Javascript anda tidak aktif!
Silahkan aktifkan javascript pada browser anda untuk mengakses website kami, atau ikuti timeline kami atau like halaman facebook kami.
    • SEJARAH HARI BUMI.

      Tanggal 22 April setiap tahunnya diperingati secara internasional sebagai Hari Bumi (Earth Day) yaitu hari pengamatan tentang Bumi. Hari Bumi ini dirancang dengan tujuan untuk meningkatkan apresiasi dan kesadaran manusia terhadap planet yang ditinggalinya yaitu Bumi.

      Hari Bumi pertama kali diprakarsai oleh seorang Senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson pada tahun 1970 yang merupakan seorang pengajar lingkungan hidup. Tanggal 22 April tersebut bertepatan dengan musim semi di Bumi Belahan Utara (Northern Hemisphere) dan musim gugur di Bumi Belahan Selatan (Southern Hemisphere), kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari organisasi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sekarang. Pada tahun 2009, Majelis Umum PBB secara resmi menetapkan tanggal 22 April sebagai “INTERNATIONAL MOTHER EARTH DAY”.

      Setiap tahun semakin banyak warga dunia, komunitas dan lembaga yang ikut berpartisipasi memperingati Hari Bumi dan ini merupakan hari aksi global terbesar di dunia yang diatur secara internasional oleh Jaringan Hari Bumi (Earth Day Network) dan saat ini sudah lebih dari 1 miliar orang di 192 negara di seluruh dunia yang ikut ambil bagian dalam merayakannya.

      Hari Bumi merupakan hari aksi politik dan partisipasi warga di seluruh dunia. Orang-orang banyak yang memperingatinya dengan melakukan pawai berjalan kaki, bersepeda santai, aksi menanam pohon, aksi membersihkan jalan, sungai dan kota dari sampah. Komunitas-komunitas masyarakat memanfaatkan momen ini untuk menandatangani petisi. Pemerintah dan Swasta menggunakan even tersebut untuk menandatangani MoU (Nota Kesepahaman), mencanangkan program dan langkah pembangunan berkelanjutan. Bahkan para pemuka agama dan ilmuwan juga menghubungkannya dengan kewajiban manusia untuk bersama-sama melindungi dan menjaga kelestarian makhluk hidup ciptaan Tuhan, lingkungan hidup, keanekaragaman hayati, dan planet Bumi yang kita tinggali ini.

      LINDUNGI SPESIES KITA (PROTECT OUR SPECIES)

      Tema Hari Bumi tahun 2019 ini adalah “Protect Our Species” (Lindungi Spesies Kita). Tema ini dipilih dengan tujuan untuk menyadarkan umat manusia bahwa kepunahan spesies sedang terjadi dan berlangsung cepat di seluruh dunia, yang secara langsung terkait dengan aktivitas manusia sendiri yang menyebabkan perubahan iklim, deforestasi dan polusi.

      Lebih dari 99% dari semua spesies yang hidup di bumi diperkirakan akan punah. Saat ini, spesies yang telah diketahui hidup di bumi berkisar antara 10 juta hingga 14 juta spesies. Sejak tahun 1970, perkiraan terbaru menunjukkan bahwa aktivitas manusia telah menghapus kehidupan 60% populasi hewan.

      Ilmuwan memperkirakan, kita telah kehilangan spesies pada tingkat normal 1.000 hingga 10.000 kali. 40% dari 11.000 spesies burung yang ada di dunia mengalami penurunan jumlah spesies, 1 dari 8 menghadapi kepunahan global. Jumlah hewan yang hidup di darat telah berkurang 40% dan populasi hewan di ekosistem air tawar telah berkurang 75%. Populasi serangga telah menurun hingga 75% di beberapa tempat di dunia.

      Lebih dari 25% kehidupan laut hidup di kawasan terumbu karang, namun sekitar seperempat terumbu karang dunia telah mengalami kerusakan dan tidak dapat diperbaiki lagi. Earth Day Network mengatakan bahwa 75 persen dari terumbu karang dunia terancam punah.

      Dunia adalah rumah bagi 60.000 spesies pohon yang beragam. Di seluruh dunia, pohon menempati sekitar 30,6% dari luas daratan bumi. Namun menurut data, antara tahun 2015-2016 dunia telah kehilangan 73,4 juta hektar pohon. Dan sebenarnya masih banyak lagi fakta tentang kepunahan spesies yang terus berlangsung di muka bumi ini.

      UPAYA YANG BISA DILAKUKAN UNTUK MENGHAMBAT LAJU KEPUNAHAN SPESIES.

      1. Mendidik dan meningkatkan kesadaran kepada anggota keluarga dan masyarakat tentang beberapa spesies yang terancam punah di lingkungan kita.
      2. Meningkatkan kesadaran tentang penyebab kepunahan jutaan spesies hewan / tumbuhan dan apa konsekuensi yang bakal terjadi.
      3. Mendorong individu untuk mulai membudayakan pola makan vegetarian dan berhenti menggunakan pestisida / herbisida.
      4. Melestarikan, melindungi dan memulihkan habitat dan mencegah terjadinya kepunahan spesies.

      “MARI LINDUNGI SPESIES HEWAN & TUMBUHAN DARI KEPUNAHAN, DEMI KELESTARIAN DAN KEBERLANGSUNGAN HIDUP BUMI KITA”

      ___________________________________

      Dirangkum dari berbagai sumber oleh :
      Sinung Baskoro, pengurus/anggota MAGI-IAGI.

      Catatan: Artikel diambil dari FB Sinung Baskoro (https://www.facebook.com/sinung.baskoro)

      hwd ft5


      Comments

      comments