Javascript anda tidak aktif!
Silahkan aktifkan javascript pada browser anda untuk mengakses website kami, atau ikuti timeline kami atau like halaman facebook kami.
  • CITARUM SAKIT, PERLU RESTORASI


    • Bandung, 28 Jun 2019. Citarum sakit, dan perlu restorasi untuk memulihkannya. Pernyataan ini diungkapkan oleh Supardiyono Sobirin (Anggota Tim Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum) dalam forum diskusi yang dihelat oleh IAGI di Bandung 28 Juni 2019. Seperti yang sudah diketahui oleh khalayak sejak beberapa tahun lalu bahwa sungai Citarum adalah sungai yang paling tercemar di dunia. Pemprov Jabar kemudian mencanangkan program Citarum Bestari (bersih, sehat, indah dan lestari) di tahun 2013. Namun setelah 5 tahun tidak ada perkembangan, kemudian di tahun 2018, Presiden RI turun tangan menggulirkan program Citarum Harum melaui Perpres No. 15/ 2018 untuk menanggulangi pencemaran dan kerusakan DAS, yang ditargetkn selesai dalam 7 tahun.

      Forum diskusi yang bertajuk “Pemulihan Sungai Citarum melalui Pengembangan Geowisata) dan bertempat di Ruang Rapat Pusat Survey Geologi ini menampilkan 2 narasumber lain, selain Supardiyono Sobirin, yaitu Heryadi Rachmat (Masyarakat Geowisata Indonesia/ MAGI) dan Asep Kurnia Permana (Pusat Survey Geologi, Badan Geologi, KESDM). Diskusi dihadiri oleh peserta dari Badan Geologi, Kemenko Maritim, Pemprov Jabar (Disbudpar), akademisi (ITB dan Unpad), arkeolog, budayawan, aktifis lingkungan, dan dari PPIAGI, MAGI serta MAGETI (Masyarakat Geologi Tata Lingkungan Indonesia).

      Sungai Citarum merupakan sungai terpanjang di Jabar dengan luas DAS sekitar 690 ribu hektar, dimana di dalamnya ada beberapa bendungan besar yaitu Jatiluhur, Cirata, dan Saguling. DAS Citarum secara administratif masuk di dalam wilayah 10 Kabupten/ Kota, dari Bandung di selatan sampai Kerawang di bagian hilirnya. Secara geologi DAS Citarum melintasi berbagai jenis batuan dari yang berumur Eocene (50 juta tahun)  sampai dengan endapan alluvial muda, ungkap Ketum IAGI, Sukmandaru Prihatmoko dalam sambutan pembukaannya.

      Terungkap dalam paparan, bahwa sekitar 32% area dalam segmen DAS Citarum Hulu, pemanfaatan lahanny tidak sesui dengan daya dukung alamnya. Banyak area yang seharusnya menjadi area konservasi ternyata telah menjadi area budidaya dan pemukiman. Oleh karenanya, restorasi harus dilakukan untuk memperbaiki kerusakan lahan.

      Banyak sekali masukan didapatkan dari diskusi IAGI yang dimoderatori oleh Oman Abdurrachman. Aspek pengembangan geowisata mestinya bisa menjadi salah satu solusi alternatif dan menjdi bagian dari program restorasi DAS Citarum. Prinsip dasar geowisata sangat sejalan dengan “grand design” pengendalian pencemaran dan kerusakan DAS Citarum. Dibahas juga, pengembangan geowisata daerah Cisanti yang berada di hulu Citarum bisa menjadi program percontohan, yang sangat didukung oleh Disbudpar Jabar. Aspek budaya Sunda dan arkeologi (terutama dengan adanya temuan-temuan artefak di Gua Pawon) juga menjadi masukan yang sangat penting.

      IAGI melalui MAGI dan MAGETI berencana menindaklanjuti hasil diskusi ini dengan merangkum masukan yang di dapat dan mungkin membuat proposal kegiatan riil kegeowisataan dan dibawa ke pihak/ instansi yang berkompeten.

      Sebelum acara diskusi dimulai PPIAGI memanfaatkan waktu pada acara ini untuk meresmikan kantor/ sekretariat cabang IAGI yang terletak di Gedung C, Lantai 4, Badan Geologi, Jl. Diponegoro 57, Bandung. Ruangan

      Sekretariat yang difasitasi oleh Badan Geologi ini akan dimanfaatkan menjadi pusat kegiatan anggota dan pengurus IAGI yang berdomisili di Bandung/ Jabar di bawah naungan Pengda IAGI Jabar-Banten, MAGI, MGTI, MAGETI dan SM-IAGI. Ditetapkan juga yang menjadi penanggung-jawab pengelolaan Sekretariat Bandung adalah Dr. Ir. Heryadi Rachmat yang juga adalah Staff Khusus PPIAGI dan Ketua MAGI. (SP/ Biro Media IAGI).

      diskusi das citarum ft1
      Foto 1. Forum diskusi IAGI tentang Pemulihan Citarum melalui Pengembangan Geowisata di Bandung

      diskusi das citarum ft2
      Foto 2. Perlunya restorasi DAS Citarum

      diskusi das citarum ft3
      Foto 3. Peresmian Sekretariat IAGI cabang Bandung ditandai dengan penyerahan SK PPIAGI oleh Ketum IAGI kepada Dr. Heryadi Rachmat sebagai penanggung jawab Sekretariat IAGI Bandung

      diskusi das citarum ft4
      Foto 4. Peserta Forum Diskusi IAGI untuk Citarum Harum

      Comments

      comments