Javascript anda tidak aktif!
Silahkan aktifkan javascript pada browser anda untuk mengakses website kami, atau ikuti timeline kami atau like halaman facebook kami.
    • Senin, 13 Februari 2017, MAGI (Masyarakat Geowisata Indonesia) atau Indonesian Geotourism Society yang merupakan sub-organisasi dari IAGI melakukan pertemuan bertempat di Ruang Edukasi, Museum Geologi, Badan Geologi, Bandung untuk melakukan Rapat Pengurus sekaligus pemilihan  Ketua MAGI dari Dr. Yun Yunus Kusumahbrata (periode 2013-2016) kepada Dr. Budi Brahmantyo (periode 2017-2019).

      Rapat dihadiri  Pengurus MAGI dan Ketua PP IAGI Sukmandaru Prihatmoko. Pengurus MAGI yang hadir antara lain; Yun Yunus Kusumahbrata, Budi Brahmantyo, Heryadi Rachmat, Oman Abdurrahman, Sinung Baskoro, Oki Oktariadi, Adi Hardiyono, Atep Kurnia, Ronald Agusta, Deni Sugandi, Titi Bachtiar, Dwandari Ralanarko, Rahman Hakim Syaiful , Reza Permadi, dan wakil dari Pengurus Masyarakat Geologi Tata Lingkungan (MAGLI) Indra Badri.

      Acara berlangsung dari pukul 14.00 – 16.00 WIB, dimulai dengan Sambutan dari Oman Abdurrahman selaku Kepala Museum Geologi, dilanjutkan dengan laporan Pertanggungjawaban Ketua MAGI, Yun Yunus Kusumahbrata, yang diawali pemaparan tentang Geowisata dan kilas balik berdirinya MAGI.

      Acara dilanjutkan dengan pemilihan ketua baru MAGI yang diilakukan secara Musyawarah untuk mufakat. Berdasarkan kompetensi, etika dan sumbangsihnya di bidang Geowisata, maka diputuskan Budi Brahmantyo sebagai Ketua baru MAGI untuk periode 2017-2019. Pasca terpilihnya Budi Brahmantyo sebagai ketua MAGI yang baru, acara dilanjutkan dengan pemaparan rencana program MAGI Periode 2017-2019. Budi Brahmantyo mengatakan “Harapannya MAGI bisa menjadi Lembaga sertifikasi profesi di bidang Geowisata dan mempunyai peran penting dalam aktifitas Geowisata di Indonesia sehingga Geowisata dapat terasa di seluruh wilayah Indonesia”.

      Program dari MAGI akan membuat suatu SKKNI (Standard Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) khusus Geowisata, bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata R.I, hal ini diperlukan untuk melakukan sertifikasi kepada para pemandu wisata untuk menghasilkan seorang Interpreter yang kompeten di bidang Geowisata.

      Selain itu MAGI juga akan melakukan Audiensi dengan stakeholders di bidang Pariwisata seperti ASITA (Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies) dan HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) dengan tujuan untuk melihat peluang adanya kerjasama di bidang Pariwisata khususnya Geowisata.

      Untuk menyebarluaskan spirit Geowisata ke seluruh Indonesia, MAGi juga berencana untuk membangun SM (Seksi Mahasiswa) di setiap Universitas yang memiliki Program Studi Teknik Geologi di seluruh Indonesia. Hal ini agar jiwa seorang profesional interpreter bisa ditanamkan mulai dari Mahasiswa.

      Pada acara Penutup, Ketua PP IAGI Sukmandaru Prihatmoko mengatakan “MAGI harus bersifat konservatif, salah satunya dengan memanfaatkan area bekas tambang untuk dijadikan destinasi Geowisata, sehingga area tersebut tidak sia-sia dan menjadi ruang edukasi untuk wisatawan”

      Acara terakhir ditutup dengan pembacaan doa oleh Sinung Baskoro dan foto bersama. Harapannya Geowisata dapat menjadi alternatif bagi industri kebumian, karena memanfaatkan Sumber Daya Alam hanya untuk dinikmati dan bersifat Non-Ekstraktif.

      Pengurus MAGI 2017-2019 Foto1 Pengurus MAGI 2017-2019 Foto2 Pengurus MAGI 2017-2019 Foto3 Pengurus MAGI 2017-2019 Foto4

       

      Comments

      comments