[Prosiding IAGI 2011] - 2011-JCM-153

PENDETEKSIAN BATAS PERLAPISAN SOIL – LATERIT MENGGUNAKAN METODE GPR DAN RESISTIVITY UNTUK PENGHITUNGAN VOLUME OVERBURDEN LATERIT BOUKSIT

Wahyu Kurniawan, M. Akbar Kartadireja, Yusuf Darnanto
Satker Geofisika dan Pengukuran Unit Geomin PT. Antam (Persero) Tbk Jl. Pemuda No.1 Pulogadung Jakarta, Indonesia

Umumnya penghitungan volume overburden laterit bouksit diperoleh berdasarkan data sumur uji.Semakin rapat spasi sumur uji maka tingkat keakuratan data akan semakin tinggi. Namun pada kenyataannya terdapat heterogenitas di antara sumur uji yang tidak dapat divisualisasikan, hal tersebut secara otomatis akan mempengaruhi tingkat keakuratan data penghitungan volume overburden. Unit Geomin PT. Antam (Persero) Tbk pada bulan November-Desember 2010 melakukan penyelidikan metode Ground Penetrating Radar (GPR) menggunakan 1 unit GPR GSSI-SIR3000 teknik Selective Point Scan antena 80 MHz dan metode Resistivity konfigurasi Wenner menggunakan 1 unit Mc. Ohm 2115 di daerah Landak, Kalimantan Barat. Penyelidikan dilakukan sebagai suatu pendekatan baru untuk mendeteksi bidang batas perlapisan soil-laterit dalam upaya penghitungan volume overburden laterit bouksit secara cepat, efektif, dan efisien. Hasil penyelidikan GPR dan Resistivity mampu mengidentifikasi dengan baik batas perlapisan antara zona overburden dan zona laterit bouksit.Berdasarkan data penyelidikan diketahui volume overburden pada daerah penyelidikan seluas 2 Ha adalah 147.789,26 m3. Data tersebut diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk kegiatan eksplorasi dan eksploitasi selanjutnya, sekaligus memberikan jawaban akan tantangan efektifitas, efisiensi, dan percepatan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi yang berkualitas.

Keywords: GPR Selective Point Scan, Resistivity Wenner, overburden laterit bouksit.


Note: Advanced Search feature is on development.