[Prosiding IAGI 2009] - 2009-PITIAGI-089

STUDI PERKEMBANGAN FORMASI PUCANGAN PADA LINTASAN SUNGAI BENGAWAN SOLO DAERAH DESA NGAWI KECAMATAN NGAWI, KABUPATEN NGAWI JAWA TIMUR

Ir. Ediyanto, MT dan Ir. Helmy Murwanto, MSi
UPN “ Veteran” Yogyakarta

Secara administratif daerah telitian termasuk dalam Mandala Kendeng yang menempati kawasan kabupaten Ngawi, Kecamatan Ngawi,
Propinsi Jawa Timur khususnya desa Ngawi. Batuan sedimen di Mandala Kendeng memiliki umur Miosen tengah hingga Pleistosen.
Secara geografis terletak pada 111o27’12” sampai 111o28’30” BT dan 7o22’30” sampai 7o23’42” LS. Formasi Pucangan diendapkan secara tidak selaras diatas Formasi Klitik (batugamping) dan secara selaras diatasnya diendapkan Formasi Kabuh (batupasir tufan).

Formasi Pucangan daerah telitian sangat menarik untuk dilakukan penelitian karena mempunyai ciri yang berbeda dengan Formasi Pucangan didaerah lain seperti halnya didaerah Jombang dan daerah Sangiran, yang banyak mengandung fosil Moluska yang sangat melimpah. Formasi Pucangan daerah telitian dari tua kemuda berupa napal lempungan dengan fragmen tuff semen karbonat, batupasir kerakalan fragmen terdiri dari tulang dan batugamping semen silika dan breksi dengan kemas terbuka fragmen batuan beku yang mengambang pada masa dasar dan tidak saling bersinggungan ukuran butir pasir sedang sampai kerakal semen silika, yang diendapkan pada lingkungan darat berupa fasies volkanik dalam sistem kipas alluvial, dan sama sekali tidak mengandung fosil Moluska.


Note: Advanced Search feature is on development.