Javascript anda tidak aktif!
Silahkan aktifkan javascript pada browser anda untuk mengakses website kami, atau ikuti timeline kami atau like halaman facebook kami.
    • Palu, Oktober 2018. Bencana gempa, tsunami dan likuifaksi di Palu dan sekitarnya masih terus menyisakan duka untuk kita semua. Terlebih lagi bagi para korban warga setempat. Tim-tim tanggap darurat masih terus bekerja keras di lokasi bencana, baik untuk mencari korban maupun memulai upaya rehabilitasi wilayah. IAGI-pun tak tinggal diam, menggalang dana untuk membantu korban bencana baik melalui PP-IAGI maupun Pengda IAGI Sulawesi Selatan-Barat dan Tengah (Sultanbateng). Posko IAGI Peduli didirikan di Palu, tepatnya di Jl. Maleo Atas, No.99. Bantuan dalam bentuk logistik, peralatan tenda dll yang berasal dari para anggota dan simpatisan IAGI didistribusikan melalui posko ini.

      Di sisi lain tim Ekspedisi Palu Koro yang sudah bekerja sejak akhir 2016 terus aktif melakukan kegiatan. Ekspedisi yang merupakan kerja bareng antara IAGI, Skala, ACT dan beberapa lembaga lain ini dimaksudkan untuk melakukan riset tentang Sesar Palu Koro dari berbagai aspek yaitu geologi, antropologi, social budaya, sejarah. Salah satu tujuannya untuk menghasilkan produk sosialisasi dan edukasi tentang Sesar Palu Koro dalam bentuk buku-buku dan film-film edukasi pendek untuk membangkitkan kesadaran semua stakeholder terutama masyarakat akan potensi bahaya sesar ini. Pada saat gempa terjadi, 28 September 2018, tim ekspedisi ini sebenarnya sudah hampir menyelesaikan programnya, bahkan kegiatan lapangan terakhir dilakukan pada Agustus 2018 sebelum gempa menerjang.

      Selama seminggu (minggu kedua Oktober), tim Ekspedisi Palu Koro dan PP IAGI mengunjungi Palu, Donggala dan Sigi. Sempat juga bertemu dengan tim PUSGEN dan LIPI dan berjalan bersama di lapangan. Beberapa lokasi terdampak gempa dikunjungi termasuk lokasi-lokasi rupture di kota Palu, Sigi dan jalan akses antara Palu – Sigi. Termasuk juga lokasi likuifaksi massif di Sibalaya, Balaroa dan Petobo. Pergeseran/ offset pada rupture yang ada teramati dengan jelas. Di beberapa lokasi pergeseran mencapai 5,5m secara lateral dan 1m secara vertical. Terbuktikan juga bahwa pada gempa kali ini selain segmen Palu, segmen Saluki yang terletak di selatan segmen Palu ikut bergerak juga.

      Sosialisasi dan diskusi juga dilakukan bersama awak media yang difasilitasi oleh AJI (Aliansi Jurnalis Independen), bertempat di Jl. Rajawali 28, Palu pada 11 Oktober 2018 malam. Hadir pada acara ini tidak kurang dari 50 wartawan termasuk dari media asing (Al Jazeera). Sebagai narasumber adalah Trinirmala Ningrum (Ekspedisi Palu Koro), Sukmandaru Prihatmoko (IAGI), Widjo Kongko (BPPT), Ikhsam (Akeolog Palu) yang dimoderatori oleh Neni Muhidin (aktivis literasi Nemu Buku, Palu). Satu hal yang akan tak terlupakan, di tengah-tengah acara diskusi, gempa menggoyang Palu lagi pada pukul 21.12 WITA (belakangan diketahui berskala M=4.4 berpusat di sekitar Sigi), dan membuat para peserta berhamburan. Ini menandakan gempa susulan masih terus bermunculan. (RP/ SP/ Biro Media IAGI)

      reportasi_iagi_di_palu_ft1
      Pantai Mamboro paska tsunami 28 Sep 2018 (Foto: Reza Permadi)

      reportasi_iagi_di_palu_ft2
      Jalan yang ter-offset-kan lateral sinistral (5,5m) di Pue Bongo, Kabupaten Sigi, Sulteng. (model  foto Reza Permadi)
      reportasi_iagi_di_palu_ft3
      “Normal faulting” – offset vertical sekitar 120cm di Pakuli, Bumbasa, Sigi

      reportasi_iagi_di_palu_ft4
      Likuifaksi massif, Petobo, Kota Palu

      reportasi_iagi_di_palu_ft5
      Diskusi di lokasi offset Sigi, bersama tim Pusgen

      reportasi_iagi_di_palu_ft6
      Suasana diskusi Ketua Umum PP-IAGI, Sukmandaru Prihatmoko (berdiri), bersama awak media, 11 Okt 2018 malam

      reportasi_iagi_di_palu_ft7
      Di depan Posko IAGI Peduli Palu bersama Pengda IAGI Sultanbateng dan Tim Ekspedisi Palu Koro. (Ketua Pengda IAGI-SULTANBANTENG, Asri Jaya HS, ke-2 dari kanan, Ketum PP-IAGI, Sukmandaru Prihatmoko, ke-3 dari kanan, Ketua ekpedisi Palu-Koro, Trinirmala Ningrum, ke-4 dari kanan, IAGI-MAGI, Reza Permadi, ke-6 dari kanan)

      reportasi_iagi_di_palu_ft8
      Kota Palu menggeliat, aktivitas ekonomi mulai bergerak (Foto: Reza Permadi)

       

       

      Comments

      comments