Javascript anda tidak aktif!
Silahkan aktifkan javascript pada browser anda untuk mengakses website kami, atau ikuti timeline kami atau like halaman facebook kami.
    • Jakarta, 21 April 2019. Tahun ini Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) menginjak usia ke-59 tahun. IAGI memperingati hari jadi ke-59 dengan rangkaian acara bertajuk HUT IAGI Ke-59. Rangkaian acara yang telah dilakukan, yaitu Turnamen Futsal IAGI Cup 2019 dan Syukuran Acara Puncak HUT IAGI Ke-59. Seluruh acara dimeriahkan oleh partisipasi pengurus dan  anggota IAGI.

      Syukuran Acara Puncak Perayaan HUT IAGI Ke-59 dilakukan tepat pada tanggal IAGI berdiri, yaitu 13 April 2019 bertempat di Hotel The Grove Suites by Aston, Kuningan, Jakarta Selatan. Acara ini mengusung acara inti berupa Women in Geology dalam rangka memberikan penghargaan kepada Srikandi Geologi di Indonesia serta memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April. Selain acara inti, dilakukan juga pemberian perhargaan kepada Mantan Ketua IAGI yang baru saja berpulang, Alm. Rovicky Dwi Putrohari a.k.a RDP yang dikemas dalam Memorial Sang Pendongeng Geologi.

      Acara Puncak dimulai pukul 12.00 WIB siang dan dibuka oleh Ketua Umum IAGI, Sukmandaru Prihatmoko. Turut hadir Dewan Kehormatan IAGI, Dewan Pengawas IAGI, Mantan Ketua dan para senior IAGI, Pengurus IAGI dan anggota IAGI lintas generasi. Siang hari itu dimulai dengan pemotongan tumpeng sesuai tradisi, yaitu oleh Ketua Umum IAGI diberikan kepada Anggota IAGI paling senior dan paling muda yang hadir pada Acara Puncak. Anggota paling senior yang hadir, yaitu Bapak Suyitno Padmosukisno dan Prof. Mimin Karmini Adisaputra dan anggota paling muda, yaitu Mufti, mahasiswa dari ITSB.

      hutiagi59_ft1
      Foto 1. Pembukaan oleh Ketua Umum IAGI

      hutiagi59_ft2Foto 2. Pemberian secara simbolis Potongan Tumpeng dari Ketua IAGI kepada Prof. Mimin Karmini

      hutiagi59_ft3Foto 3. Foto bersama bersama senior dan yunior IAGI. (Ki-ka) Sukmandaru Prihatmoko, Mufti, Prof. Mimin Karmini A., Suyitno Padmosukisno, M. Burhannudinnur

      Acara selanjutnya, yaitu Memorial Sang Pendongeng Geologi  berupa peluncuran buku hasil kerjasama IAGI dan KAGEOGAMA (Keluarga Alumni Geologi Universitas Gajah Mada) yang berisi tulisan para sahabat tentang persahabatan dengan almarhum RDP. Peluncuran buku berjudul Dongeng Terakhir PakDhe dihadiri oleh Istri dan keluarga Alm. RDP. Sebuah pesan tersirat ditutur oleh Yuenda, istri Alm. RDP, bahwa semasa hidupnya Alm. Selalu berpesan kepada istri dan keluarganya untuk “menuliskan segala sesuatu semua ide, pendapat kita, tidak hanya mengucapkan atau mendiskusikannya”. Telah diketahui oleh seluruh kalangan Geologi bahwa Almarhum yang sering juga disapa PakDhe, memiliki sebuah blog yang berisi dongeng atau cerita singkat mengenai pengetahuan fenomena-fenomena geologi yang dikemas dengan bahasa yang ringan dan ditambahkan ilustrasi gambar sehingga sangat menarik dan mudah dimengerti oleh pembacanya baik dari kalangan Geologi maupun Non-Geologi. Semoga PakDhe mendapatkan tempat terbaik disisi-Nya dan karya-karyamu dongeng-dongeng-mu tentang sosialisasi dan literasi geologi akan abadi menjadi amalan jariyah.

      hutiagi59_ft4Foto 4. Pemberian Buku Dongeng Terkahir PakDhe dari Ketua Umum IAGI kepada Istri Alm. RDP

      Menjelang sore hari, acara semakin hangat dan meriah. Tibalah pada acara inti lainnya, yaitu Talk ShowWomen in Geology”. Talk Show “Women in Geology” menghadirkan Srikandi-srikandi hebat yang telah memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan dunia Geologi di Indonesia khususnya. Mereka adalah para professor geologi wanita, yaitu Prof. Dwikorita Karnawati (Kepala BMKG), Prof. Made Emmy Relawati Suparka (Teknik Geologi ITB), Prof. Mega Fatimah Rosana (Geologi UNPAD), Prof. Mimin Karmini (Eks. Kepala Puslitbang PPPGL). Hadir pula Srikandi di dunia industry, yaitu Parvita H. Siregar (Manager Eksplorasi Conrad Petroleum) dan Shinta Damayanti (Manager Eksplorasi SKK Migas). Talk Show dimoderatori oleh 2 orang Geologist muda berbakat, yaitu Cindi Kamelina (Geologist PT. AKGC)  dan Widiastuti Nurfarida (Geologist PT. PHE).

      Talk Show dibagi menjadi 2 sesi dengan mengangkat 2 topik berbeda. Sesi pertama mengangkat topik “Berbagi Pengalaman, tentang hal-hal yang sangat berkesan selama berkecimpung di dunia geologi?” . Para narasumber membagikan cerita dan pengalamannya yang sangat menginspirasi dan memotivasi.

      Prof. Mega Fatimah Rosana membagikan ceritanya ketika pertama kali berkarir di Geologi.

      hutiagi59_ft5“Saya banyak berkecimpung di Mineral Eksplorasi. Awal bekerja sering ditolak karena saya perempuan, sehingga kemudian saya terjun ke dunia pendidikan. Pengalaman pertama terjun ke lapangan, yaitu ke perusahaan tambang di Rio Tinto. Jadi, saya tidak memiliki pengalaman dan pengetahuan lebih dahulu mengenai pertambangan di Indonesia.”

      Prof. Made Emmy Relawati Suparka membagi pengalaman yang sama saat pertama kali bekerja di lapangan.

      hutiagi59_ft6“Saat ini saya memilih Teknik Geologi ketimbang Teknik Kimia, karena saya ingin jalan-jalan. Pengalaman berkesan saya, yaitu ketika bekerja di lapangan, hal yang paling menyulitkan yaitu kebutuhan untuk mandi. Dimana kala itu saya rela untuk jalan pulang pergi dua jam untuk mandi ke tempat perbekalan di awal. Namun, pada akhirnya suatu waktu saya disediakan kamar mandi emergency. Sehingga situasi ini menuntut kita untuk menjadi kreatif.”

      Prof. Mimin Karmini Adisaputra membagikan pengalamannya sebagai geologist yang bekerja di laut.

      hutiagi59_ft7“Pegalaman yang takkan terlupakan adalah ketika saya sedang bekerja di laut. Kebutuhan akan kamar mandi menjadi hal menyulitkan juga ketika bertugas diatas kapal ditengah lautan. Kala itu saya juga tidak bisa berenang namun saya berusaha dan yakin bahwa tidak bisa berenang bukanlah halangan untuk bekerja di lautan. Hal lain, saya mengatasi mabuk pada saat dikapal adalah saya membaringan diri di kapal bagian atas kurang lebih selama 2 jam.”

       

      Prof. Dwikorita Karnawati membagikan pengalamannya ketika melakukan simulasi bencana bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN).

      hutiagi59_ft8“Pengalaman paling berkesan adalah pada saat menjalankan KKN (Kuliah Kerja Nyata) dengan para mahasiswa, yaitu melakukan simulasi bencana bersama warga.”

      Shinta Damayanti membagikan pengalamannya ketika dalam posisi seorang diri di lapangan.

      hutiagi59_ft9“Saat itu saya sedang berada di lapangan tepatnya ditengah hutan. Saya pergi mengendarai mibil seorang diri dan tiba-tiba mobil saya mogok. Saya tidak paham apa yang terjadi sehingga kondisi saya membuat tim khawatir dan akhirnya saya dituntut oleh HSE kantor untuk melakukan uji SIM untuk mengendara di lapangan dan hasilnya, saya tidak lulus untuk mengendarai mobil di lapangan.”

      Parvita H. Siregar membagi pengalamannya ketika memilih kuliah Geologi.

      hutiagi59_ft10“Sejak SMA saja diarahkan untuk menjadi dokter oleh Ayah dan Ibu saya. Namun saya memilih kuliah Geologi, Ayah saya marah karena saya perempuan, tetapi paman saya sangat mendukung. Hal yang memotivasi saya saat itu, saya ingin menjadi geologist yang mempunyai kemampuan berbahasa Inggris sebagai kelebihan saya di dunia kerja nantinya, seperti dimulai dengan menulis paper Bahasa Inggris. Pokoknya, harus jadi seorang geologist perempuan yang beda daripada yang lain. Dalam berkarir, saya berkecimpung di IPA (Indonesian Petroleum Association). Saya membuat terobosan saat itu dengan mengadakan Program Teknikal Presentasi Paper untuk mahasiswa hingga sekarang embrio tersebut telah berkembang dan banyak mahasiswa dapat presentasi paper di IPA.”

      Talkshow sesi 1 ini menghasilkan kesan dan pesan bahwa “Seorang perempuan sebagai Geologist harus mandiri, kreatif, bertekad bisa, dan memiliki kemampuan yang dapat melebihi geologist lainnya.”

      hutiagi59_ft11Foto 5. Talk Show “Women in Geology”.

      Talkshow Sesi ke-2 mengangkat topik “Perkembangan jumlah wanita Geologist di Indonesia. Apa yang harus dilakukan dan dipersiapkan?”. Sesi ini sangat menarik, moderator menampilkan hasil riset anggota IAGI perempuan dari tahun ke tahun untuk ditanggapi oleh para narasumber. Berikut ini data dan tanggapannya.

      hutiagi59_ft12

      hutiagi59_ft13Foto 6. Grafik Jumlah Anggota IAGI 1971-2019

      Parvita H. Siregar

      “Jumlah geologist perempuan terus bertambah dari dahulu hingga sekarang seiring dengan kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi mempermudah pekerjaan khususnya untuk perempuan, sekarang perempuan tidak harus melakukan pekerjaan fisik di lapangan tetapi dapat mengolah data, interpretasi dan lain sebagainya dengan mengaksesnya di kantor ataupun di rumah. Kita ada disini karena kita bisa bukan karena kita perempuan. Untuk kedepannya perempuan harus bisa lebih maju. Terutama dengan adanya Big Data dan kemudahan mengakses data / open data oleh pemerintah. Salah satunya, di dunia migas ada kaitannya dengan peran SKK Migas yang saat ini mengambil alih blok-blok migas.”

       

      Shinta Damayanti

      “Dalam pekerjaan pengolahan data dan Big Data, saat ini banyak berdiri Multiclient Data Room atau konsultan pengelola data. Multiclient Data Room dapat didirikan oleh geologist-geologist muda sebagai partner pemerintah atau perusahaan. Seperti dalam mengelola data geokimia, seismik, dll. Di luar negeri sudah banyak berdiri perusahaan ini.”

       

      Prof. Dwikorita Karnawati

      “Berbicara mengenai dunia pemerintahan, saya ingin menyebarkan mengenai Spirit Socio – Enterpreneur, yaitu spirit yang siap dalam kondisi apapun (berbasis skenario). Cermat membaca resiko. Yang perlu kita ketahui, penjajahan saat ini bahwa siapa yang menguasai dunia adalah siapa yang menguasai data. Salah satu contoh permasalahan yang sering dihadapi adalah masalah kegempaan. Dimana IOT (Internet of Things) sangat berperan, sehingga perolehan informasi tepat pada waktunya dan benar, bukan tentang hoax belaka. Kita harus tetap memperbaharui apa yang ada, tidak boleh ketinggalan dengan yang lain. Boleh gagal tetapi harus bangkit kembali.”

       

      Prof. Mimin Karmini Adisaputra

      “Yang paling terpenting untuk saya adalah memiliki orang-orang yang mendukung kinerja kita. Di Geologi Kelautan untuk saat ini sangat sedikit sekali peminatnya. Padahal tidak ada alasan takut berenang atau apapun, karena harus percaya bisa.”

       

      Prof. Made Emmy Relawati Suparka

      “Hal terpenting lainnya diantara semua, kita harus up to date. Harus sadar waktu dan mengembangkan diri. Itulah hal-hal kecil yang harus kita perhatikan. Sebagai pengajar, saya juga sangat menyarankan mahasiswa untuk rajin membaca sehingga kita bisa sama-sama saling berdiskusi. Terutama pengalaman saya dengan banyak mahasiswa, murid dan guru harus bekerja sama dalam hal berinisiatif, kreatif, dan aktif. Murid harus aktif agar guru juga meng-upgrade diri. Pesan saya yang terakhir untuk hari ini bahwa Perempuan punya banyak peluang!”

       

      Prof. Mega Fatimah Rosana

      “Hal terpenting dalam dunia pendidikan dan organisasi saat ini bagi saya adalah perlunya penyamaan kurikulum inti untuk semua kampus, terutama kampus-kampus yang baru membuka jurusan Geologi di Indonesia. Dan juga saling mendukung kekurangan kebutuhan dalam hal ilmu, peralatan dan pelatihan. IAGI diharapkan dapat lebih sering mengadakan kunjungan professional dengan memberikan seminar ataupun pelatihan ke kampus-kampus.”

      Talk show Sesi 2 menghasilkan kesimpulan bahwa “Geologist saat ini baik perempuan ataupun laki-laki harus bersiap diri menyambut era kemajuan teknologi berbasis Industri 4.0 dengan selalu mempelajari hal-hal baru dan bergerak dengan cepat. Harus selalu up to date , mengembangkan diri dan percaya bisa. Spirit socio-enterpreneur juga harus dikembangkan oleh kalangan muda guna menyambut Big Data.”

      Acara lainnya, yaitu peluncuran database IAGI berbasis website sehingga mempermudah Anggota IAGI dapat mengakses informasi terkait IAGI serta mempermudah dalam mendaftar menjadi Anggota. Diharapkan dengan kemudahan ini akan terus menambah Anggota IAGI. HUT IAGI 59 juga dikolaborasikan dengan HUT salah satu anak organisasi, yaitu HUT FGMI ke-7. Kolaborasi ini mengusung program Penggalangan Dana Pengadaan Game Board untuk Anak-anak di Palu melalu situs www.kitabisa.com.

       hutiagi59_ft14Foto 7. Kehangatan Acara Puncak HUT IAGI Ke-59

       hutiagi59_ft15Foto 8. Kehangatan Acara Puncak HUT IAGI Ke-59

      hut iagi 59 futsal ft1 hut iagi 59 futsal ft2Foto 9. Pembukaan turnamen futsal IAGI Cup 2019

      IMG20190413164617Foto 10. Penyerahan trofi juara futsal IAGI Cup 2019

      hutiagi59_ft16Foto 11. Pose bersama narasumber Talk Show “Women in Geology”

      Demikianlah ulasan tentang perayaan HUT IAGI ke-59, semoga IAGI menjadi lebih sukses dan jaya dalam memajukan dunia geologi di Indonesia serta bermanfaat untuk masyarakat.

      “Terima kasih disampaikan kepada para sponsor yang mendukung perhelatan acara ini, di antaranya Sumacorp dan Singgih Widagdo”.

      (Cindi/Nover/ Biro Media IAGI)

      Comments

      comments