Javascript anda tidak aktif!
Silahkan aktifkan javascript pada browser anda untuk mengakses website kami, atau ikuti timeline kami atau like halaman facebook kami.
    • Sekuen Februari 2018

      Mengawali kiprah di bulan kedua tahun ini, para jawara tambang berkumpul di Freeport, ketika Dewan Professor UNPAD melakukan Kunjungan Kerja ke Geopark Ciletuh – Pelabuhan Ratu, dan IAGI Pengda DIY menyelenggarakan Ngopi Pagi sebelum menyelenggarakan Workshop “Geology for Non-Geology” kepada para guru mata pelajaran geografi sebagai sebuah bagian dari penyelarasan kurikulum pembelajaran. IAGI melalui MGEI pun sebenarnya sudah pernah menyelenggarakan kegiatan serupa, dengan mata pelajaran geografi yang masuk dalam bidang keilmuan IPS, memang akan selalu menjadi tantangan untuk mengajarkan kondisi permukaan bumi untuk keperluan ilmu sosial. Dahsyatnya letusan Gunung Tambora tahun 1815 pun kembali bergaung setelah IAGI secara aktif mengajukan tanggal 10 April sebagai International Day of Volcanoes untuk diajukan ke PBB, melalui UNESCO. Tentunya usulan tersebut tidak hanya butuh dukungan jempol belaka, namun tetap perlu terus dibarengi dengan penelitian, studi komprehensif, maupun penulisan paper dan tulisan ilmiah populer untuk terus menambah nilai informasi geologi yang dikandungnya. Bahkan, memperingati 200 tahun meletusnya, PP IAGI pun pernah melakukan pendakian bersama ke puncak Gunung Tambora, sebagai simbol wujud dukungan yang tiada hentinya.

      Kuliah online mengenai Geoteknik yang diselenggarakan oleh MGTI dan FGMI memulai pekan kedua dengan hangat, bersambung dengan temu tokoh FGMI yang menghadirkan Pakdhe Dongeng Geologi sebagai narasumbernya. Pertemuan lanjutan membahas peningkatan eksplorasi dan produksi migas pun dilakukan dalam suasana serius tapi santai, begitupun persiapan Forum Group Discussion untuk perubahan listing rules antara BEI dan KCMI. Sosok mantan Menteri yang pernah dan terus berdedikasi untuk energi, kembali ditemui dan diangkat oleh IAGI, dengan jenaka menceritakan ledekan pada dirinya ketika digeser dari jabatan Menteri Transmigrasi dan Koperasi menjadi Menteri Pertambangan. Turun kelas, dari mengurusi man power, menjadi horse power. Hal menarik lainnya, berkaitan dengan rencana penguatan indutri otomotif yang ramah lingkungan, mobil listrikli lithium menjadi salah satu opsinya. Eksplorasi geologi terhadap energi baru dan terbarukan terhadap mineral baterai nampak mulai bergerak sebagai alternatif baru yang kian menantang untuk dijajaki. World Economic Forum yang menyampaikan hal senada, menambah urgensi untuk menelusuri relasi antara geologi, ekstraksi, metallurgy, market dan usage-nya. Bahasan mengenai energi pun kian lengkap, ketika FGMI menyelenggarakan ESK mengenai Geothermal di akhir pekan, kajian proyek Bribin sebagai mikrohidro pertama di Indonesia pun turut dibahas IAGI, dan bahkan sebagai fossil fuel pelaksanaan A-Z Petroleum Geologist juga diselenggarakan ISPG secara serentak di lebih dari 10 kampus geologi di Indonesia. Semakin menunjukkan taji IAGI dalam itikad terus mengawal ketersediaan energi di negeri ini.

      Sepekan setelahnya, fenomena gempa dan gerakan tanah kembali menghantui Jakarta, Wakil Gubernur DKI Jakarta pun menaruh perhatian dan memberikan himbauan kepada warga untuk mewaspadai keretakan jalan di Berlan, misalnya. Ibu Menteri Keuangan menambahkan bahwa di Ibu Kota saja, gempa berpotensi merugikan negara hingga 40 Triliun. Sudah lebih dari cukup untuk membuat para aktivis FGMI dan Bidang Kebijakan Publik PP IAGI untuk bertemu dan segera ambil posisi. Pengaktifan kembali PP IAGI Pengda DKI Jakarta terus menjadi urgensi, pembahasan mengenai amblesan, intrusi air laut, patahan, gempa bumi dan reklamasi pun sudah menanti. Bergeser ke Jawa Barat, kondisi DAS Cisanggarung yang kritis menunjukkan betapa pentingnya untuk terus menjaga manajemen air sungai agar tetap bersih dan terintegrasi. Gerakan Citarum Harum muncul sebagai bagian dari upaya konservasi. Konsep peringatan dini bencana air tanah di Jawa Barat pun disiapkan berbarengan dengan rancangan induk penanggulangan bencana oleh Pemerintah Pusat. Menteri ESDM lantas berpesan dan memberikan arahan agar terus dapat dikembangkan inovasi teknologi kebencanaan geologi. Di Brebes, longsor terjadi setelah hujan turun tak berhenti selama 2 hari. FGMI dan IAGI sigap dengan analisis gerakan tanah serta berbagai rekomendasi evakuasi.

      Mengawali pekan terakhir di bulan Februari, kesibukan IAGI di tahun ini mulai tersaji, ISPG Research Forum terus bersiap diri, rencana International Geothermal Workshop dan FOSI – IAS – SEPM Workshop juga terus disosialisasi, tidak ketinggalan Call for Paper PIT IAGI Pekanbaru 2018 yang telah dinanti. Sabtu sibuk di akhir pekan, dimana 3 kegiatan IAGI berjalan bersamaan, bahkan 2 diantaranya diselenggarakan di ruangan yang bersebelahan, di Gedung BEJ Jakarta; ISPG Geomechanics Day dan ESK FGMI mengenai Geothermal. Di Bogor, ada pengukuhan SM IAGI UNPAK sebagai anggota termuda dari keluarga besar SM IAGI. Penghujung bulan yang dinaungi hujan lebat, seolah membuktikan ketepatan informasi prakiraan cuaca ekstrem yang menurut BMKG harus terus diwaspadai.

      Salam IAGI, Geologi Membumi

      Dwandari Ralanarko (Andar)

      Sekretaris Jenderal

      PP Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

      NPA #4693