Comments

      comments