Javascript anda tidak aktif!
Silahkan aktifkan javascript pada browser anda untuk mengakses website kami, atau ikuti timeline kami atau like halaman facebook kami.
    • LOGO IAGI

      iagi-logo-rekonstruksi-ver5    IAGI text 480px

      1. Pendahuluan

      Lambang organisasi IAGI pertama kali diresmikan pada masa kepengurusan IAGI 1974 – 1975, dengan Ketua R.P. Koesoemadinata dan Sekretaris Adjat Sudradjat. Lambang organisasi merupakan hasil sayembara yang dimenangkan oleh Z. Herman (seorang juru gambar di Museum Geologi Bandung), yang kemudian diperbaiki atas arahan pengurus IAGI dengan memasukkan elemen-elemen geologi di dalamnya. Lambang kemudian disetujui oleh tiga pengurus IAGI di masa tersebut yaitu Mohammad Koesmono, M.M, Poerbo Hadiwidjojo, dan Adjat Sudradjat sebelum diresmikan pemakaiannya.

       

      1. Desain Lambang

      Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) – Bahasa Indonesia
      Indonesian Association of Geologists (IAGI) – Bahasa Inggris

      1. Deskripsi Lambang

      a. Bentuk :

                 Bulat Melingkar

      b. Warna :

            Biru (R=0; G=130; B=215)
            Kuning (R=255; G=241; B=1)
            Hitam (R=0; G=0; B=0)

      c.Text :

            Arial

      1. Unsur Lambang

      a. Bentuk Bulat Melingkar yang terdiri dari Lingkar Kecil dikelilingi oleh Lingkar Besar. Batas

      kedua bentuk Lingkaran adalah Dua Garis Hitam Sejajar dengan warna Putih di

      tengahnya.

       

      b. Lingkar Kecil berisi:

      Gambar sabuk berwarna biru berisi bentuk-bentuk pulau Indonesia yang mewakili pulau Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku (Banda, Seram, Buru) dan Sulawesi.
      Di luar sabuk diberi warna kuning mencerminkan laut dengan pulau Kalimantan dan Papua.
      Gambar pulau berwarna putih dengan garis pantai berwarna hitam.
      Garis hitam melengkung mencerminkan garis Katulistiwa.
      Sabuk yang melingkar melalui Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku (Banda, Seram, Buru), Sulawesi dan berujung di Papua. Di Sulawesi Utara sabuk itu memasuki gesper (buckle) yang sambungannya menjulur ke Papua. Terdapat lima lubang pada bagian sabuk yang sudah memasuki gesper. Di area Kepala Burung Papua sabuk melipat dan  ujungnya mencapai di perbatasan Papua dan Papua New Guinea. Sabuk yang bergesper merentang dan berujung ke Samudera Pasifik.

      c. Lingkar Luar berisi:

      Tulisan Ikatan Ahli Geologi Indonesia dan tanggal pendirian organisasi 13.4.1960 berwarna Hitam dengan warna latar belakang Biru
      Di antara tulisan dan tanggal di sebelah kiri dibatasi  dengan gambar Pena Bulu Angsa yang ber silang dengan gambar Palu. Di sebelah kanan dari tuli san tanggal pendirian organisasi diisi dengan gambar simbol Delapan Penjuru Angin.

      1. Makna Unsur Lambang

      a. Bentuk Bulat Melingkar mencerminkan bola dunia (globe/ geo)

      b. Garis Hitam Melengkung di dalam Lingkar Kecil mencerminkan garis Katulistiwa

      c. Lingkaran  yang dibatasi  oleh garis tebal di maknai  sebagai wadah yang kokoh dalam satu kesatuan. Lingkaran diisi dengan tulisan dan gambar sebagai berikut:

      – Ikatan Ahli Geologi Indonesia:  nama organisasi
      – 4.1960:  tanggal 13 April tahun 1960 adalah tanggali  didirikannya  organisasi IAGI
      – Palu dan Pena Bulu Angsa:  profesi geolog yang mengandalkan penelitian lapangan (palu) dan secara ilmiah menuliskannya (pena: menulis dan bulu angsa: ilmiah).
      – Simbol Delapan Penjuru Angin:  arah penunjuk pada kompas
      – Sabuk:  tali ikatan (asosiasi) yang sekaligus menggambarkan jalur tektonik Indonesia.

      1. Makna Warna

          – Kuning mencerminkan dinamisme dan keagungan

          – Biru mencerminkan pikiran yang jernih berlandaskan fakta