Javascript anda tidak aktif!
Silahkan aktifkan javascript pada browser anda untuk mengakses website kami, atau ikuti timeline kami atau like halaman facebook kami.
    • Pulau Sulawesi terletak pada zona pertemuan diantara tiga pergerakan lempeng besar yaitu pergerakan
      lempeng Hindia Australia dari selatan dengan kecepatan rata 7 cm/tahun, lempemg Pasifik dari timur
      dengan kecepatan sekitar 6 cm/tahun dan lempeng Asia bergerak relatif pasif ke tenggara.Posisi Sulawesi
      yang berada pada kawasan lempeng tektonik microplate sangat rawan terhadap gerakan dan benturan ketiga
      lempeng bumi tersebut yang akan menimbulkan fenomena geologi dan dampak merugikan pada kehidupan
      manusia, terutama ancaman gempa dan tsunami yang disetiap saat dapat terjadi.Perkembangan tektonik di
      kawasan Pulau Sulawesi berlangsung sejak zaman Tersier hingga sekarang, sehingga Pulau Sulawesi
      termasuk daerah teraktif di Indonesia dan mempunyai fenomena geologi yang kompleks dan rumit.
      Manifestasi tektonik yang ditimbulkan berupa patahan dan gunungapi, seperti patahan Walanae (Sulawesi
      Selatan), Palu Koro (dari Flores, Palu hingga Selat Makassar), Patahan Gorontalo, patahan Batui (Sulawesi
      Tengah), patahan naik Selat Makassar dan patahan Matano, Lawanoppo dan Kolaka (Sulawesi
      Tenggara).Dari fenomena geologi dan tektonik tersebut di atas, maka di kawasan Pulau Sulawesi terdapat
      beberapa daerah rawan terhadap bencana terutama masalah gempa dan tsunami, seperti daerah-daerah yang
      berada pada jalur Patahan Walanae, Palu Koro, Selat Makassar terutama bagian tengah dan utara,
      perpotongan antara patahan Kolaka dan Palu Koro, patahan Gorontalo, Batui, Matano dan patahan
      Kolaka.Daerah-daerah yang harus mendapat perhatian dan harus diwaspadai adalah daerah perpotongan
      atau persinggungan di antara patahan, karena di daerah ini gempa dapat bergenerasi dan berpotensi
      menimbulkan bencana geologi. Sebagai contoh, gempa yang terjadi di Makassar pada tanggal 12 Desember
      2010 dengan kekuatan 5,9 SR pusat gempa terletak 232 km ke arah baratdaya Makassar, berada pada daerah
      perpotongan patahan Selat Makassar dengan patahan Laut Flores Barat.

      Comments

      comments