Javascript anda tidak aktif!
Silahkan aktifkan javascript pada browser anda untuk mengakses website kami, atau ikuti timeline kami atau like halaman facebook kami.
    •             Bogor, IAGI – Dewasa kini, seringnya terjadi bencana geologi seperti Tanah Longsor, Gempa Bumi, Erupsi Gunungapi dan Banjir yang terjadi dalam kurun waktu yang sangat dekat menjadi satu hal yang menarik untuk di bahas. Salah satu lokasi rawan bencana geologi di Pulau Jawa adalah Jawa Barat. Belum lama terdengar kabar adanya Tanah Longsor yang terjadi di Cisarua Bogor yang menimbulkan korban jiwa. Hal tersebut mendasari SM IAGI UNPAK untuk mengadakan seminar Potensi dan Mitigasi Bencana Daerah Jawa Barat sekaligus mengadakan peresmian pengurus SM IAGI periode 2017/2018.

                  Di laksanakan pada tanggal 24 Februari 2018 di Gedung Pakuan Siliwangi lt.10 Ruang Teater pukul 09.00 WIB, seminar pada hari sabtu tersebut di awali oleh sambutan Ir. Denny Sukamto Kadarisman, M.T, selaku Pembina Kampus SM IAGI UNPAK dan di buka oleh Ir. Mohammad Syaiful, M.Si selaku Sekretaris Jurusan Program Studi Teknik Geologi UNPAK mewakili KAPRODI yang berhalangan hadir. Seminar kali ini dihadiri kurang lebih 80 peserta seminar yang terdiri dari mahasiswa teknik geologi, planologi, anggota SM serta tamu undangan.

                  Acara inti seminar dipimpin oleh moderator yaitu Dinta Anindhy Ismiralda, S.T, yang merupakan alumni Teknik Geologi UNPAK yang sedang menyelesaikan pendidikan magisternya di ITB dan menjadi Asisten Dosen untuk mata kuliah Gambar Teknik dan Geofisika Umum. Sedangkan pembicara pada seminar merupakan praktisi pada bidang Gerakan tanah yaitu Dr. Agus Budiono ( Kepala Bidang Gerakan Tanah PVMBG) dan Suhra, SE, MM,Ak ( Sekretaris BPBD JABAR).

                  Dr. Agus sebagai pembicara pertama menjelaskan terlebih dahulu tentang prinsip dasar gerakan tanah yang terdiri atas petrologi, struktur geologi, dan stratigrafi. Jika ketiga dari prinsip dasar tersebut bukan menjadi alasan utama terjadinya gerakan tanah maka harus di perhatikan adalah air yang mengalir dipermukaan ataupun air tanah. Sering terjadinya ketidak pahaman akan hal tersebut maka di beberapa kejadian seperti di Tasikmalaya, masyarakatnya membangun tempat tinggal yang dilewati oleh air tanah sehingga pada saat terjadi Tanah Longsor maka lokasi pertama yang akan terkena dampaknya adalah lokasi pemukiman tersebut. Bagaimana cara mengatasinya? Mengalihkan jalur aliran air tanah agar tidak melewati pemukiman. Tapi hal tersebut hanya menjadi solusi sementara, sedangkan solusi terbaik tetaplah relokasi lokasi pemukiman agar tidak di bawah jalur aliran air tanah.

                  Begitu pula dengan Gempa bumi dan Tsunami, Dr. Agus menambahkan sedikit bahwa kita tidak dapat melihat dimana sumbernya, tapi kita dapat mengetahui pola dari bencana geologi tersebut. Maka dalam menganalisa sebuah bencana geologi, tidak harus dengan cara melihat sumbernya, tapi bagaimana pola yang dihasilkan dari sebelum kejadian, pada saat kejadian dan sesudah kejadian untuk dapat memprediksi bagaimana bencana geologi selanjutnya.

                  Dilanjutkan dengan Pembicara kedua yaitu Suhra, SE, MM.Ak yang sekarang ini sedang menjabat sebagai sekretaris BPBD Jawa Barat. Beliau menjelaskan indeks resiko bencana di Jawa Barat. Kali in Bogor berada pada posisi 20 dengan kelas resiko bencana tinggi, yang dapat di artikan bahwa Bogor menjadi lokasi rawan bencana sehingga sangat penting adanya managemen penanggulangan bencana dan mitigasi dimulai dari kelompok paling kecil yaitu keluarga, RT/RW, Desa, hingga Kecamatan sehingga hal tersebut dapat meminimalisir adanya korban dari bencana alam.

                  Selesai pemaparan dari kedua pembicara diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi singkat yang cukup menarik. Setelah sesi tanya jawab dilanjutkan dengan pemberian momento kepada kedua pembicara yang di wakili oleh perwakilah Ikatan Alumni Geologi Pakuan ibu Ir. Catrin.

                  Dengan selesainya seminar, dilanjutkan dengan acara Peresmian Pengurus SM IAGI UNPAK yang di wakili oleh Syukron Ady mewakili Ketua FGMI dengan memberikan sambutan dan pembacaan SK Kepengurusan SM IAGI UNPAK periode 2017/2018 yang kemudian diberikan kepada Kartika Widyani selaku Ketua SM IAGI UNPAK Periode 2017/2018 sekaligus foto bersama seluruh pengurus SM IAGI Periode 201/2018 dengan pembimbing professional SM IAGI yaitu Firsta Kamandika. Semoga dengan dilantiknya kepengurusan yang baru ini dapat membawa SM IAGI UNPAK untuk dapat lebih maju, kreatif dan ikut membangun negeri di bidang Geoscience. (Kartika – SM IAGI UNPAK)

      pelatihan_unpak1

      Kata sambutan dari Sekretaris Jurusan oleh Ir. Mohammad Syaiful, M.Si

      pelatihan_unpak2

      Seminar Potensi Dan Mitigasi Bencana Daerah Jawa Barat oleh Dr. Agus dan Suhra, SE, MM,Ak

      pelatihan_unpak3

      Serah terima SK Kepengurusan SM IAGI UNPAK

      pelatihan_unpak4

      Foto bersama setelah acara seminar dan pelantikan SM IAGI UNPAK

      Comments

      comments