[Prosiding IAGI 2011] - 2011-JCM-227

PERKEMBANGAN TEKTONIK DAN IMPLIKASINYA TERHADAP POTENSI GEMPA DAN TSUNAMI DI KAWASAN PULAU SULAWESI

(1)Kaharuddin MS, (2)Ronald Hutagalung dan (3)Nurhamdan
1)Jurusan Geologi Universitas Hasanuddin; 2)Jurusan Geologi Universitas Gorontalo; 3)Asosiasi Pengusaha Marmer Sulawesi Selatan

Pulau Sulawesi terletak pada zona pertemuan diantara tiga pergerakan lempeng besar yaitu pergerakan
lempeng Hindia Australia dari selatan dengan kecepatan rata 7 cm/tahun, lempemg Pasifik dari timur
dengan kecepatan sekitar 6 cm/tahun dan lempeng Asia bergerak relatif pasif ke tenggara.Posisi Sulawesi
yang berada pada kawasan lempeng tektonik microplate sangat rawan terhadap gerakan dan benturan ketiga
lempeng bumi tersebut yang akan menimbulkan fenomena geologi dan dampak merugikan pada kehidupan
manusia, terutama ancaman gempa dan tsunami yang disetiap saat dapat terjadi.Perkembangan tektonik di
kawasan Pulau Sulawesi berlangsung sejak zaman Tersier hingga sekarang, sehingga Pulau Sulawesi
termasuk daerah teraktif di Indonesia dan mempunyai fenomena geologi yang kompleks dan rumit.
Manifestasi tektonik yang ditimbulkan berupa patahan dan gunungapi, seperti patahan Walanae (Sulawesi
Selatan), Palu Koro (dari Flores, Palu hingga Selat Makassar), Patahan Gorontalo, patahan Batui (Sulawesi
Tengah), patahan naik Selat Makassar dan patahan Matano, Lawanoppo dan Kolaka (Sulawesi
Tenggara).Dari fenomena geologi dan tektonik tersebut di atas, maka di kawasan Pulau Sulawesi terdapat
beberapa daerah rawan terhadap bencana terutama masalah gempa dan tsunami, seperti daerah-daerah yang
berada pada jalur Patahan Walanae, Palu Koro, Selat Makassar terutama bagian tengah dan utara,
perpotongan antara patahan Kolaka dan Palu Koro, patahan Gorontalo, Batui, Matano dan patahan
Kolaka.Daerah-daerah yang harus mendapat perhatian dan harus diwaspadai adalah daerah perpotongan
atau persinggungan di antara patahan, karena di daerah ini gempa dapat bergenerasi dan berpotensi
menimbulkan bencana geologi. Sebagai contoh, gempa yang terjadi di Makassar pada tanggal 12 Desember
2010 dengan kekuatan 5,9 SR pusat gempa terletak 232 km ke arah baratdaya Makassar, berada pada daerah
perpotongan patahan Selat Makassar dengan patahan Laut Flores Barat.

Keywords: Tektonik, gempabumi, tsunami.


Note: Advanced Search feature is on development.