Javascript anda tidak aktif!
Silahkan aktifkan javascript pada browser anda untuk mengakses website kami, atau ikuti timeline kami atau like halaman facebook kami.
  • Peresmian SM-IAGI Universitas Pakuan


    • Bogor, 23 Agustus 2014, merupakan salah satu hari yang bersejarah bagi mahasiswa Teknik Geologi Universitas Pakuan, hari dimana diresmikannya SM IAGI Universitas Pakuan (UNPAK). Dalam peresmiannya, dibalut dengan rangkaian kegiatan, berupa Seminar dan Fieldtrip, dengan Seminar yang bertemakan “Mitigasi dan Bencana Vulkanologi” dan Fieldtrip mengenai ”Vulkanologi Gn. Gede”. Pada peresmian ini dihadiri oleh Bapak Mohammad Syaiful selaku Bidang Humas, Pendidikan dan Pertemuan Ilmiah IAGI, dan perwakilan FGMI yaitu Mas Rizqi Syawal dan Mas Aldis, juga dihadiri oleh para tamu undangan dari siswa SMA, anggota KSR, dan juga dari kalangan masyarakat.

      Acara dibuka oleh MC dengan pembacaan basmallah, menandakan acara Seminar dan Peresmian SM IAGI UNPAK dimulai, dibuka dengan sambutan dari Arif Mardiyanto sebagai ketua pelaksana sekaligus wakil ketua SM IAGI UNPAK dan sambutan dari Ketua HMTG ”GEOI” Moh. Sahid Romdani, serta sambutan dari Ketua Program Studi Teknik Geologi Universitas Pakuan yang diwakilkan oleh Bapak Ir. Denny Sukamto Kadarisma MT, hadirnya SM IAGI UNPAK disambut baik oleh semua kalangan baik dari mahasiswa maupun dosen, karna dengan adanya SM IAGI UNPAK ini, dapat menjembatani mahasiswa dalam menambah wawasan kegeologian dan memperluas networking dengan dunia profesional. Setelah sambutan-sambutan usai, dilanjutkan dengan perkenalan mengenai SM IAGI oleh Mas Rizqi Syawal dan Materi seminar mengenai Mitigasi dan Bencana Vulkanologi yang dipaparkan oleh Dr. Ir. Agus Budianto, DEA. Selaku KEPALA SUB BIDANG EVALUASI BENCANA GUNUNGAPI, PVMBG. Kemudian dilanjut dengan sesi tanya jawab, ada beberapa penanya baik dari kalangan mahasiswa maupun KSR, setelah sesi tanya jawab ditutup, acara dilanjut dengan pemberian plakat dari Ketua SM IAGI UNPAK Rizal Arief Hasyim kepada Bapak Dr. Ir. Agus Budianto, DEA.

      Pemberian plakat dari Ketua SM IAGI UNPAK Rizal Arief Hasyim kepada Bapak Dr. Ir. Agus Budianto, DEA

      Pemberian plakat dari Ketua SM IAGI UNPAK Rizal Arief Hasyim kepada Bapak Dr. Ir. Agus Budianto, DEA

      Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan surat peresmian oleh Ketua HMTG”GEOI”, Ketua Program Studi Teknik Geologi, serta perwakilan dari IAGI dan Perwakilan FGMI, setelah itu ada sepatah kata dari Bapak Mohammad Syaiful sebagai Pembimbing Profesional SM IAGI UNPAK. Seluruh rangkaian acara telah selesai dan ditutup dengan foto bersama.

      pemberian plakat dari Ketua SM IAGI UNPAK  Rizal Arief Hasyim kepada  Bapak Dr. Ir. Agus Budianto, DEA

      Foto bersama

      Bogor 24 Agustus 2014. Pukul 05.30 peserta fieldtrip berkumpul, semua melakukan pengecekan peralatan yang akan dibawa fieldtrip, kali ini ada 3 tempat yang akan dikunjungi dimulai dari Pos Pengamatan Gn. Gede untuk mengenal alat-alat yang digunakan untuk melakukan pemantauan Gunungapi, kemudian tempat kedua yaitu berkunjung ke tempat diendapkannya aliran piroklastik atau yang bisa dikenal ketika meletusnya, disebut awan panas, dan tempat terakhir kunjungan adalah Istana Cipanas. Pukul 06.40 bus mulai melaju meninggalkan kampus, jalanan begitu lenggang dikarnakan mungkin masih pagi, bus mulai melewati pertigaan Ciawi dan mulai terasa kemacetannya, kemacetan didaerah ini sudah biasa, sudah sering terjadi hampir setiap hari, ini dikarnakan daerah puncak merupakan daerah wisata yang sering dikunjungi oleh warga Bogor sendiri maupun warga dari Jakarta terlebih puncak merupakan jalan penghubung dari Bandung ke Bogor, semakin menambah kemacetan didaerah ini. Pukul 08.20 kami tiba di Pos Pengamatan Gn. Gede bus diparkir di gang dipinggir jalan, dan peserta berjalan sekitar 900 meter untuk sampai ke Pos Pengamatan, suhu yang dingin membuat perjalanan ini tidak terasa terlebih ditambahnya dengan udara segar dan kesejukannya, yang berbeda dengan diperkotaan, membuat peserta lebih menikmati perjalanan ini, tak lama peserta sampai di Pos Pengamatan Gn. Gede, kami bersyukur fieldtrip kami kali ini langsung dibimbing oleh Bapak Dr. Ir. Agus Budianto, DEA. Kami diterangkan bagaimana terjadinya letusan gunungapi serta arah letusan, juga produk yang dikeluarkannya serta menandai daerah-daerah yang berpotensi bahaya terkena efek letusan gunung api dilihat dari morfologinya, dan yang paling penting kami diterangkan bagaimana Mitigasi bencana vulkanologi. Dalam aktifitas pengamatan dan penyeledikan gunungapi, diantaranya adalah pemantauan seimisitas gunungapi yang dilakukan di pos pengamatan gunungapi, pemantauan deformasi, pemetaan geologi gunungapi, pemeriksaan dan pengukuran suhu kawah, sampling gas dan air. Kemudian acara dilanjut dengan pengenalan alat-alat yang digunakan di Pos Pengamatan Gn. Gede berupa seismograf oleh Bapak Budiman dan Bapak Dani .

      Pemaparan langsung mengenai Vulkanologi Gn. Gede dan pengenalan alat-alat pemantauan gunungapi

      Pemaparan langsung mengenai Vulkanologi Gn. Gede dan pengenalan alat-alat pemantauan gunungapi

      Setelah selesai acara dilanjut dengan pemberian plakat oleh Ketua SM IAGI UNPAK kepada Kepala Pos Pengamatan Gn. Gede, dan ditutup dengan foto bersama.

      Pemberian Plakat oleh Rizal A.H selaku Ketua SM IAGI UNPAK kepada Kepala POS Pengamatan Gn. Gede Bapak Budiman.

      Pemberian Plakat oleh Rizal A.H selaku Ketua SM IAGI UNPAK kepada Kepala POS Pengamatan Gn. Gede Bapak Budiman.

      Pukul 11.00 perjalanan dilanjutkan ke lokasi kedua yaitu didaerah ciloto terdapat jejak aliran piroklastik/ awan panas. Pada dasarnya Aliran piroklastik atau yang biasa disebut awan panas merupakan aliran masa panas dengan temperature berkisar 300 – 600 C  yang terdiri dari campuran gas dan material gunungapi yang bersifat lepas, yang berukuran mulai dari ukuran abu sampai boulder-boulder, bergumpal terlihat seperti awan bergerak menuruni lereng, kecepatannya dapat mencapai 150 km/jam, sehingga dapat membakar, mematikan dan merusak kehidupan dan lingkungan di sekitarnya. Charcoal atau kayu yang terarangkan dapat digunakan sebagai alat untuk mengetahui umur dari suatu aliran piroklastik atau awan panas, aliran piroklastik yang berada di Cioloto ini mempunyaoi umur yang bisa terbilang muda sekitar 850 tahun.

      Pemaparan mengenai batas aliran piroklastik dengan lahar

      Pemaparan mengenai batas aliran piroklastik dengan lahar

      Pada pukul 13.00 perjalanan dilanjut ke Istana Cipanas yang merupakan lokasi terakhir dari fieldtrip, dari data geologi diketahui bahwa produk erupsi Gunungapi Gede pada masa lalu menghasilkan awan panas yang sebarannya cukup jauh hingga ke daerah Cipanas wilayah Kabupaten Cianjur, tanah yang subur serta luas ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk bercocok tanam, hingga akhirnya saat ini cukup padat dengan pemukiman, bahkan banyak daerah yang dijadikan sebagai tempat wisata. Hal ini sangat disayangkan karena bila melihat peta KRB daerah ini merupakan daerah yang terkena rawan bencana letusan gunungapi Gn. Gede, perlu adanya mitigasi salah satunya adalah dengan cara sosialisai kepada masyarakat luas agar sebelum membangun pemukiman terlebih dahulu harus melihat peta KRB, hal ini agar mengurangi kerugian dari suatu bencana. Kegiatan fieldtrip selesai dan ditutup dengan foto bersama di Istana Cipanas.

      Foto bersama didepan Istana Cipanas

      Foto bersama didepan Istana Cipanas

       

       

      Kontributor SM-IAGI UNPAK

      (Rizal A.H dan Arif Mardiyanto)

      Comments

      comments