Javascript anda tidak aktif!
Silahkan aktifkan javascript pada browser anda untuk mengakses website kami, atau ikuti timeline kami atau like halaman facebook kami.
  • Monthly Archives: June 2017

    Screenshot (110)

    WORKSHOP PRE-CONVENTION JCM 2017

             Screenshot (110)
    RESUME DISKUSI PANEL
    TANTANGAN, PELUANG DAN SOLUSI UNTUK PENGEMBANGAN SEKTOR MIGAS DI INDONESIA

    Oleh: Dwandari Ralanarko dan Julianta Panjaitan (ISPG-IAGI)
     
    Rabu, 14 Juni 2017
    Widuri Meeting Room, CNOOC SES
    ISEB Tower 1 Lantai 23Pre JCM Jun2017 ft2
     

    PANELIS SESI 1:
    Doddy Priambodo (Pertamina), Shinta Damayanti (SKK Migas/IAGI), Rovicky Dwi Putrohari (Saka Energy/ISPG ), Arif Gunawan (TGS/HAGI)

    Doddy Priambodo (Pertamina)
    Eksplorasi Migas di Indonesia : Tantangan, Peluang dan Solusi

    Pre JCM Jun2017 ft1

    • Potensi Pre Tersier Indonesia Barat dari target yang lebih dalam berumur Pre Tersier seperti basement dan fracture, ada sumur eksplorasi yang menembus lapisan Pre Tersier dan menemukan hidrokarbon.
    • Selatan Jawa punya pootensi yang cukup menarik beberapa sumur eksplorasi di bor di Selatan Jawa masih belum konklusif.
    • Target eksplorasi berumur Pre Tersier di cekungan Jawa Timur masih menarik untuk diteliti lebih lanjut, dengan ditemukannya hidrokarbon yang berasal dari batuan Pre Tersier di Jawa Timur.
    • Diusulkan untuk membuat possibility of new play di Indonesia dan silabus dari eksplorasi Indonesia di masa depan.
    • Hambatan sejauh ini lebih kepada hal non teknis, dilihat secara makro melalui indikator policy perception index, Indonesia berada di peringkat 46 di tahun 2016, di bawah Irak dan Nigeria. Negara bagian Texas berada di posisi 1 dari policy perception index.
    • Pengalaman eksplorasi memberikan data seringkali perusahaan yang terakhir masuk ke dalam suatu blok eksplorasi memiliki keberuntungan yang lebih dibanding periode awal. Sebagai contoh lapangan Intan di lepas pantai Utara Jawa ditemukan setelah 20 tahun eksplorasi dengan pengeboran 12 sumur eksplorasi yang gagal.
    • Diusulkan untuk dibentuk Center for Indonesia Deepwater Project sebagai tempat untuk sharing pengalaman dan ide dalam penemuan sumur eksplorasi di laut dalam dan pengembangannya. Sehingga diharapkan Indonesia menjadi salah satu center of excellent dalam pengembangan lapangan minyak dan gas di area laut dalam.

    Shinta Damayanti (SKK Migas/IAGI)
    Update Status Kegiatan Eksplorasi Hulu Migas 

    Pre JCM Jun2017 ft3

    • Perlunya menerapakan teknologi tepat guna untuk area-area eksplorasi yang telah
    • Beberapa blok mengembangkan konsep eksplorasi baru dan terbukti menemukan cadangan hidrokarbon yang cukup signifikan, salah satunya di Blok Rokan, cekungan Sumatra Tengah.
    • Yang paling dibutuhkan adalah kombinasi antara kegiatan teknis eksplorasi yang masif dan ditunjang dengan regulasi yang mendukung kegiatan eksplorasi di semua wilayah Indonesia.
    • Beberapa potensi eksplorasi utamanya di Indonesia Timur semakin menantang, apalagi dengan hasil eksplorasi yang kurang menggembirakan di area Selat Makassar dan analisa pasca pemboran yang belum sepenuhnya konklusif.
    • SKKMIGAS mentatat turunnya kegiatan eksplorasi migas di Indonesia, seiring dengan harga minyak yang belum sepenuhnya stabil. Menghadapi kondisi saat ini, SKKMIGAS melakukan Studi Prospektivitas dan Sumberdaya Migas Non Konvensional dan intensifikasi exploration play unggulan di 14 cekungan produktif.
    • Mellihat potensi eksplorasi yang cukup besar di Indonesia bagian timur, SKKMIGAS Membuat memoir kegiatan eksplrasi di Indonesia bagian timur dalam Exploration overview of Eastern Indonesia, based on SKKMIGAS regional study and published papers. Summary of Petroleum System Play of Eastern Indonesia; Proven, Tested and Potential Play. Focusing on areas: West Sulawesi, East Sulawesi, Halmahera-N. Papua, Salawati-Bintuni, Lenguru-Central Range, Timor-Tanimbar-Seram-Semai, Aru-Arafura, Sumba-Sawu. 

    Rovicky Dwi Putrohari (Saka Energy/ISPG)
     Tantangan dan Peluang Pengembangan Eksplorasi 

    • Dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) diharapkan adanya percepatan dari penemuan sumur eksplorasi sampai produksi. Termasuk juga sumur-sumur temuan yang sudah masuk dalam fase pengembangan namun terkendala banyak hal.
    • Kunci utama dalam pemenuhan kebutuhan energi saat ini dan masa depan adalah keberanian dalam melakukan kegiatan eksplorasi, terutama pengeboran dan fokus kepada prospek-prospek yang berukuran besar, dalam hal ini SKKMIGAS dan ESDM dapat menjembatani dari sisi regulasi, ketersediaan data dan kemudahan bagi para investor untuk melakukan eksplorasi di Indonesia.

    Arif Gunawan (TGS/HAGI)
    Masukan Strategis Untuk Meningkatkan Eksplorasi Migas

    Pre JCM Jun2017 ft6

    • Kegiatan eksplorasi migas harus didukung oleh teknologi yang mumpuni dan applicable di Indonesia, utamanya kegiatan survey seismik baik 2 dimensi maupun 3 dimensi.
    • Iklim investasi Indonesia rendah di negara-negara ASEAN, ditandai dengan sepinya peminat lelang dari wilayah kerja eksplorasi yang telah ditawarkan.
    • Revisi Permen tentang open data segera direalisasikan (ada di Permen No.27 th 2006)
    • Re-visit G&G Study dengan konsep baru dan Re-Akuisisi data dengan Teknologi terbaru (seismic broadband, aerogravity-full tensor etc) di daerah cekungan produksi (Mature Basin). Contoh : East Java Basin, West Java Basin, Mahakam area, West Natuna etc
    • Meningkatkan Survey Umum di daerah frontier, baik yang dilakukan oleh pemerintah – yg menggunakan biaya dari Petroluem fund – maupun dikerjakan oleh pihak Swasta, juga dengan revisi Permen No.28/2006 tentang Survey Umum
    • Aplikasi system Grid dalam penawaran Wilayah Kerja.
    • Keterlibatan dan andil pemerintah dalam kegiatan Eksplorasi di wilayah tapal-batas NKRI. Contoh di East & West Natuna, Andaman, Papua batas dg PNG, Tarakan/Ambalat

     

    PANELIS SESI 2:
    I Wayan Ardana Darma (Petronas), Panuju (Lemigas), Herman Darman (Indogeo)

    I Wayan Ardana Darma (Petronas)
    Under Explored Plays, Challenges and Solution

    Pre JCM Jun2017 ft5

    • Beberapa cekungan dan petroleum play di Indonesia masih belum dieksplorasi dengan tuntas dan konklusif
    • Beberapa tantangan dan opsi solusi atas peluang pengembangan sektor hulu migas di Indonesia, kaitannya ke kajian teknis eksplorasi antara lain sebagai berikut:
      • Kurangnya akses data yang bagus dan cepat, optimalisasi PND perlu lebih diberdayakan dan diberikan keleluasaan untuk mengambil peran dan tanggungjawab.
      • Ketatnya regulasi kerahasiaan data agaknya perlu dikaji ulang, era keterbukaan memungkinkan kegiatan eksplorasi dapat berlangsung dengan pembiayaan yang lebih efisien.
      • Masih sangat diperlukan berbagai program insentif untuk membuat kegiatan-kegiatan eksplorasi lebih menarik dari sisi komersialisasi prospek pengembangan.
      • Resiko-resiko kegeologian yang lebih tinggi senantiasa memerlukan kegiatan akuisisi data yang berkualitas dan berkelanjutan, serta mutlak diperlukan keberanian pengambilan resiko.
      • Isu-isu mengenai perizinan dan peruntukan lahan maupun tumpang tindih lahan tentunya memerlukan perhatian dan pengelolaan yang lebih baik lagi dari Pemerintah.

     

    Panuju (Lemigas)
    Overview Eksplorasi Migas di Indonesia

    • Beberapa tantangan dari diskusi mengenai eksplorasi migas di Indonesia antara lain sebagai berikut:
      • Konsumsi terus bertambah, sementara produksi terus menurun
      • Produksi >>> RRR (Reserve Replacement Ratio) akibat minimnya alokasi anggaran dan Kegiatan Eksplorasi (serta minat untuk investasi Eksplorasi)
      • Hampir 90% dari URR minyak kita sudah terkuras (status Januari 2016: 3.306 MMSTB)
      • Banyak cekungan belum dieksplorasi
      • Banyak area di cekungan-cekungan mature yang belum dikaji potensi hidrokarbonnya (overlook zone)
      • Harga migas rendah
      • Investasi sangat rendah
    • Beberapa solusi dari diskusi mengenai eksplorasi migas di Indonesia antara lain sebagai berikut:
      • Akuisisi data G&G serta Studi & Evaluasi Prospek dari Cekungan-cekungan Frontier (Badan Geologi, Balitbang (Lemigas), Universitas dan Ditjen Migas
      • Melakukan kajian pada kawasan overlook zone Cekungan Mature
      • Kegiatan prioritas jangka menengah biogenic gas and Pre-tertiary play
      • Kegiatan prioritas jangka panjang MNK
      • Penyiapan WK migas secara komprehensif
      • Memperbaiki Tata Kelola Bisnis Gas
      • Rangsangan Kebijakan (kebijakan fiskal yang mendukung)
      • Pengembangan infrastruktur migas
      • Penataan secara menyeluruh organisasi serta tata kelola proses bisnis migas.
      • Menjaga keamanan kawasan
    • Selama diskusi berlangsung, juga dibahas dampak-dampak krisis harga minyak terhadap Indonesia, antara lain sebagai berikut :
      • Merosotnya harga minyak dunia saat ini mengakibatkan penurunan alokasi CAPEX dan aktifitas kegiatan hulu migas secara signifikan (44% tahun 2016)
      • Dalam jangka pendek, target produksi / lifting APBN untuk minyak khususnya akan sulit tercapai, karena anggaran untuk kegiatan sektor produksi di lapangan eksisting juga mengalami pemotongan (36% tahun 2016).
      • Penurunan anggaran dan aktifitas untuk kegiatan pengembangan (67% tahun 2016). Lapangan baru akan semakin meng-akselerasi “decline rate” dari produksi migas nasional.
      • Minimnya alokasi anggaran dan kegiatan eksplorasi (serta minat untuk investasi eksplorasi) akan mengakibatkan “Reserves Replacement” semakin negatif. Dalam jangka panjang, ketahanan pasokan migas nasional berpotensi semakin rapuh.
      • Penerimaan negara dari sektor hulu migas akan merosot tajam.

     

    Herman Darman (Indogeo Social Enterprise)
    Eastern Indonesia: Chasing Sub-Thrust Play

    Pre JCM Jun2017 ft4

    • Beberapa hal yang didiskusikan mengenai eksplorasi migas di Eastern Indonesia antara lain sebagai berikut:
      • Terutama di Southern Banda Arc, persebaran reservoir berupa Jurasic Sand dijumpai cukup bagus dan prospektif di Formasi Plover yang berumur Middle Jurasic.
      • Secara regional, ada beberapa kajian dan penelitian terdahulu yang membahas mengenai model tektonik yang mempengaruhi petroleum potential di Southern Banda Arc, antara lain Overthrust model (Audley-Charles, 1968), Rebound model (Chamalaun & Grady, 1978), Imbricate model (Hamilton, 1979), Duplex model (Harris, 1991; Charlton et al., 1991), Overthrusted margin model (Sawyar et al., 1993), Basement-involved thrust/inversion model (Charlton, 2014).
      • Dari analisis stratigrafi sumur Banli-1 yang dapat disetarakan secara konfigurasi dengan lapangan-lapanagn migas di pesisir Barat Laut Australia, terlihat bahwa Formasi Plover terbagi atas Lower Plover, Middle Plover, dan Upper Plover, dimana akumulasi hidrokarbon sebagian besar berada di Middle Plover dan Upper Plover.
      • Secara distribusi, Formasi Plover disominasi oleh endapan-endapan fluvial yang merupakan hasil sedimentasi melalui proses embayment dibuktikan dengan discovery di sumur eksplorasi Abadi-1.
      • Beberapa tipe trap (jebakan) yang sejauh ini produktif di Southern Banda Arc yaitu Sub-thrust anticlinal structure. Dua jenis jebakan lainnya berupa Sub-thrust horst structure dan Stratigraphic trap namun hasilnya belum cukup menjanjikan.

     

    • Beberapa tantangan mengenai eksplorasi migas di Eastern Indonesia (terutama Southern Banda Arc) antara lain sebagai berikut:
      • Keberadaan source rock perlu terus diteliti, termasuk apakah oil prone atau gas prone? Dan seberapa banyaknya?
      • Jika gas, lalu bagaimana yang dapat dilakukan setelahnya untuk melakukan komersialisasi cadangan? Apa saja yang diperlukan? Berapa besar biayanya?
      • Kompleksitas dan ketidakpastian reservoir, terkadang ditemukan perubahan fasies secara tiba-tiba, distribusi porositas, ekektifitas kompaksi
      • Trap apakah cukup diidentifikasi dalam seismic 2D saja? Seal perlu dikaji mengenai kemungkinan overpressured, fragmented, termasuk analisis mengenai seal capacity
      • Water depth, perhitungan detail mengenai biaya termasuk logistik untuk pengeboran deep water sangat perlu dipertimbangkan.

     

    • Beberapa kesimpulan mengenai eksplorasi migas di Eastern Indonesia (terutama Southern Banda Arc) antara lain sebagai berikut:
      • Jurassic Plover Play merupakan prolific play yang sudah sangat dikenal di Indonesia Timur / Barat Laut Australia. Traps under thrust belt remain under explored
      • Ketidakpastian biaya secara teknikal maupun non-teknikal seringkali sangat tinggi
      • Eksplorasi migas di Eastern Indonesia (terutama Southern Banda Arc) secara umum sangat menarik dan menantang dengan potensi yang masih sangat besar, hanya saja perlu diberikan kemudahan dan/atau insentif agar cukup atraktif untuk menggandeng lebih banyak investor.

     (Moderated & noted by Dwandari Ralanarko & Wahyu Senoaji)

     
    PRESS RELEASE

    Keberanian melakukan eksplorasi dalam kondisi saat ini adalah salah satu kunci dalam pemenuhan kebutuhan energi yang makin besar ke depan, ungkap Rovicky Dwi Putrohari, mantan ketua IAGI periode 2012 – 2014. Hal ini terungkap dalam diskusi panel yang diselenggarakan oleh Indonesian Society of Petroleum Geologist (ISPG) – Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) dan Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) yang merupakan bagian dari rangkaian acara Pre-Convention Workshop Joint Convention Malang (HAGI-IAGI-IAFMI-IATMI) dengan tema Tantangan, Peluang dan Solusi untuk Pengembangan Sektor eksplorasi migas di Indonesia, yang telah diselenggarakan tanggal 14 Juni 2017 di CNOOC SES Jakarta.

    Diskusi yang terbagi dalam 2 sesi tersebut menyoroti kegiatan eksplorasi yang cenderung stagnan dan menurun beberapa waktu terakhir dan dampaknya terhadap ketahanan energi nasional ke depan.

    Hadir sebagai panelis sesi pertama, Doddy Priambodo, Senior Vice President PT Pertamina Persero; Shinta Damayanti, Senior Manajer Pengkajian Studi Eksplorasi dan Sumberdaya SKKMIGAS, sekaligus Sekjen IAGI; Rovicky Dwi Putrohari, VP Geoscience & Reservoir Saka Energy, sekaligus Penasehat ISPG; serta Arif Gunawan, Country Manager TGS, sekaligus Sekjen Eksternal HAGI.

    Sesi pertama membahas lebih dalam dari sisi kebijakan eksplorasi migas, tantangan dan peluang eksplorasi ke depan, termasuk potensi exploration play baru di indonesia. Menurut Shinta, Target eksplorasi yang lebih dalam dengan umur yang lebih tua menjadi potensi eksplorasi ke depan di area eksplorasi Indonesia bagian barat, terbukti dengan terbuktinya konsep eksplorasi baru di cekungan Sumatra Tengah.

    Sumur eksplorasi yang dibor oleh pertamina di area Sumatra terbukti menemukan hidrokarbon yang prospektif di lapisan batuan berumur Pre Tersier di Sumatra, ungkap Doddy. Selain sisi teknis dan konsep eksplorasi yang mumpuni, hal non teknis seperti perizinan, kepastian investasi dan keberanian pemerintah dalam hal ini ESDM untuk melakukan breakthrough dalam kegiatan eksplorasi mutlak diperlukan.

    Sesi kedua dilanjutkan dengan menghadirkan 3 panelis berikutnya, antara lain I Wayan Ardana Darma, Sr. Basin Analyst Petronas; Panuju, Ketua Tim KPPP Teknologi Eksplorasi Lemigas; dan Herman Darman, Director Indogeo Social Enterprise. Sesi kedua membahas lebih detail secara keilmuan geosaintis mengenai beberapa contoh-contoh under-explored plays di Indonesia.

    Wayan mengawali diskusi dengan menyampaikan bahwa beberapa cekungan dan petroleum play di Indonesia masih belum dieksplorasi dengan tuntas dan konklusif, itulah mengapa hasilnya belum cukup positif hingga saat ini. Panuju memberikan usulan langkah konkret termasuk tahapan-tahapan kegiatan prioritas dalam jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Memang, eksplorasi migas di Indonesia secara umum masih sangat menarik dan menantang dengan potensi yang masih sangat besar, namun sepertinya tetap perlu diberikan kemudahan tambahan dan/atau insentif agar tetap cukup atraktif untuk menggandeng lebih banyak investor, tambah Herman.

    Hal ini sejalan dengan target pemerintah dalam Rancangan Umum Energi Nasional (RUEN) yang menargetkan peningkatkan tata kelola data hulu migas dalam rangka meningkatkan penawaran dan pengembangan Wilayah Kerja (WK) migas antara lain dengan menerapkan keterbukaan data migas dan tidak menjadikan data migas sebagai objek Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) semata.  Menyiapkan WK migas konvensional minimal 9 WK per tahun dan penandatangan WK migas konvensional minimal 6 WK per tahun.

    Keterbukaan data adalah mutlak untuk kesuksesan eksplorasi ke depan, ungkap Arif, integrasi data, kemudahan investasi, birokrasi yang efektif sangat dibutuhkan dalam mendorong kegiatan eksplorasi baik survey seismik maupun pengeboran sumur. Sinergi antara pelaku usaha hulu migas, eksplorasionis dan pemerintah sangat dibutuhkan dalam menjawab tantangan kebutuhan energi nasional yang semakin hari semakin besar.

    Pre JCM Jun2017 ft1

    Pemilihan Ketua Umum IAGI Periode 2017-2020

    Masa bakti Pengurus Pusat IAGI 2014-2017 akan berakhir. Inilah saatnya menyemai dan menyegarkan kepengurusan baru untuk periode 2017-2020. Kami mewakili Tim Panitia Pemilihan Ketua Umum IAGI 2017 mengundang anggota IAGI yang bersemangat tinggi untuk lebih memajukan organisasi IAGI dengan mencalonkan diri menjadi kandidat Ketua Umum IAGI periode 2017-2020. Tata waktu proses pemilihan dapat dilihat pada Flyer terlampir.

    Adapun tata cara pemilihan dan formulir pencalonan Ketua Umum IAGI bisa diunduh melalui tautan berikut:

    1. Tata Cara Pemilihan Ketua Umum IAGI 2017
    2. Formulir Pencalonan Ketua IAGI 2017
    3. Formulir Dukungan Ketua IAGI 2017

    Selamat merayakan pesta demokrasi IAGI 2017, kami berharap semua warga IAGI dapat berpartisipasi aktif dalam proses pemilihan ini, dan semoga proses ini dapat menghasilkan pemimpin terbaik untuk IAGI periode 2017-2020.

    Salam hormat,

    Aveliansyah (NPA 4170)
    Ketua KPU IAGI 2017
    Flyer Pemilu IAGI

    GEMPA TERKAIT SESAR AKTIF PALU KORO – MATANO

    Jakarta, 18 Juni 2017. Gempa bumi bermagnitude 4,8 (versi USGS) atau 5,1 (versi BMKG) terjadi semalam (17 Juni 2017) sekitar jam 21.24 di Malili, Morowali, perbatasan Sulteng – Sultra. Semoga pergerakan lempeng bumi ini tidak menimbulkan korban. Melihat lokasi epicenternya, gempa ini nampaknya terkait dengan Sesar Matano yang merupakan ekstensi bagian tenggara dari Sesar Palu Koro. Dua sesar ini dikenal sangat aktif, dan perlu terus diwaspadai dalam kaitannya dengan mitigasi bencana. Budhi Kumarawarman (Anggota IAGI) menuliskan ulasannya tentang sesar Matano ini di dinding FB-nya, seperti disadur di bawah ini.

    gempa_matano_ft1
    Mengenal Sesar Matano & Gempanya
    Oleh: Budhi Kumarawarman (IAGI-5517)
    Sorowako, 18-06-17; 00.25 AM

    Sesar (patahan) Matano merupakan salah satu sesar yang aktif di daratan Sulawesi yang memanjang dengan arah barat laut – tenggara. Di daratan Sulawesi, sesar ini terukur sepanjang 170 km mulai dari daerah pantai Bahodopi di Teluk Tolo, ke arah barat laut melewati sepanjang lembah Sungai Larongsangi ke area di sebelah utara Desa Lampesue, Petea, sepanjang pantai Danau Matano, Desa Matano dan menyambung di barat laut dengan lembah Sungai Kalaena. Meski masih menjadi perdebatan, beberapa ahli seperti Tjia dan Hamilton mempercayai bahwa sesar ini menyambung jauh ke timur dengan Sesar Sorong yang ada di Papua.
    Mekanisme sesar ini adalah sesar geser kiri dengan pergseran relative 5 mm /thn. Secara kolektif sejak terbentuk, sesar ini telah menghasilkan total pergeseran batuan kurang lebih 20 km ke arah barat laut, ditandai dengan batuan-batuan di utara jalur sesar yang bergeser sepanjang sekitar 20 km tadi. Sesar ini terbentuk sebagai hasil dari pergerakan lempeng Samudera Pasifik yang bergerak ke arah barat. Pergerakan ini telah menghasilkan gaya tekan di wilayah bagian timur Indonesia yang selanjutnya menghasilkan retakan yang panjang mulai dari kepala burung Papua sampai daratan Sulawesi. Seiring dengan tekanan yang terus berlangsung akibat pergerakan dari arah timur tersebut, pergerakan ini akhirnya menghasilkan gerakan di sepanjang retakan tersebut dan akhirnya terbentuklah sebuah sesar. Arti sesar sendiri secara simple adalah retakan di kulit bumi dimana sdh ada pergerakan di sepanjang retakan tsb.

    Pada sesar besar, umumnya sesar tidak hanya terdiri dari satu garis lurus, tetapi merupakan kumpulan beberapa sesar sejajar yang berdekatan dan membentuk suatu zona sesar yang panjang. Ini juga yang terjadi di Sesar Matano. Di Sorowako, area di antara sesar-sesar yang sejajar tersebut membentuk lembah besar dan dalam, berupa Danau Matanao. Lembah ini terbentuk dari dua sesar sejajar yang memanjang di sepanjang kedua sisi utara dan sisi selatan Danau Matano.

    Gempa pada dasarnya adalah release dari akumulasi gaya tekan yang ada di pada sesar tersebut. Saat gaya tekan tidak bisa ditahan lagi, batuan di sepanjang retakan akan bergerak dan gerakan ini disertai getaran yg disebut dg gempa bumi. Ini seperti jika kita punya penggaris mika tipis lalu kita tahan satu sisi dan kita dorong sisi kedua ke arah sisi pertama. Saat penggaris mika tadi tidak kuat lagi utk menahan gaya tekan akibat dorongan ygbterjadi terus menerus, pada akhirnya penggaris akan patah dan bergetar seperti halnya gempa bumi. Mungkin itu ilustrasi yg mudah soal bgmn gempa terjadi.

    Khusus untuk Sesar Matano, ada kemungkinan dua sesar di sepanjang pantai sisi utara dan sisi selatan danau Matano ikut bergerak saat gempa, itulah kenapa kota Sorowako sering ikut merasakan gempa, meskipun pusat gempa bisa jadi jauh dari kota Sorowako. Daerah yg ada di sepanjang pantai Danau Matano bisa jd jg akan mengalami getaran yg lebih besar dibanding daerah yg lain di sebalah utara atau selatannya. Semakin dekat ke jalur sesar, intensitas getaran biasanya semakin besar. Maka di seputar Sorowako, semakin dekat ke danau, intensitas getaran yg dirasakan kemungkinan jg akan semakin besar.

    Akhirnya, gempa itu fenomena alam biasa, bukan untuk ditakuti, tetapi untuk dikenali. Gempa tidak bisa dihindari, tetapi potensi resiko terhadap nyawa dan harta benda bisa dikurangi/dimitigasi. Bagi yang terbiasa bekerja di tambang, kita terbiasa dengan aturan safety untuk meminimalisir resiko. Sehari-hari pekerja tambang bekerja untuk meminimalisir resiko supaya tetap selamat saat pulang kerja. Seperti itu jugalah cara bersahabat dengan gempa. Behaviour seperti inilah yg membuat negara maju spt Jepang mengembangkan teknologi bangunan tahan gempa. Mereka jg mengajari anak-anak mereka sejak kecil utk tahu apa yg harus dilakukan saat ada gempa . Sehingga meski dilanda gempa besar berkali-kali, jml korban jiwanya relatif sedikit. Intinya adalah kenali resiko, lakukan langkah-langkah mitigasi. Dan tentu saja jangan lupa selalu berdoa. Bukankah manusia itu memang diwajibkan utk selalu berdoa & berusaha?

    (Biro Media IAGI)
    gempa_matano_ft2
    Konfigurasi sesar aktif Palu Koro – Matano – Lawanopodi Sulawesi bagian tengah (Parkinson & Dooley, 1996)