Javascript anda tidak aktif!
Silahkan aktifkan javascript pada browser anda untuk mengakses website kami, atau ikuti timeline kami atau like halaman facebook kami.
  • Monthly Archives: August 2017

    Hiking Seru Geosaintis Muda di Gunung Guntur

    Jakarta, 22 Agustus 2017, Forum Geosaintis Muda Indonesia (FGMI) mempunyai tugas yang cukup berat untuk menjaga regenerasi professional muda dan senior lulusan geologi/geofisika. Industri ekstraktif yang saat ini tengah lesu, membuat banyak lulusan geologi/geofisika yang bekerja di luar disiplin ilmunya.  IAGI mempunyai student chapter yang dinamai SM-IAGI.  Untuk menopang IAGI, maka perlu dilakukan kolaborasi antara FGMI dan SM-IAGI, menjembatani hal tersebut beberapa pengurus FGMI berinisiatif untuk melakukan kegiatan outdoor yang digemari anak muda. Kegiatan outdoor yang dipilih berupa kegiatan pendakian gunung, sekaligus bisa sambil belajar tentang vulkanologi.

    Rencana awalnya kegiatan pendakian ini dilakukan pada tanggal 17 Agustus 2017 berbarengan dengan perayaan  kemerdekaan Indonesia yang ke 72, tetapi  mengingat biasanya banyak yang melakukan pendakian pada tanggal 17 Agustus, akhirnya di putuskan untuk melakukan kegiatan pendakian  pada tanggal 19 Agustus 2017. Gunung Guntur terpilih sebagai lokasi pendakian kali ini,  karena aksesnya mudah dan tidak terlalu jauh dari Jakarta. Gunung Guntur berada di wilayah kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

    Gunung Guntur memiliki puncak tertinggi 2249 mdpl. Gunung Guntur tidak berdiri sendiri sebagai kerucut tunggal, yang mana di bagian puncaknya dicirikan dengan adanya kerucut-kerucut tua bekas titik erupsi yang merupakan satu kelompok besar Gunung Guntur. Setelah erupsi terakhir pada tahun 1847, berupa aliran lava dan lontaran piroklastik, Gunung Guntur sudah sekitar 162 tahun belum mengalami erupsi lagi (http://pvmbg.geologi.esdm.go.id).

    Ajakan fun hiking ini ditanggapi positif oleh teman-teman SM-IAGI dan FGMI, total 11 orang yang mengikuti pendakian ini. Mahasiswa dari Universitas Indonesia ada 2 orang, Universitas Pakuan Bogor 5 orang, Ketua SM-IAGI Universitas Islam Riau, Zulhikmah yang kebetulan baru melakukan kerja praktek di LIPI Bandung juga mengikuti kegiatan ini. Ketua FGMI korwil Bandung, Agata Vanessa, juga turut meramaikan acara ini bersama pengurus korwil Bandung Setyo Wahyu. Ketua umum FGMI, Nurcholis, yang memang mempunyai hobi hiking, turut juga meramaikan pendakian ini.  Delapan  orang berangkat hari Jumat tanggal 18 Agustus dari terminal Kampung Rambutan menggunakan bus ke terminal Guntur, dan tiga (3) orang berangkat dari Bandung menggunakan sepeda motor ke basecamp Citiis.

    fgmi_hiking ft1

    Foto bersama di basecamp pendakian Gunung Guntur

    fgmi_hiking ft2

    Briefing dan doa bersama sebelum pendakian

    Pendakian dimulai dari basecamp G. Guntur yang terletak di Pesawahan, Tarogong Kaler, Garut pukul 09.00 WIB diawali dengan doa bersama dan mendapat briefing dari ketua RT setempat.  Trek yang dilalui sampai pos 1 adalah jalanan datar dengan sedikit berpasir, dalam perjalanan ke pos 1 ini kita menemukan adanya lokasi  pertambangan pasir. Menuju pos 2 jalanan cukup terjal dan berbatu, sampai akhirnya kita menemukan curug Citiis sebagai penanda telah tiba di pos 2. Sebelum melanjutkan perjalanan ke pos 3 sebagai tempat mendirikan tenda, kita istirahat sejenak sambil mengobrol dengan pendaki lainnya. Perjalanan dilanjutkan sampai kita tiba di pos 3 sekitar pukul 13.00 WIB. Setibanya di pos 3 kami langsung mencari tempat yang datar untuk mendirikan tenda dan memutuskan untuk menginap disini.

    fgmi_hiking ft3

    Mendirikan 4 tenda di pos 3

    Ketersediaan air di pos 3 ini, sangat cukup mengingat di pos 3 ini terdapat air terjun yang sangat jernih airnya sehingga untuk keperluan memasak dan lainnya cukup mengambil dari air terjun. Cuaca mulai berkabut di sore hari, sehingga puncak Gunung Guntur tidak terlihat. Kegiatan dilanjutkan dengan istirahat, kemudian memasak nasi sambil foto-foto. Keesokan harinya (20 Agustus) awalnya kita berencana untuk menuju puncak pada  pukul 04.00 WIB, sambil menunggu matahari terbit, namun karena cuaca dini hari yang sangat berkabut mengurungkan niat kita untuk langsung menuju puncak. Kita menunggu cuaca sedikit berawan, baru kita melanjutkan perjalanan ke puncak pada pukul 09.00 WIB.  Perjalanan ke puncak cukup melelahkan karena jalanan yang didominasi kerikil dan pasir serta kemiringan lerengnya yang sangat terjal. Akhirnya rombongan tiba di puncak 2 sekitar pukul 13.00 WIB. Di puncak 2 Gunung Guntur, terdapat pilar dari geodesi ITB sebagai penanda lokasi dan ketinggian Gunung Guntur adalah 2249 mdpl. Selain itu, kita juga menemukan lubang-lubang kecil yang mengeluarkan gas dan panas, walaupun tidak berbau belerang,  hal ini menandakan bahwa pergerakan magma di bawah Gunung Guntur masih aktif.

    fgmi_hiking ft4

    Kondisi puncak yang berkabut

    Nurcholis

    Ketua FGMI

    KUNJUNGAN PP-IAGI KE LEMIGAS

    Jakarta, 21 Agustus 2017. PP-IAGI bertemu dengan jajaran pimpinan Lemigas dalam rangka menjajagi kerja sama antar institusi (IAGI – Lemigas). Di tengah melesunya industri migas termasuk sektor eksplorasinya, kerjasama dua institusi ini bisa menjadi penting.

    Komite Eksplorasi Nasional (KEN) yang sudah dibubarkan selama ini dikenal memiliki rekomendasi sangat bagus mengenai eksplorasi nasional. Sebagian rekomendasi KEN kemungkinan bisa diimplentasikan oleh Lemigas bekerja sama dengan IAGI-ISPG, seperti misalnya update peta cekungan migas Indonesia dengan menggunakan data terbaru.

    Peluang lain juga dijajagi seperti penyiapan dan kompilasi data-data laporan eksplorasi migas dari berbagai sumber untuk menyusun strategi eksplorasi selanjutnya, dan lain-lain.

    Hadir pada pertemuan ini Kepala Balitbang ESDM “Lemigas” (FX Suliyastoto), juga Panuju, Ketua IAGI (Sukmandaru Prihatmoko), Kabid Kebijakan Publik IAGI (Singgih Widagdo), FOSI-IAGI (Herman Darman), Ketua MGEI (Arif Zardi), dan Staff Sekretariat (Cindi Kamelina). Hasil pertemuan ini perlu ditindak-lanjuti agar menjadi sesuatu yang riil dan bermanfaat bagi bangsa Indonesia. Satu hal penting disepakati adalah bahwa Lemigas siap menyediakan ruangan untuk dipakai sebagai Sekretariat IAGI di masa datang (Biro Media IAGI).

    IAGI_lemigas_ft1

    Foto bersama usai pertemuan. Ki-ka: Panuju (Lemigas), Herman Darman (FOSI-IAGI), Sukmandaru Prihatmoko (Ketua IAGI), FX Suliyastoto (Kepala Balitbang ESDM Lemigas), Arif Zardi (Ketua MGEI), Cindi Kamelina (Sekretariat IAGI), Singgih Widagdo (Kabid Kebijakan Publik IAGI)

    IAGI_lemigas_ft2

    Pertemuan IAGI – Balitbang ESDM Lemigas

    mosaic 2days ft3

    MOZAIC PERJALANAN 2 HARI: SMELTER TEMBAGA GRESIK DAN LUMPUR SIDOARJO

    Surabaya, 11-12 Agustus 2017. Walaupun tugas geolog pada sekuen pengelolaan sumberdaya kebumian lebih banyak berada di bagian hulu (eksplorasi), namun pemahaman bagian hilir termasuk pemrosesan bijih/ konsentrat tembaga sangat diperlukan. Kunjungan PP-IAGI ke fasilitas smelter tembaga PT Smelting Indonesia (11 Agustus 2017) dimaksudkan untuk itu. Pernak-pernik proses peleburan dan pemurnian konsentrat tembaga yg sebagian besar dari tambang PT Freeport Indonesia di Papua dijelaskan dan ditunjukkan secara transparan oleh PT Smelting Indonesia. Termasuk pula bentuk produk akhir berupa katoda tembaga, serta sisa lumpur anoda dikemanakan. Produk akhir dari pemrosesan adalah katoda tembaga, asam sulfat, terak tembaga, gipsum dan lumpur anoda. Yang menarik adalah produk asam sulfat lansung dialirkan melalui pipa saluran ke pabrik pupuk yang lokasinya bersebelahan dengan PT Smelting.

    Lumpur Sidoarjo (Lusi) masih menyisakan masalah sejak meletus pada 2006. Kunjungan PP-IAGI ke kantor PPLS (Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo) disambut sangat baik oleh Kepala PPLS dan jajarannya. Rencana menjadikan Lusi sebagai geopark didorong lagi pada pertemuan tersebut. Ini akan menjadi kerja besar semua pihak, bagaimana mendayagunakan Lusi untuk kemanfaatan bersama. Pada 12 Agustus, tim juga mengunjungi lokasi Lusi dan spot-spot menarik lain (geosite) dalam rangka persiapan pengorganisasian “field trip” terkait dengan acara JCM (IAGI-HAGI-IAFMI-IATMI) akhir September nanti.

    Dua perjalanan tersebut menjadi agenda PP-IAGI selama 2 hari terakhir. Tim IAGI terdiri dari PP-IAGI (Sukmandaru Prihatmoko), Pengda Jatim (Handoko Teguh Wibowo, Soffian Hadi, Hendra) MGEI (Arif Zardi Dahlius), MAGI (Heryadi Rachmat). Terima kasih disampaikan kepada Kepala PPLS (Dwi Sugiyanto) dan jajarannya serta PT Smelting Indonesia (Bouman Sembiring). (Biro Media IAGI)

    mosaic 2days ft1
    Pertemuan dengan Kepala PPLS dan jajarannya

    mosaic 2days ft2
    Foto bersama dengan PPLS

    mosaic 2days ft3
    Momento dari IAGI untuk PPLS

    mosaic 2days ft4
    “Di atas” Lusi

    mosaic 2days ft5
    Di depan museum “embryo” Geopark Lusi

    mosaic 2days ft5a
    Di etalase PT Smelting Indonesia

    mosaic 2days ft6
    Produk akhir berupa katoda tembaga

    mosaic 2days ft7
    Peleburan tembaga

    Inisiasi Geopark Banten 20170808 ft2

    INISIASI GEOPARK BANTEN

    Serang, 8 Agustus 2017. Keunikan dan keragaman kondisi geologi wilayah Banten dapat dijadikan modal dasar untuk mengusulkannya menjadi “geopark”. Topik ini dibahas pada pertemuan Dinas ESDM Propinsi Banten dengan para pegiat geowisata dari berbagai latar belakang di kantor Dinas ESDM Banten pagi tadi.

    Pertemuan yang dibuka oleh Kepala Dinas ESDM, Eko Palmadi, mewakili Gubernur Banten, dihadiri oleh pakar geowisata Badan Geologi, Heryadi Rachmat (yang juga mewakili Masyarakat Geowisata Indonesia), Oki Oktariadi, Aris Kusworo, serta Ketua Umum IAGI (Sukmandaru Prihatmoko), Prodi Geologi, Univ. Indonesia (Reza), Prodi Geologi Univ Trisakti (Edi) dan aktivist Swa UI. Wilayah Banten secara geologi mewarisi kunikan keragaman tersendiri mulai dari produk volkanik/ magmatismenya, berseraknya “silicified wood” di beberapa formasi batuan, bentang alam eksotis, hingga peninggalan pengusahaan tambang tua (Cikotok). Itu semua semestinya dapat dikelola menjadi obyek geowisata (geosite) dengan tujuan edukasi, konservasi sekaligus pengusahaan keekonomian lokal.

    Secara umum pada pertemuan ini disepakati paling tidak ada 4 geo-area yang perlu digarap, yaitu Bayah, Ujung Kulon, Rawadano dan Pulau Sangiang. Masing-masing ditengarai memiliki kekhasan geologi, walaupun masih perlu kajian mendalam. Satu catatan khusus diberikan untuk keberadaan “silicified wood” sebagai salah satu obyek andalan bagi embryo Geopark Banten. (Biro Media IAGI)

    Inisiasi Geopark Banten 20170808 ft1
    Pemaparan inisiasi Geopark Banten oleh Heryadi Rachmat (BG/ MAGI-IAGI)

    Inisiasi Geopark Banten 20170808 ft2
    Foto bersama “inisiator” Geopark Banten

    Inisiasi Geopark Banten 20170808 ft3
    Pak Heryadi Rachmat (BG/ MAGI-IAGI) “in action”