Javascript anda tidak aktif!
Silahkan aktifkan javascript pada browser anda untuk mengakses website kami, atau ikuti timeline kami atau like halaman facebook kami.
  • Monthly Archives: May 2017

    TINDAKAN PENDISIPLINAN KEPADA ANGGOTA IAGI / CPI-IAGI DIAMBIL OLEH PP-IAGI ATAS PELANGGARAN KODE ETIK IAGI DAN KODE KCMI 2011

    Jakarta, 27 Mei 2017. Sistem “Competent Person Indonesia” (CPI) – IAGI dan Kode KCMI (Komite Cadangan Mineral Indonesia)  2011 telah berjalan sejak beberapa tahun terakhir. Kode KCMI 2011 yang merupakan pedoman untuk pembuatan laporan Hasil Eksplorasi, Estimasi Sumberdaya dan Cadangan Minerba telah mulai dipakai pada berbagai pelaporan baik ke publik (Bursa Efek) maupun ke pemerintah. Dengan diterbitkannya Peraturan Dirjen Minerba No. 569.K/30/DJB/2015 yang berlaku efektif pada April 2017 yang mewajibkan pelaporan ke pemerintah harus mengacu kepada Kode KCMI/ SNI, menjadikan Kode KCMI dan sistem CPI semakin gencar diterapkan.

    Kode KCMI dan sistem CPI ini dikembangkan oleh IAGI dan PERHAPI dan diresmikan pemakaiannya pada 2011. IAGI dan PERHAPI juga telah mengikat Perjanjian Kerjasama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Desember 2014 dalam penerapan sistem ini. Terkait dengan hal tersebut, Komite Bersama IAGI-PERHAPI terus bekerja sama mengawal dan memperbaiki penerapan sistem ini demi terjaganya kualitas pelaporan Hasil Eksplorasi, Estimasi Sumberdaya dan Cadangan Minerba serta profesionalisme CPI sebagai penyusun laporan. Ini semua dimaksudkan agar data/ angka dan laporan minerba yang dibuat benar-benar valid dan dapat dipercaya baik untuk kepentingan negara/ pemerintah (misalnya untuk penyusunan neraca sumberdaya minerba) maupun kepentingan industri/ investasi.

    Saat ini IAGI melalui anak organisasi MGEI (Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia) telah mencatatkan sejumlah 133 CPI-IAGI dengan berbagai kategori baik tingkatan pelaporannya maupun jenis komoditinya. Dalam hal ini, penentuan seorang CPI dilakukan melalui proses bertahap yang berujung pada Sidang Verifikasi oleh Tim Verifikator yang beranggotakan GFC (Grand Father Clause) dan CPI. Sidang Verifikasi yang dilaksanakan secara periodik 2 bulan sekali (6x dalam 1 tahun)  akan menentukan seseorang bisa menjadi CPI atau tidak. Informasi lengkap tentang pendaftaran CPI dan prosesnya dapat dilihat di website IAGI dan MGEI.

    Sejak diluncurkannya sistem CPI dan Kode KCMI ini, kemungkinan akan adanya pelanggaran Kode KCMI atau bahkan Kode Etik IAGI sudah diantisipasi. Perangkat di dalam PP IAGI seperti Komite Etik dan Prosedur Penanganan Pengaduan maupun Penanganan Pelanggaran telah dipersiapkan. Saat ini dengan mulai banyaknya CPI dan mulai meningkatnya proses pelaporan menggunakan Kode KCMI 2011, kemungkinan terjadinya pelanggaran Kode KCMI meningkat pula.

    Satu kasus terbaru telah ditangani oleh Komite Etik IAGI sejak Maret 2017, dimana seorang CPI-IAGI dilaporkan melakukan pelanggaran Kode KCMI dalam pembuatan laporan untuk satu perusahaan calon emiten BEI. Komite Etik kemudian bekerja secara cepat dengan membuat Tim Investigasi. Tim Investigasi ini kemudian melaksanakan proses pengumpulan data dan bukti, verifikasi awal atas data dan bukti-bukti pendukung, dilanjutkan dengan proses “hearing” kepada semua pihak yang terkait dengan kasus ini. Pihak-pihak yang dimaksud adalah pihak pelapor, saksi, pihak perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan terlapor. Sidang Komite Etik dilaksanakan beberapa kali sampai akhirnya dapat memutuskan bahwa telah terjadi pelanggaran Kode Etik IAGI dan Kode KCMI 2011. Keputusan kemudian diambil dalam bentuk SK PP-IAGI dengan memberi Peringatan dan Sanksi kepada “terlapor” berupa penghentian sementara (pembekuan) status CPI yang bersangkutan dan beberapa sanksi dan kewajiban lain yang harus dipenuhi oleh CPI-IAGI “terlapor”. Jika “terlapor” tidak memenuhi kewajiban maka ancamannya adalah pencabutan keanggotaan IAGI.

    Walaupun mungkin masih menyisakan masalah di sisi BEI, kasus ini secara umum dapat diselesaikan dengan baik dimana CPI-IAGI “terlapor” menyadari kesalahannya dan menerima sanksi yang diberikan oleh organisasi. Diharapkan kasus ini bisa menjadi pembelajaran semua pihak dalam memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelaporan hasil eksplorasi, estimasi sumberdaya dan cadangan minerba secara khusus dan industri pertambangan secara luas. IAGI-MGEI sangat perhatian dan serius menangani kasus-kasus seperti ini karena ini merupakan benteng terakhir penegakan “good mining practices” di samping menjadi salah satu upaya perlindungan investor. (PP-IAGI/ MGEI – Biro Media)

    IPA_IAGI_foto02

    IAGI at “The 41st IPA Convention and Exhibition”

    Perhelatan akbar tahunan pertemuan ilmiah sector migas terbesar se Asia Tenggara kembali digelar pada tahun ini bertajuk “The 41st IPA Convention and Exhibition” dengan tema “Accelerating Reform to Re-Attract Investment to Meet the Economic Growth Target”. Acara digelar pada tanggal 17 – 19 Mei 2017, bertempat di Jakarta Convention Center (JCC) dan diikuti oleh peserta konvensi dan exhibitor yang berasal dari kalangan akademisi, perusahaan dan asosiasi. Perusahaan besar nasional dan multinasional turut berkontribusi sebagai exhibitor, antara lain PERTAMINA, BP, CHEVRON, MEDCO ENERGI, PETROCHINA, EXXON-MOBIL, dan perusahaan lainnya. Selain perusahaan migas, hadir juga perusahaan media sebagai exhibitor seperti JAKARTA POST, TEMPO, dll. Asosiasi kebumian dan sains di Indonesia juga menjadi exhibitor, seperti IAGI, ISPG (anak organisasi IAGI), HAGI, IATMI, IAFMI, dan AAPG.

    IPA_IAGI_foto01Gambar 1. Opening Ceremony oleh Menteri ESDM RI – Ignasius Jonan. (Courtesy of IPA)

    Perhelatan IPA 2017 dimulai dengan Opening Ceremony yang dibuka oleh Menteri ESDM RI, Ignasius Jonan. Dilanjutkan dengan Plenary Session, Technical Session, Panel Discussion dan Exhibition.
    Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) menjadi exhibitor IPA 2017 di booth M58. Persiapan dekorasi booth dilakukan H-1 bersama anak organisasi yang bergelut di dunia migas, yaitu FGMI dan ISPG. ISPG (Indonesian Society of Petroleum geologist) sebagai anak organisasi IAGI yang menggeluti bidang Petroleum Geology mendapatkan fasilitas booth dari IPA sebagai representasi Petroleum Geologist di Indonesia.

    IPA_IAGI_foto02Gambar 2. Booth IAGI M58

    Presentasi di booth juga diadakan guna berbagi ilmu dari IAGI untuk pengunjung IPA. Topik yang disampaikan sangat menarik, diantara mengenai West Java Basin oleh Aveliansyah, Geotourism – Geopreneur oleh Dwandari Ralanarko dan Ashari Yudha, bedah buku “An Outline of Geology Indonesia” oleh Herman Darman (Indogeo)

    IPA_IAGI_foto03Gambar 3. Jadwal Presentasi Booth IAGI

    IPA_IAGI_foto04Gambar 4. Presentasi West Java Basin

    IPA_IAGI_foto05Gambar 5. Diskusi West Java Basin

    IPA_IAGI_foto06Gambar 6. Presentasi & Diskusi Geopreneur – Geotourism

    IPA_IAGI_foto07Gambar 7. Door Prize diskusi Geopreneur – Geotourism

    IPA_IAGI_foto08Gambar 8. Presentasi “An Outline of Geology Indonesia”

    Selain presentasi – presentasi menarik dari para pakarnya, IAGI juga mengadakan kuis teka – teki silang yang sangat interaktif dan menarik antusias pengunjung. Teka – teki silang yang dimainkan tersusun dari materi Geologi dan Geofisika yang sangat menarik dan mengasah otak.

    IPA_IAGI_foto09aIPA_IAGI_foto9bGambar 9. Pengunjung bermain teka – teki silang IAGI

    IPA_IAGI_foto10Gambar 10. Mahasiswa pemain teka – teki silang mendapatkan hadiah dari FGMI

    Booth IAGI juga ramai dikunjungi oleh para pakar ilmu geologi di Indonesia dan oleh PP IAGI yang sekedar berkunjung ataupun melakukan diskusi.

    IPA_IAGI_foto11Gambar 11. Awang Harun Satyana (SKK Migas) berdiskusi dengan pengunjung IPA

    IPA_IAGI_foto12Gambar 12. Sukmandaru Prihatmoko (Ketua Umum IAGI) bersama Sugeng Haryono (Petrochina)

    IPA_IAGI_foto13Gambar 13. Mohammad Syaiful (PP IAGI) – tengah, Sutarjo (Sekretariat IAGI) – paling kiri dan pengunjung IPA

    Pada hari ke-3 IPA 2017 dilangsungkan diskusi panel dengan panelis perwakilan dari IPA, IAGI – ISPG, HAGI, IATMI, IAFMI dan SPE dengan tema “Investing in Indonesians: Impact of the Current Landscape”. Setelah diskusi panel berlangsung selanjutnya dilakukan penandatanganan MoU antara SKK Migas dengan asosiasi untuk menjalin kerjasama.

    IPA_IAGI_foto14Gambar 14. Diskusi Panel “Investing in Indonesians: Impact of the Current Landscape”

    IPA_IAGI_foto15Gambar 15. Julianta Panjaitan selaku ketua ISPG (Indonesian Society of Petroleum Geologist) mewakili IAGI

    IPA_IAGI_foto16Gambar 16. Panelis “Investing in Indonesians: Impact of the Current Landscape”. (Courtesy of IPA)

    Dari kanan ke kiri
    1. Tutuka Ariadji, Chairperson of IATMI
    2. Julianta P. Panjaitan, Chairperson of ISPG-IAGI
    3. Rusalida Raguwanti, Chairperson of HAGI
    4. Rudianto Rimbono, Chairperson of IAFMI
    5. Hasbi A. Lubis, Board Member of SPE
    6. I. Tenny Wibowo, IPA Director
    7. Moektianto Soeryowibowo (Moderator)

    IPA_IAGI_foto17Gambar 17. Sukmandaru Prihatmoko, Ketua Umum IAGI, menandatangani MoU

    IPA_IAGI_foto18Gambar 18. Foto bersama SKK Migas bersama Ketua Asosiasi

    Partisipasi IAGI di perhelatan “The 41st IPA Convention and Exhibition” diakhiri dengan presentasi dari tim GDA dan pembagian door prize kepada pengunjung.

    IPA_IAGI_foto19Gambar 19. Pembagian door prize lucky draw IAGI

    Disamping booth IAGI, ada juga booth ISPG sebagai anak organisasi IAGI yang menggeluti bidak Petroleum Geology. Booth ISPG berada disamping booth IAGI, yaitu M33.

    IPA_IAGI_foto20Gambar 20. Booth ISPG – IAGI nomor M33

    Booth ISPG disemarakkan oleh beberapa Student Volunteer yang berkontribusi menjadi exhibitor di booth. Presentasi diadakan juga di booth ISPG dengan topic migas tentunya.

    IPA_IAGI_foto21Gambar 21. Jadwal Presentasi Booth ISPG – IAGI

    IPA_IAGI_foto22Gambar 22. Presentasi Petroleum Exploration oleh Awang Harun Satyana

    IPA_IAGI_foto23Gambar 23. Presentasi Student Perspective to Oil and Gas oleh Grandika

    “Demikian laporan partisipasi IAGI di IPA Conference, Jakarta 2017. (Cindi/ Sekretariat IAGI/ Biro Media)”

    EKSPLORASI MINERBA HARUS JALAN TERUS

    Jakarta, 23 Mei 2017. Situasi industri pertambangan minerba saat ini perlu dorongan agar lebih bergairah lagi. Harga-harga komoditas tambang sebagai pendorong utama bergulir baiknya industri ini memang masih belum membaik. Namun strategi dan langkah persiapan sudah saatnya dilakukan, sebagai antisipasi siklus “boom and bust” yang menjadi ciri khas industri ini. Saat ini situasinya terpuruk tapi pada saatnya nanti akan membaik mencapai masa “boom”-nya.

    Menyikapi hal di atas IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia) dan anak organisasinya MGEI (Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia) mengadakan seminar dan diskusi sehari bertajuk “Industri Pertambangan: Tantangan dan Harapan dalam Pengembangan Eksplorasi” di Jakarta pada 23 Mei 2017. Seperti diketahui kontribusi sektor SDA (termasuk pertambangan umum) pada APBN masih sangat diharapkan. Dari data Kemenkeu (2016), pada PNBP tahun 2016, sebesar Rp 90 trilliun disumbangkan dari sektor sumberdaya alam (SDA), dimana sektor migas berkontribusi sebesar Rp 68 triliun (75% dari total PNBP SDA), sementara sektor minerba menyumbangkan Rp 16 triliun (18% dari total PNBP SDA) – versi Dirjen Minerba adalah Rp27 triliun di tahun 2016. Sementara itu pada APBN 2017, dari total PNBP Rp250 triliun, sebesar Rp 87 triliun ditargetkan dari sektor SDA. Di sisi lain kegiatan eksplorasi sedang sangat menurun yang diindikasikan dengan menurunnya anggaran eksplorasi, yang diikuti penurunan tajam jumlah “discovery” di semua jenis komoditi. Untuk itulah acara ini diharapkan dapat mengupas, mendiskusikan dan memberi masukan bagi pengembangan industri pertambangan utamanya eksplorasi. “Rencananya hasil seminar ini salah satunya akan disampaikan sebagai masukan pada penyusunan Kebijakan Minerba yang sedang dijalankan oleh Ditjen Minerba, Kementerian ESDM” – kata Ketua Umum IAGI, Sukmandaru Prihatmoko dalam sambutan pembukanya.

    Dirjen Mineral dan Batubara, Bambang Gatot Aryono pada “keynote speech”-nya di awal acara memaparkan status industri pertambangan saat ini termasuk eksplorasi, tantangan dan kendala yang ada selama ini yang lintas sektor. Sesi pertama diskusi panel dimoderatori oleh Ketua umum IAGI menampilkan 4 narasumber yaitu Adi Maryono: praktisi eksplorasi aktivis IAGI yang juga VP Exploration J-Resources, Simon Sembiring: eks Dirjen Minerba yang berperan besar dalam penyiapan UU Minerba No. 4/ 2009, Yudi Prabangkara: Direktur Infrastruktur Pertambangan dan Energi, Kemenko Kemaritiman, dan Myke Jones: Chairman EMD (Forum for Exploration and Mining Development Indonesia).

    Indonesia secara teknis (geologi) masih sangat berpotensi untuk ditemukannya deposit minerba. Meskipun tingkat kesulitan eksplorasi semakin tinggi, “success ratio” semakin kecil, namun satu-dua tambang baru masih bisa dieksekusi. Tantangannya lebih banyak muncul dari aspek non-geologi di antaranya ijin kehutanan (IPPKH), keamanan, penambangan tanpa ijin (PETI) dan juga implementasi regulasi. “Being beautiful is not enough, need to be approachable”, kata Adi Maryono.

    Simon Sembiring mengungkapkan bahwa salah satu pemicu berkembangnya eksplorasi adalah pembukaan wilayah (WP-WUP-WIUP) baru. UU Minerba No. 4/ 2009 sudah mengatur hal ini harus dilakukan melalui sistem lelang. Banyak persiapan untuk penerapan sistem lelang ini yang menjadi tugas pemerintah (Ditjen Minerba) untuk mempersiapkannya. Sementara itu Yudi Prabangkara mengungkapkan fakta bagaimana telah marak dan merusaknya PETI yang saat ini sedang ditangani oleh Kemenko Kemartiman. Yang saat ini sedang menjadi fokus pemerintah adalah penanganan pertambangan sinabar (merkuri/ air raksa) terutama di Pulau Seram. Maraknya masalah PETI ini sangat menghambat kegiatan eksplorasi dan pertambangan resmi, seperti halnya diungkap oleh Adi. EMD yang diwakili oleh chairman-nya, Myke Jones menyuarakan bagaimana tidak tertarik-nya Jr Company untuk berinvestasi di Indonesia. Perbaikan regulasi eksplorasi/ pertambangan yang lebih kondusif sangat diharapkan untuk dilakukan oleh pemerintah, ungkap Myke.

    Diskusi panel sesi 2 dipandu oleh Ketua Umum PERHAPI, Tino Ardyanto menampilkan 4 narasumber juga, yaitu Terkelin Purba, praktisi pertambangan (Direktur PT MSM) yang juga Penasehat MGEI), R. Sukhyar (eks-Dirjen MInerba, eks-Kepala Badan Geologi) yang sekarang menjadi Staff Ahli, Kem Perindustrian, Singgih Widagdo, aktifis IAGI (Ketua Bidang Kebijakan Publik) yang juga praktisi pertambangan batubara (Berau Coal), serta Ruben Hutabarat dari CITA (Centre for Indonesia Taxation Analysys). Kepastian hukum pertambangan dibahas oleh Terkelin, seorang geology yang juga pakar hokum pertambangan. Sementara itu Sukhyar mengupas masalah hilirisasi, peluang dan harapannya termasuk dampaknya bagi iklim eksplorasi. Sedangkan Singgih banyak memaparkan situasi terkini industri batubara termasuk eksplorasinya. Narasumber ke 4 pada sesi 2 (Ruben) mengungkapkan masalah fiscal dan perpajakan di pertambangan termasuk komparasi antara system PSC (migas) dengan system Kontrak Karya (pertambangan).

    Secara keseluruhan seminar dan diskusi menyarankan pentingnya keberlanjutan eksplorasi minerba. Penelusuran semua permasalahan yang menghambat dan alternatif solusinya harus disampaikan kepada pemerintah. Karena banyaknya kendala/ permasalahan yang dapat dipetakan, pemrioritasan harus dilakukan agar penanganannya dapat dilakukan segera. Isu jangka pendek yang perlu segera ditangani di antaranya (1) pembukaan WIUP/ IUP baru melalui system lelang seperti diamanatkan oleh UU, (2) sinkronisasi perijinan terutama antar sektor (di antaranya IPPKH), (3) penambangan tanpa ijin (PETI), (4) permasalahan akses pertambangan yang perlu difasilitasi pemerintah. (SP – Biro Media IAGI)

    Seminar Eks Pertambangan 20170524 foto1
    Sesi pertama Seminar – Diskusi Panel Industri Pertambangan

    Seminar Eks Pertambangan 20170524 foto2
    Diskusi dan tanya jawab Seminar Industri Pertambangan

    Seminar Eks Pertambangan 20170524 foto3
    “Keynote speech” oleh Dirjen Minerba, Kem ESDM

    Seminar Eks Pertambangan 20170524 foto4
    Foto bersama dengan Dirjen Minerba dan para senior industri pertambangan

    Seminar GrossSplit Pengda Riau 2017 foto5

    SEMINAR “GROSS SPLIT: DAMPAK TERHADAP PENGELOLAAN MIGAS DAN PEMBANGUNAN DAERAH

    Pekanbaru,  21 Mei 2017. Pengurus Daerah Ikatan Ahli Geologi Indonesia (PENGDA IAGI) Riau mengadakan kegiatan bertajuk Gross Split: Dampak Terhadap Pengelolaan Migas dan Pembangunan Daerah bertempat di Hotel Premier, Pekanbaru. Acara tersebut dipenuhi oleh berbagai berbagai kalangan mulai dari mahasiswa, praktisi dan juga pendidik dari Universitas Universitas di Riau.

    Acara dimulai dengan pembukaan oleh Ketua PENGDA IAGI RIAU Bapak Gantok Subiantoro yang kemudian diikuti diskusi oleh 4 panelis yaitu Bapak Sukmandaru Prihatmoko (Ketua  Umum IAGI), Bapak Anif Punto Utomo (Direktur Indostrategic Economic Inteligence), Bapak Gengky Moriza (Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah, Dinas ESDM Riau) serta Ibu Nugrahani Pudyo (Praktisi Migas). Kegiatan panel diawali dengan presentasi masing masing panelis. Yang kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab dengan peserta yang dipandu oleh moderator Andy Arfah (Praktisi Migas) dan Bhaskara Aji (Praktisi Migas).

    Panelis yang hadir menceritakan perbedaan perbedaan antara PSC conventional dengan PSC Gross Split yang saat ini digadang-gadang oleh Kementerian ESDM menjadi solusi ditengah lesunya dunia migas.
    Bu Nugrahani menjelaskan terkait dengan gross split beserta dengan kelebihan dan kekurangan dari PSC gross split. Pak Gengky menjelaskan adanya bentuk PSC gross split yang berdampak terhadap pembangunan daerah baik itu secara ekonomi / SDM. Pak Sukmandaru menjelaskan perubahan dunia usaha ekstraksi yang juga mengharuskan bagi SDM Geologist Geologist Fresh Graduate agar dapat mempersiapkan skills yang bermanfaat sehingga dapat berkompetisi dengan geolog-geolog dari luar negeri. Pak Anif juga turut serta menjelaskan bahwa dengan adanya perubahan PSC dari conventional PSC  menjadi gross split akan menjadikan iklim investasi di Indonesia belum tentu menarik.

    Total acara selama 2 jam tidak terasa karena peserta sangat aktif dalam proses diskusi panel. Beberapa peserta seperti dari UIR Teknik Geologi menanyakan kesempatan SDM untuk dapat berkarir di dunia migas dengan adanya Gross Split serta beberapa pertanyaan lain yang juga khawatir dengan hilangnya peran pemerintah di dalam dunia indutri migas yang menyebabkan perusahaan perusahaan migas akan berorientasi terhadap profit tanpa adanya sinergi dengan masyarakat lokal.

    Acara kemudian dilanjutkan dengan pelantikan pengurus PENGDA IAGI 2017-2019 yang dimotori oleh Irdas Muswar. Pada kalimat pembukaannya Irdas menyebutkan bahwa PENGDA IAGI RIAU akan menjadi partner bagi pemerintah dan juga masyarakat dalam hal-hal yang berkaitan dengan kebumian (migas, tambang, air tanah, tata lingkungan dll). (Koko/ Pengda IAGI Riau)

    Seminar GrossSplit Pengda Riau 2017 foto1

    Diskusi Panel “Gross Split”

    Seminar GrossSplit Pengda Riau 2017 foto2
    Foto bersama panelis dan moderator seminar

    Seminar GrossSplit Pengda Riau 2017 foto3
    Seminar “Gross Split” Pengda IAGI Riau

    Seminar GrossSplit Pengda Riau 2017 foto4
    Panelis bersama Ketua Pengda IAGI Riau (2015-2017)

    Seminar GrossSplit Pengda Riau 2017 foto5
    Foto bersama Pengurus Pengda IAGI Riau, narasumber dan peserta seminar serta anggota IAGI Riau

    PENGUKUHAN PENGURUS PENGDA IAGI RIAU 2017-2019

    Pekanbaru, 21 Mei 2017. Pengurus Pengda IAGI Riau periode 2015-2017 dibawah kepemimpinan Ketua Pengda Gantok Subiantoro mengakhiri masa pengabdiannya hari ini. Tongkat estafet kepengurusan diserah terimakan kepada Ketua baru Irdaz Muswar dan tim pengurus. Pengukuhan pengurus baru dilaksanakan oleh Ketua Umum PP-IAGI, Sukmandaru Prihatmoko dihadapan dan disaksikan para anggota IAGI Pengda Riau di Pekanbaru.

    Pengda IAGI Riau merupakan salah satu Pengda yang aktif berkegiatan, di antaranya field trip, seminar/ workshop, dan program sosial seperti pada saat menghadapi bencana “kabut asap” beberapa tahun lalu, demikian disampaikan oleh Gantok (Ketua Pengda 2015-2017) dalam laporan pertanggung-jawabannya. Ketua Umum PP-IAGI dalam sambutannya mengingatkan perlunya Pengda Riau berkegiatan di semua sektor geologi, meliputi industri ekstraktif, mitigasi bencana, geologi teknik/ hidrogeologi serta geologi lingkungan termasuk geowisata. Selamat bekerja disampaikan kepada Ketua baru Irdaz Muswar, dan terima kasih serta penghargaan disampaikan kepada Ketua lama (Gantok Subiantoro) dan tim pengurusnya.

    Acara serah terima jabatan dan pengukuhan pengurus ini dilaksanakan bersamaan dengan Seminar tentang “Gross Split: Dampak terhadap Pengelolaan Migas dan Pembangunan Daerah” di Hotel Premier, Pekanbaru. (SP/ Biro Media IAGI).

    Pengda Riau 2017 foto1
    Pengukuhan Pengurus Pengda IAGI Riau (2017-2019) oleh Ketum PP-IAGI

    Pengda Riau 2017 foto2
    Serah terima jabagan Ketua Pengda IAGI Riau 2015-2017 (Gantok Subiantoro) kepada Ketua 2017-2019 (Irdaz Muswar)

    Pengda Riau 2017 foto3
    Foto bersama Pengurus Pengda IAGI Riau seusai pengukuhan