<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)</title>
	<atom:link href="http://www.iagi.or.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.iagi.or.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Apr 2012 10:56:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>IAGI Usulkan Majalengka jadi Sentra Pertumbuhan</title>
		<link>http://www.iagi.or.id/iagi-usulkan-majalengka-jadi-sentra-pertumbuhan.html</link>
		<comments>http://www.iagi.or.id/iagi-usulkan-majalengka-jadi-sentra-pertumbuhan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Apr 2012 10:17:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>-Admin-</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Press Release IAGI]]></category>
		<category><![CDATA[centra pertumbuhan ekonomi baru]]></category>
		<category><![CDATA[Majalengka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.iagi.or.id/?p=232</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta-(22/04). Kepadatan penduduk di wilayah Jabotabek sudah terlampau tinggi, sehingga kebutuhan terhadap air bersih makin sulit dipenuhi. Untuk itu perlu dicari daerah yang bisa menjadi sentra pemukiman dan pertumbuhan baru. Salah satu daerah yang secara tatageolgi memungkinkan adalah Majalengka. ‘’Majalengka kami usulkan jadi sentra pertumbuhan karena dilihat dari geologi tata lingkungan merupaan wilayah yang cocok [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta-(22/04). Kepadatan penduduk di wilayah Jabotabek sudah terlampau tinggi, sehingga kebutuhan terhadap air bersih makin sulit dipenuhi. Untuk itu perlu dicari daerah yang bisa menjadi sentra pemukiman dan pertumbuhan baru. Salah satu daerah yang secara tatageolgi memungkinkan adalah Majalengka.</p>
<p>‘<em>’Majalengka kami usulkan jadi sentra pertumbuhan karena dilihat dari geologi tata lingkungan merupaan wilayah yang cocok untuk menjadi pusat pertumbuhan</em>,’’ kata Ketua Umum Ikatan Ahli Geologi Indonesia Rovicky Dwi Putrohari di Jakarta, Senin 22 April 2012.</p>
<p>Dari sisi kajian geologis, daya dukung wilayah Majalengka positif. Ketersediaan air bersih misalnya, tidak perlu dikhawatirkan. Risiko banjir minimal. Intrusi air laut sebagaimana Jakarta dan kota di pesisir utara, tidak akan. Majalengka juga relatif steril dari kemungkinan amblesan tanah. ‘<em>’Semua aspek sensitif perkotaan yang terkait dengan aspek kebumian, relative aman di Majelengka</em>,’’ ujar Rovicky.</p>
<div id="attachment_233" class="wp-caption aligncenter" style="width: 609px"><a href="http://www.iagi.or.id/wp-content/uploads/2012/04/PetaKepadatanPendudukJawaBarat.jpg"><img class=" wp-image-233  " src="http://www.iagi.or.id/wp-content/uploads/2012/04/PetaKepadatanPendudukJawaBarat.jpg" alt="" width="599" height="426" /></a><p class="wp-caption-text">Peta Kepadatan Penduduk Jawa Barat dan Sekitarnya</p></div>
<p>Dari sisi ekonomi, Majalengka masih cukup dekat dengan Jakarta, sehingga lalulintas ekonomi dengan pusat ekonomi di Jakarta masih dalam jangkauan yang layak. Jarak Majalengka-Jakarta yang 250 km bisa dihubungkan dengan jalaur kereta api dan juga jalur tol, sehingga hanya butuh waktu 2,5 jam perjalanan. Fasilitas bandara dapat dibangun di dekat kota mandiri tersebut, untuk mengurangi beban Bandara Soekarno-Hatta, Infrastruktur di bagian selatan Jawa Barat akan memicu potensi geowisata dengan keindahan pantai laut selatan, <em>The Great Southern Ocean Road</em>.</p>
<p>Selain daerah seputar Majalengka,  IAGI melihat beban pemukiman pada sedimen kuarter (sedimen muda/lunak) di bagian utara Pulau Jawa sudah dalam kondisi rentan, oleh sebab itu IAGI mendesak Pemerintah Republik Indonesia agar mulai membuka pengembangan daerah di bagian selatan pulau Jawa, utamanya Jawa Barat bagian selatan dan Jawa Timur bagian selatan.</p>
<p>‘<em>’Pemerintah seyogyanya meningkatkan infrastruktur yang lebih baik, sehingga pertumbuhan di bagian selatan pulau Jawa dapat terpacu. Infrstruktur yang baik juga akan memudahkan sistem evakuasi jika terjadi bencana</em>,’’ kata Rovicky.</p>
<p>Menurut Rovicky, planet bumi akan mengalami tekanan ledakan penduduk yang luar biasa pada wilayah wilayah pertumbuhan. Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) sudah mengingatkan bahwa nanti tahun 2050 penduduk Indonesia meningkat 38 persen dari total populasi sekarang. Penduduk penduduk perkotaan di Indonesia ini akan bertambah 92 juta jiwa pada 2050.Pada saat yang sama, kebutuhan air bersih terus meningkat karena ledakan penduduk.</p>
<p>Indonesia mempunyai pusat pertumbuhan sebagian besar adalah daerah kota pantai dan pesisir yang sebagian bertumpu pada sedimen sedimen kuarter. Lihat Banda Aceh, Medan, Palembang, Pekanbaru, Padang, Bengkulu, Jakarta, Cirebon, Tegal, Semarang, Surabaya, Makasar, Manado, Ambon, Jayapura, Kupang, Samarinda, Kendari. ‘<em>’Dilihat dari kacamata geologi khususnya geohidrologi, kota-kota tersebut rawan akan ketersediaan air bersih buat masyartakat</em>.’’</p>
<p>Pengembangan sentra pertumbuhan ekonomi baru sudah semestinya memperhatikan aspek-aspek kegeologikan termasuk didalamnya pemanfaatan sumberdaya alam, mitigasi, dan konservasi pemeliharaan daya dukung lahannya. Terkait dengan masalah ini, IAGI bekerja sama dengan Pusat studi kebumian, Bencana dan perubahan Iklim LPPM ITS Surabaya dan Dinas Energi Sumberdaya Mineral Provinsi Jawa Timur (ESDM) telah mengadakan acara Workshop dengan tema “Selamatkan Air Sekarang”, pada hari ini (Senin 23 April 2012) di ITS`Surabaya. Seminar ini diisi oleh Prof Dr Lambok Hutasoit (ahli geohidrologi ITB).</p>
<div>
<p style="text-align: right"><em>Press release ini dibuat sehubungan dengan peringatan Hari Bumi 22 April 2012</em></p>
<p>Ikatan Ahli Geologi Indonesia<br />
Presiden / Ketua Umum<br />
Rovicky Dwi Putrohari<br />
Mobile phone : 08159120363</p>
<p>Dr. Ir. Amien Widodo<br />
Ahli tata guna air ITS (Institut Tehnologi Sepuluh November, Surabaya)<br />
Mobile phone : 08121780246</p>
<p>Ir Agus Hendratno MSc<br />
Ahli Geologi dan Lingkungan (Universitas Gadjah Mada)<br />
Mobile phone : 08156868523</p>
<p>Ir Aris Setyawan Msc<br />
Staff Khusus IAGI<br />
Mobile Phone : 081319178423</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.iagi.or.id/iagi-usulkan-majalengka-jadi-sentra-pertumbuhan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sandi Stratigrafi Indonesia (1996 revisi 1973) &#8211; Perlukah ditinjau ulang ?</title>
		<link>http://www.iagi.or.id/sandi-stratigrafi-indonesia-1996-revisi-1973-perlukah-ditinjau-ulang.html</link>
		<comments>http://www.iagi.or.id/sandi-stratigrafi-indonesia-1996-revisi-1973-perlukah-ditinjau-ulang.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Apr 2012 06:23:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>-Admin-</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita ke Anggota]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.iagi.or.id/?p=219</guid>
		<description><![CDATA[Para anggota IAGI yth, Sehubungan dengan kemajuan ilmu pengetahuan geologi, konsep baru serta data baru dan kemajuan tehnologi, IAGI sebagai satu-satunya organisasi kegeologian di Indonesia memiliki kewajiban dalam membuat penyeragaman konsepsi keilmuan geologi. Sandi Stratigrafi Indonesia sebagai salah satu konsepsi aturan pembagian batuan secara bersistem disertai tatanannya supaya pembahasan stratigrafi di Indonesia menjadi lebih jelas, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_221" class="wp-caption alignright" style="width: 205px"><a href="http://www.iagi.or.id/wp-content/uploads/2012/04/Sandi-Stratigrafi-Indonesia-1996.pdf"><img class="size-medium wp-image-221  " src="http://www.iagi.or.id/wp-content/uploads/2012/04/SSI_1996-195x300.jpg" alt="Mengunduh Sandi Stratigrafi Indonesia 1996" width="195" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Sandi Stratigrafi Indonesia 1996</p></div>
<p>Para anggota IAGI yth,</p>
<p>Sehubungan dengan kemajuan ilmu pengetahuan geologi, konsep baru serta data baru dan kemajuan tehnologi, IAGI sebagai satu-satunya organisasi kegeologian di Indonesia memiliki kewajiban dalam membuat penyeragaman konsepsi keilmuan geologi.</p>
<p>Sandi Stratigrafi Indonesia sebagai salah satu konsepsi aturan pembagian batuan secara bersistem disertai tatanannya supaya pembahasan stratigrafi di Indonesia menjadi lebih jelas, mudah dimengerti dan diterapkan dalam berbagai bidang pekerjaan kegeologian. Saat ini Sandi Stratigrafi Indonesia yang berlaku adalah SSI yang dibuat tahun 1973 dan diperbaharui (direvisi) tahun 1996.</p>
<p>Perkembangan terakhir ilmu geologi yang sudah dimasukkan dalam aturan sandi ini adalah perkembangan sikuen stratigrafi, pembagian satuan yang sudah diakomodir dalam SSI diantaranya :</p>
<ul>
<li>SATUAN LITOSTRATIGRAFI</li>
<li>SATUAN STRATIGRAFI GUNUNGAPI</li>
<li>SATUAN BIOSTRATIGRAFI</li>
<li>SATUAN SIKUENSTRATIGRAFI</li>
<li>SATUAN KRONOSTRATIGRAFI</li>
<li>Serta PEMBAGIAN GEOKRONOLOGI</li>
</ul>
<p>Dalam era dijital tahun 2000an ini, sudah mulai banyak diterapkan pembuatan peta satuan batuan yang menggunakan Sistem Informasi Geografi (SIG) atau Geographic Information System (GIS), dimana didalamnya mengandung informasi geologi yang masuk dalam sebuah peta dijital. Selain itu Badan Geologi (ESDM) saat ini sedang mengerjakan proyek besar yaitu pemetaan geologi bersistem skala 1:50 000. Pemetaan ini tentunya tidak akan lepas dari penggunaan Sandi Startigrafi sebagai acuan dalam pemetaan.</p>
<p>Untuk itu perlu sekali kita melihat ulang apakah Sandi Stratigrafi Indonesia yang saat ini masih dapat dipakai, atau memerlukan pengembangan sesuai dengan kemajuan keimuan. Momentum pemetaan geologi bersistem oleh Badan Geologi ini dapat dimanfaatkan dalam peninjauan ulang Sandi Stratigrafi Indonesia sehingga dapat langsung diterapkan.</p>
<p>Kepada para ahli stratigrafi di lingkungan anggota IAGI, kami menginginkan input serta pendapat untuk keperluan diatas. Saat ini PP IAGI sudah mempersiapkan format dijital dari Sandi Stratigrafi Indonesia yang dapat diunduh disini :</p>
<p><a title="Sandi Stratigrafi Indonesia 1996" href="http://www.iagi.or.id/wp-content/uploads/2012/04/Sandi-Stratigrafi-Indonesia-1996.pdf" target="_blank">Sandi Stratigrafi Indonesia 1996</a> (silahkan klik disini)</p>
<div>Apabila nantinya diperlukan revisi atau peninjauan ulang dari SSI ini, PP IAGI bersama Badan Geologi akan membentuk Komisi Sandi Stratigrafi. </div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.iagi.or.id/sandi-stratigrafi-indonesia-1996-revisi-1973-perlukah-ditinjau-ulang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Miskoordinasi Pemerintah Perparah Sumberdaya Air</title>
		<link>http://www.iagi.or.id/miskoordinasi-pemerintah-perparah-sumberdaya-air.html</link>
		<comments>http://www.iagi.or.id/miskoordinasi-pemerintah-perparah-sumberdaya-air.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Mar 2012 09:13:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>-Admin-</dc:creator>
				<category><![CDATA[Press Release IAGI]]></category>
		<category><![CDATA[hari air sedua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.iagi.or.id/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[PRESS RELEASE IAGI Sehubungan dengan hari air sedunia Miskoordinasi Pemerintah Perparah Sumberdaya Air Jakarta-22 Maret 2012- Indonesia merupakan negara yang kaya dengan sumber air, tetapi yang terjadi justru Indonesia kekurangan air bersih. Pengelolaan sumberdaya air yang tidak professional yang menyebabkan kondisi tersebut. ‘’Miskoordinasi antara pemerintah, baik pusat dan daerah ataupun antardaerah menjadi penyebab semakin parahnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center" align="center"><strong><span style="text-decoration: underline"><a href="http://www.iagi.or.id/wp-content/uploads/2012/03/IAGI-Kop.jpg"><img class=" wp-image-212 aligncenter" src="http://www.iagi.or.id/wp-content/uploads/2012/03/IAGI-Kop.jpg" alt="" width="653" height="157" /></a></span></strong></p>
<h3 align="center"><strong><span style="text-decoration: underline">PRESS RELEASE IAGI</span></strong><strong><br />
</strong><strong>Sehubungan dengan hari air sedunia</strong><strong></strong></h3>
<h1 align="center"><strong><span style="text-decoration: underline">Miskoordinasi Pemerintah Perparah Sumberdaya Air</span></strong></h1>
<p><a href="http://www.iagi.or.id/wp-content/uploads/2012/03/WWDay2012.jpg"><img class=" wp-image-209 alignright" src="http://www.iagi.or.id/wp-content/uploads/2012/03/WWDay2012.jpg" alt="" width="266" height="238" /></a>Jakarta-22 Maret 2012-</p>
<p>Indonesia merupakan negara yang kaya dengan sumber air, tetapi yang terjadi justru Indonesia kekurangan air bersih. Pengelolaan sumberdaya air yang tidak professional yang menyebabkan kondisi tersebut.</p>
<p>‘’Miskoordinasi antara pemerintah, baik pusat dan daerah ataupun antardaerah menjadi penyebab semakin parahnya sumberdaya air bersih,’’ kata Ketua Umum Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Rovicky Dwi Putrohari dalam siaran persnya dalam menyambut hari air dunia yang jatuh pada 22 Maret di Jakarta, Kamis (22/3/12).</p>
<p>Dalam berbagai kasus, kata Rovicky, daerah tangkapan hujan berbeda pemerintahan dengan daerah yang memanfaatkan air. Disitu sering terjadi ketidaksepahaman sehingga yang terjadi saling lempar tanggungjawab. Pemerintah pusat semestinya menjalankan kekuasaannya untuk melakukan koordinasi agar masalah seperti itu bisa diatasi dengan baik ketersediaan air bersih bagi masyarakat.</p>
<p>IAGI sebagaimana dikatakan Rovicky, mengkhawatirkan terjadinya kelangkaan air bersih secara massal. Karena semakin banyak jumlah penduduk semakin banyak kebutuhan terhadap air bersih. Apalagi hampir semua daerah perkotaan merupakan daerah landai yang bukan merupakan daerah tangkapan air yang tentu saja kebutuhan air tanahnya sangat tergantung daerah terdekatnya yang bertopografi tinggi.</p>
<p>Untuk itu, tataguna lahan didaerah tangkapan air di perbukitan dan pegunungan terdekat dengan perkotaan ini harus dijaga secara terus menerus sehingga tingkat suplai air tanahnya tidak terganggu. ‘’Jika tidak dilakukan penataan, daerah tangkapan air akan gundul, sehingga daerah perkotaan yang di dataran rendah akan makin kesulitan memperoleh air,’’ katanya.</p>
<p>Terkait dengan penggundulan ini, menurut ahli tataair dari Institut Teknologi Surabaya (ITS), Amien Widodo, terjadi karena Pemerintah tidak tegas terhadap pengalihan lahan, misalnya yang semula hutan lindung menjadi daerah wisata. Akibatnya hutan yang ada harus ditebang. Pemeirntah juga abai terhadap penggundulan hutan sebagaimana yang terjadi pada peralihan dari Orde Baru ke periode Reformasi pada 1998 dimana terjadi  pembabatan hutan oleh rakyat dan pengusaha secara masif.</p>
<p>Perilaku lain yg juga menyebabkan terjadinya kelangkaan air bersih, menurut Amien adalah pengambilan air tanah yg tidak proporsional, baik untuk industri maupun pertanian. Di kawasan hulu tidak ada penambahan air yg meresap, di bagian tengah  terjadi pengambilan berlebih maka di kawasan pantai air tanah akan tercemar air laut karena  intrusi air laut. ‘’Kawasan yg terintrusi air laut  akan semakin luas kalau kita tidak melakukan aksi,’’ katanya.</p>
<p>Semestinya, Indonesia yang memilik curah hujan rata-rata tahunan mencapai 2.779 mm tidak perlu kekurangan air bersih. Tapi sayangnya menurut data Deptan, dari seluruh curah hujan itu, hanya 270 mm (34 persen) saja yang tersimpan di dalam tanah menjadi air. Sisanya, sekitar 66 persen menjadi air limpasan permukaan (run off) yang sebagian besar mengakibatkan bencana seperti banjir.</p>
<p>Untuk itu, sebagaimana juga tema Hari Air Dunia yang jatuh pada 22 Maret ini, Amien mengusulkan agar segera menetapkan Ketahanan Air sebagaimana Ketahanan Energi dan Ketahanan Pangan. Dengan posisi tersebut, maka problematika air bisa diprioritaskan dalam rencana pembangunan ke depan. ‘’Air harus diselamatkan untuk masa depan Indonesia,’’ kata Amien.@</p>
<div> </div>
<p><em>Press release ini dibuat dalam rangka hari air sedunia yang jatuh pada tanggal 22 Maret 2012.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ikatan Ahli Geologi Indonesia<br />
Presiden / Ketua Umum</p>
<p>Rovicky Dwi Putrohari<br />
Mobile phone : 08159120363 </p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dr. Ir. Amien Widodo<br />
Ahli tata guna air ITS (Institut Tehnologi Sepuluh November, Surabaya)<br />
Mobile phone : 08121780246</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.iagi.or.id/miskoordinasi-pemerintah-perparah-sumberdaya-air.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SELAMATKAN AIR SEKARANG</title>
		<link>http://www.iagi.or.id/selamatkan-air-sekarang.html</link>
		<comments>http://www.iagi.or.id/selamatkan-air-sekarang.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Feb 2012 08:11:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>-Admin-</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[iagi poster]]></category>
		<category><![CDATA[selamatkan air]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.iagi.or.id/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[ Air yang kita pakai untuk makan dan minum; wudlu danMCK berasal dari sungai, Surabaya dari K Brantas. Kuantitas dan kualitas air yang mengalir sangat tergantung dengan perilaku masyarakat yang bermukim di hulu sungai (kawasan resapan dan kawasan mata air). Kita secara EKOLOGIS merupakan saudara dan saling tergantung. Saat ini saudara kita yang bermukim di hulu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> Air yang kita pakai untuk makan dan minum; wudlu danMCK berasal dari sungai, Surabaya dari K Brantas. Kuantitas dan kualitas air yang mengalir sangat tergantung dengan perilaku masyarakat yang bermukim di hulu sungai (kawasan resapan dan kawasan mata air).</p>
<p>Kita secara EKOLOGIS merupakan saudara dan saling tergantung. Saat ini saudara kita yang bermukim di hulu sungai sebagian besar kekurangan dalam berbagai hal termasuk miskin imu pengetahuan ekologis. Mereka melakukan segalanya untuk memenuhi kebutuhannya termasuk menebang hutan dan menjual kayunya. merekka idak tahu kalau mereka menebang bisa mempengaruhi sungai di bawahnya. Kita sebagai saudara bisa melakukan banyak aktivitas untuk memberi/meningkatkan pengatahuan saudara ita yang bermukim di kawasan hulu ini dan bisa memberi arahan teknologi meningkatkan panen buah-buahan tanaman keras serta kita bisa membeli hasil bumi (buah-buahan) secara terus menerus. Kita perlakukan saudara kita di kawasan hulu sungai sebagai saudara/kerabat/partner/kawanFakta : beberapa tahun terakhir sudah terjadi kekeringan hampir di seluruh Indonesia pada bulan September &#8211; Oktober dan uang milyaran sudah dikeluarkan untuk mengatasi kekeringan itu. Padahal kita tahu bahwa bulan September &#8211; Oktober memang musim kemarau dan selama ini kita bisa melaluinya tanpa bencana kekeringan. Ini tanda bahwa air yg meresap dan tersimpan di dalam tanah sedikit atau tidak ada. Di beberapa daerah sudah mulai kehilangan mata air atau jumlah mata air berkurang atau debit mata air mengecil SEHINGGA BANYAK SUNGAI TIDAK BERAIR LAGI</p>
<p>Pada kenyataanya pembabatan hutan juga menyebabkan berkurangnya tanah karena terjadi peningkatan erosi dan longsor sehingga akan terjadi pengurangan tebal tanah yang menutupi pegunungan. Andai ini tidak segera dicegah maka tanah penutup akan habis sehingga gunung akan berubah menjadi gunung batu yang tidak akan bisa ditanami.</p>
<p>Ancaman kekeringan yang akan diikuti kebakaran hutan, erosi, longsor, banjir bandang, banjir dan angin puting beliung serta sangat mungkin serangan hewan karena terganggu habitatnya di pegunungan. Bahkan ketika kawasan gunung jadi permukiman, air septik tank dan got akan meresap ke air tanah.</p>
<p>Kita sebagai masyarakat bisa masuk memberi saran teknis kepada Presiden/Gubernur/Bupai/ Walikota agar segera menetapkan KAWASAN RESAPAN MUTLAK (tidaka ada hunian sama sekali), KAWASAN RESAPAN TERBATAS dengan sedikit hunian (pedesaan), KAWASAN RESAPAN TERBATAS KETAT dengan hunian permukiman modern dengan keharusan membangun air limbah komunal, dan usulan lain secepatnya.</p>
<p>Selamatkan hutan di pegunungan, selamatkan air, selamatkan tanah, selamatkan ekosistem dan selamatkan umat manusia.</p>
<p style="text-align: center"><a href="http://www.iagi.or.id/wp-content/uploads/2012/02/Selamatkan_Air.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-196" src="http://www.iagi.or.id/wp-content/uploads/2012/02/Selamatkan_Air.jpg" alt="" width="605" height="806" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.iagi.or.id/selamatkan-air-sekarang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IAGI PENGDA JABAR-BANT​EN SUMBANG PANEL GEOLOGI DI GUA BELANDA, BANDUNG</title>
		<link>http://www.iagi.or.id/iagi-pengda-jabar-bant%e2%80%8ben-sumbang-panel-geologi-di-gua-belanda-bandung.html</link>
		<comments>http://www.iagi.or.id/iagi-pengda-jabar-bant%e2%80%8ben-sumbang-panel-geologi-di-gua-belanda-bandung.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Feb 2012 05:31:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>-Admin-</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[gua belanda]]></category>
		<category><![CDATA[panel geologi]]></category>
		<category><![CDATA[pengda IAGI Jabar-Banten]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.iagi.or.id/?p=183</guid>
		<description><![CDATA[Senen 20 Februari 2012, Dr. Ade Djumarma, Ketua Pengda IAGI Jabar-Banten, meresmikan dan sekaligus menyerahkan papan panel berlogo IAGI kepada pengurus Kawasan Wisata Taman Hutan Rakyat -TAHURA di Dago Pakar, Bandung . Papan panel tersebut yang berisi penjelasan tentang sejarah bebatuan di kawasan Bandung Utara diletakkan di pintu masuk utama Gua Belanda. Tahun lalu, Gua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Senen 20 Februari 2012, Dr. Ade Djumarma, Ketua Pengda IAGI Jabar-Banten, meresmikan dan sekaligus menyerahkan papan panel berlogo IAGI kepada pengurus Kawasan Wisata Taman Hutan Rakyat -TAHURA di Dago Pakar, Bandung . Papan panel tersebut yang berisi penjelasan tentang sejarah bebatuan di kawasan Bandung Utara diletakkan di pintu masuk utama Gua Belanda. Tahun lalu, Gua Belanda ini dikunjungi oleh sekitar 15.000 an wisatawan dan diharapkan dengan adanya papan panel tersebut maka jumlah pengunjung akan meningkat di masa mendatang . Perlu ditambahkan bahwa dalam acara Gowes Bareng IA- Teknik Geologi ITB pada 18 Desember 2011 yang lalu , rombongan yang turun dari G. Tangkuban Perahu menuju Kampus ITB sempat singgah di Gua Belanda ini.</p>
<div id="attachment_185" class="wp-caption aligncenter" style="width: 449px"><a href="http://www.iagi.or.id/wp-content/uploads/2012/02/image008.jpg"><img class="size-full wp-image-185" src="http://www.iagi.or.id/wp-content/uploads/2012/02/image008.jpg" alt="" width="439" height="287" /></a><p class="wp-caption-text">Dr. Ade Djumarma menjelaskan tentang sejarah letusan Gunung Api Sunda</p></div>
<p>Acara serah terimanya sendiri berlangsung sederhana, dihadiri oleh Direktur dan Staf TAHURA, wartawan ( PR,Tempo dll ), Staf Badan Geologi , KRCB ( diwakili T. Bachtiar dan mang Okim yang merangkap juga sebagai anggota IAGI ), dan lain-lain. Dalam rangkaian acara tersebut, Dr. Ade Djumarma menjelaskan tentang maksud dan tujuan pemasangan papan panel tersebut . Selain dari itu, disinggung juga sejarah geologi kawasan Bandung Utara meliputi antara lain Sesar Lembang dan sejarah letutan Gunung Api Sunda berikut jenis bebatuan yang dihasilkan, yang dapat dilihat langsung di sekitar Gua Belanda seperti antara lain batuan Ignimbrite &#8211; batuan gunung api yang terbawa awan panas sekitar 105 ribu tahun lalu, batuan lava, batuan bom dan piroklastik , dan juga ropy lava yang oleh pengurus TAHURA disebut sebagai batu batik.</p>
<div id="attachment_186" class="wp-caption aligncenter" style="width: 438px"><a href="http://www.iagi.or.id/wp-content/uploads/2012/02/image010.jpg"><img class="size-full wp-image-186" src="http://www.iagi.or.id/wp-content/uploads/2012/02/image010.jpg" alt="" width="428" height="253" /></a><p class="wp-caption-text">Dr. Ade Djumarma menyerahkan secara resmi papan panel kepada Direktur Taman Hutan Rakyat ( Tahura ), Bapak Imam Santoso ( 20 Feb. 2012 ). Perhatikan logo IAGI - Badan Geologi - dan Tahura</p></div>
<p>Mengenai Gua Belanda tersebut yang dibangun oleh Kolonial Belanda pada tahun 1914 dengan tujuan pertama sebagai terowongan PLTA, fungsinya kemudian beralih sesuai dengan situasi kondisi saat itu, antara lain sebagai stasiun radio telekomunikasi Belanda tahun 1941, depot logistik, ruang tahanan, gudang mesiu, dan lain sebagainya. Lorong-lorong dan ruangannya banyak dengan bekas-bekas jaringan listrik dan rel kereta / lori. Bagi rekan-rekan yang liburan ke Bandung, sangat dianjurkan untuk meninjau Gua Belanda ini yang terletak tidak jauh dari Gua Jepang.</p>
<div id="attachment_187" class="wp-caption aligncenter" style="width: 440px"><a href="http://www.iagi.or.id/wp-content/uploads/2012/02/image012.jpg"><img class="size-full wp-image-187" src="http://www.iagi.or.id/wp-content/uploads/2012/02/image012.jpg" alt="" width="430" height="276" /></a><p class="wp-caption-text">Direktur Tahura Bapak Imam Santoso, dengan dasi koboy obsidian berlogo IAGI, diabadikan di depan pintu keluar Gua Belanda,</p></div>
<h3>Langkah besar IAGI Pengda Jabar – Banten</h3>
<p>Sumbangan papan panel dari IAGI Pengda Jabar-Banten tersebut yang menurut Dr. Ade Djumarma dapat terlaksana berkat kerjasama dan dukungan dari Badan Geologi, konon akan dilanjutkan dengan sumbangan serupa di 5 lokasi pariwisata lainnya yaitu di Situs Gua Pawon, Kawah Putih / G. Patuha , G. Papandayan, G. Galunggung, dan Geyser Cisolok. Kalau hal ini benar-benar terlaksana maka langkah dan terobosan IAGI Pengda Jabar – Banten ini patut diapresiasi dan diacungi jempol mengingat hal itu sejalan dengan salah satu program PP IAGI dan kita semua yaitu memasyarakatkan ilmu geologi dalam rangka meningkatkan pengertian dan kecintaan masyarakat akan bangunan-bangunan geologi yang diwariskan oleh alam.</p>
<p>Sehubungan dengan hal di atas maka mang Okim sebagai anggota IAGI langsung memberikan apresiasi berupa dasi koboy obsidian berlogo IAGI kepada Dr. Ade Djumarma dan Bapak Imam Santoso, Direktur TAHURA ( semoga Pak Ketum dan rekan-rekan tidak keberatan ya ). Sebagai penutup , mang Okim berharap , semoga langkah besar yang dicontohkan oleh IAGI Pengda Jabar – Banten ini dapat menular ke Pengda-Pengda IAGI lainnya di Indonesia. Amiin.</p>
<div id="attachment_184" class="wp-caption aligncenter" style="width: 443px"><a href="http://www.iagi.or.id/wp-content/uploads/2012/02/image007.jpg"><img class="size-full wp-image-184 " src="http://www.iagi.or.id/wp-content/uploads/2012/02/image007.jpg" alt="" width="433" height="249" /></a><p class="wp-caption-text">Dr. Ade Djumarma, Ketua IAGI Pengda Jabar-Banten memberikan penjelasan tentang makna gambar-gambar yang tertera di papan panel. ( Senen, 20 Februari 2012 )</p></div>
<p><a href="http://www.iagi.or.id/wp-content/uploads/2012/02/image014.jpg"><img class="size-full wp-image-188 alignright" src="http://www.iagi.or.id/wp-content/uploads/2012/02/image014.jpg" alt="" width="449" height="258" /></a></p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: left"> </div>
<p class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: left">Group Gowes IA-GL-ITB singgah di Gua Belanda yang menembus endapan ignimbrit hasil letusan Gunjung Api Sunda sekitar 105.000 tahun yl. ( Foto Iman Santoso, 18 Desember 2011)</p>
<h3 class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: left">Apresiasi PP-IAGI</h3>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: left">Pengurus Pusat IAGI, Rovicky Dwi Putrohari, memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas inisiatip dan hasil kegiatan Pengda IAGI Jabar-Banten ini. Kegiatan ini merupakan salah satu langkah kongkrit IAGI dalam sosialisasi ilmu kebumian kepada masyarakat.</div>
<div class="mceTemp mceIEcenter"> </div>
<div class="mceTemp mceIEcenter"> </div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.iagi.or.id/iagi-pengda-jabar-bant%e2%80%8ben-sumbang-panel-geologi-di-gua-belanda-bandung.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Skeptis dan budaya riset</title>
		<link>http://www.iagi.or.id/skeptis-dan-budaya-riset.html</link>
		<comments>http://www.iagi.or.id/skeptis-dan-budaya-riset.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Feb 2012 01:05:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>-Admin-</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[iagi]]></category>
		<category><![CDATA[riset]]></category>
		<category><![CDATA[skeptis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.iagi.or.id/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[Skeptis itu memang bawaannya seorang saintist. Sains itu diawali dengan keraguan bukan semangat dan keyakinan. Jadi kalau ada yg sekptis pada sesuatu penemuan bukan berarti yang bersangkutan menolak. Secara mudah orang skeptis itu baru akan mengikuti atau menyetujui adanya hipotesa baru bila dia sudah menemukan evidence. Tanpa evidence kok sudah meyakini sebuah penemuan baru hanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<p>Skeptis itu memang bawaannya seorang saintist. Sains itu diawali dengan keraguan bukan semangat dan keyakinan. Jadi kalau ada yg sekptis pada sesuatu penemuan bukan berarti yang bersangkutan menolak. Secara mudah orang skeptis itu baru akan mengikuti atau menyetujui adanya hipotesa baru bila dia sudah menemukan <em>evidence</em>. Tanpa <em>evidence </em>kok sudah meyakini sebuah penemuan baru hanya karena ditemukan si anu yg terkenal berarti itu taklid buta &#8230;.  Sains ndak mengenal hal taklid seperti itu. Banyak saintis bergelar doktor yg tidak sepaham dengan promotornya &#8230;.</p>
<p>Dalam perkembangannya sains itu juga tidak ada loncatan besar yang datangnya <em>&#8220;ujug-ujug mak pluk&#8221;.</em></p>
<p>Mohon maaf saja &#8230;. Sains itu jalannya <em>thimik-thimik</em>, bukan berlari kencang. Mirip langkah siput, seperti proses evolusi, pelan tapi pasti.</p>
<p><strong>Keingintahuan</strong>.</p>
<p>Budaya riset di Indonesia dikatakan menurun oleh beberapa peneliti di Indonesia. Keinginan untuk melakukan riset yang dikatakan menurun itu bukan karena sikap skeptis &#8216;<em>researcher</em>&#8216;, tetapi mungkin ini justru kekelirian orang yang mengaku saintis yang pesimistis pada hasil yg akan diperoleh. Saintis murni melakukan penelitian seringkali bukan karena tujuan tertentu, tapi karena keingintahuan.Rasa ingin tahu ini yang mesti dimiliki oleh seorang periset sejati. Lingkungan yg mendorong rasa ingin tahu ini yang perlu ditumbuh kembangkan.</p>
<p>Ketiadaan rasa ingin tahu bukan berarti pesimis atau skeptis <em>loo</em>. Bisa saja penemuan bagus menjadi tidak menarik karena kemasan atau pengungkapan yang rumit. Archimides menjelaskan teorinya dengan &#8216;berlari-lari telanjang, eureka &#8230; eureka !&#8217; Newton menjelaskan gravitasi dengan kejatuhan buah apel. Jelaskanlah dengan bahasa awam. Saat ini dengan mudah kita mengerti mengapa kapal dari besi yang beratnya ratusan ton dapat terapung karena &#8216;ketelanjangan&#8217; Archimides.</p>
<p><strong>Penemuan besar sering tidak disadari oleh penemunya.</strong></p>
<p>Yang penting menurut saya, seorang peneliti sejati seringkali tidak memperdulikan dampak dari temuannya &#8230; Sikapnya adalah &#8220;<em>persistent</em>&#8221; dalam bahasa mudahnya &#8220;<strong>tekun</strong>&#8221; dalam melakukan riset. Jangan membayangkan atau memikirkan hasilnya akan menggelegar. Kebanyakan penemuan besar didunia tidak disadari oleh penemunya. Jadi kalau anda telah menemukan sesuatu, jangan punya harapan anda akan mendapatkan hasilnya secara instant. No. No &#8230;. Bukan seperti itu &#8220;<em>reward</em>&#8221; atau penghargaan yang diperoleh oleh seorang penemu sejati. Ketika nanti manusia menyadari, barulah &#8220;<em>nama</em>&#8221; anda akan dikenal dan &#8220;<em>dikenang</em>&#8220;. Syukur-syukur didoakan, ilmu dan penemuan yang bermanfaat adalah sebuah amal jariah.</p>
<p>Kalau anda menemukan sesuatu, <em>ikhlas </em>saja dengan apa yg ditemukan. Memang kalau diamati, hanya penemuan yg hasil temuannya diteliti terus secara berlanjut yang bermanfaat. Jadi satu hal lain yang penting adalah sikap dari si peneliti ketika mengemukakan hasil risetnya. Sikap &#8220;<em>low profile</em>&#8220;, <em>lembah manah</em>, sopan, membuat orang memberikan apresiasi atas penemuan dan kalau diteruskan maka penemuan itu menjadi sebuah ilmu yg bermanfaat. Yang seperti ditulis diatas, menjadi amal jariah.</p>
<p>Jadi,</p>
<p>Kalau anda merasa menemukan sesuatu, ungkapkan saja apa adanya sejujurnya. Duniapun sekarang tahu bahwa bukan Darwin yg menemukan teori evolusi, dia hanyalah mengembangkan, merapikan dan menuliskan, namun saat ini semua tahu bahwa Lamark juga Wallace lebih duluan mengemukakan ide evolusi yang fenomenal ini. Malah Darwin yg akhirnya dicaci oleh orang yg &#8220;<em>tersinggung</em>&#8221; karena penemuan teori evolusi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Rovicky Dwi Putrohari</p>
<p>Ketua Umum IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia)</p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.iagi.or.id/skeptis-dan-budaya-riset.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Running Text MetroTV dan TVOne : Himbauan pada anggota IAGI</title>
		<link>http://www.iagi.or.id/himbauan-pada-anggota-iagi.html</link>
		<comments>http://www.iagi.or.id/himbauan-pada-anggota-iagi.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Feb 2012 09:28:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>-Admin-</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[himbauan]]></category>
		<category><![CDATA[katastropik purba]]></category>
		<category><![CDATA[piramida]]></category>
		<category><![CDATA[Sadahurip]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.iagi.or.id/?p=175</guid>
		<description><![CDATA[Pagi-pagi saya disms Pak Awang H Satyana : AHS : &#8220;Slmt pagi p. Rovicky. Smalam di metro tv dan tv1 ada running text bhwa IAGI menyatakan sadahurip bukan piramida, tp tumpukan lava yg mengeras. Benarkah itu brdasarkan berita resmi IAGI dan sepengetahuan p. Rovicky? Tkasih.&#8221; RDP : &#8220;Bukan pernyataan PPIAGI. Mungkin Pengda Jabar. Selama ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi-pagi saya disms Pak Awang H Satyana :</p>
<ul>
<li><em>AHS : &#8220;Slmt pagi p. Rovicky. Smalam di metro tv dan tv1 ada running text bhwa IAGI menyatakan sadahurip bukan piramida, tp tumpukan lava yg mengeras. Benarkah itu brdasarkan berita resmi IAGI dan sepengetahuan p. Rovicky? Tkasih.&#8221;</em></li>
<li><em>RDP : &#8220;Bukan pernyataan PPIAGI. Mungkin Pengda Jabar. Selama ini PP IAGI tidak pernah memberi pernyataan apapun ttg hal itu.&#8221;</em></li>
<li><em>AHS : &#8221; P. Vicky, karena isunya mungkin sudah brskala nasional, bukan lg daerah, tak ada knsultasi dulu dg PP ya? Klihatannya ada bbrapa org yg ingin &#8216;memaksakan&#8217; pndapat pribadi/golongan ke publik tp mnggunakan legitimasi lembaga.&#8221;</em></li>
<li><em>RDP : Iya Pak Awang. Mungkin IAGI perlu membuat release ttg hal ini. Tapi hingga saat ini saya pribadi masih menganggap terlalu dini, perlu pengkajian riset utk menyatakan sesuatu. Namun akan saya bahas di rapat pleno sabtu besok. Btw, mnurut pak Awang apakah Sadahurip ini manmade dan ada bangunan tinggalan manusia didalamnya ?</em></li>
<li><em>AHS : &#8220;Sy setuju skali dg sikap IAGI spt yg dikemukakan p. Rovicky. Trlalu dini untuk mnntukan sikap/brkesimpulan, juga sy pikir akan susah mnengahi suatu prdebatan, bhkan ketika nnti riset sudah trkumpul banyak sebab slalu ada ruang intrpretasi dalam geologi maupun arkeologi. Sy pikir IAGI tak perlu release apa2 ttg sadahurip, biarkan aja anggota2nya saling brpndapat &amp; brdebat. Yg perlu diklarifikasi adalah pndapat2 &#8216;liar&#8217; yg mmakai nama IAGI, apa pun pandangannya, selama IAGI tak mrasa mngeluarkan release apa2. Buat sy, sadahurip sesuatu yg kompleks, tak sederhana shingga mudah disimpulkan. Kalau kita prcaya geolistrik, model &amp; intrpretasinya bisa ditafsirkan macam2 baik natural maupun manmade, tp tak mnunjukkan bahwa itu cinder cone spt blkangan mngemuka di milis, knapa bukan cindercone nnti sy tulis di milis. Ttg sadahurip, sy lebih mnyoroti fakta hilangnya sebelah punggungan lava baturahong yg lokasinya frontal thd sadahurip. Dr pnyelidikan lapangan dan brbagai analisis sy mnafsirkan massa yg hilang ini sbg area &#8216;bongkaran&#8217;, pnambangan batuan, skala masif, yg trjadi pada masa yg jauh dlm sejarah/prasejarah (masa ini sy tafsirkan dr wawancara dg pnduduk skitar yg mngatakan bhwa dlm sejarah yg trukur oleh mreka tak ada riwayat pnambangan di skitar sdhurip, artinya kalau ada pnambangan maka trjadi sblum ada pnduduk masa kini dan leluhurnya). Daerah bongkaran baturahong prnah ditafsirkan sbg amblesan sesar, ttapi sy tak mnemukan buktinya. Cekungan baturahong adalah manmade, sekian banyak batu yg digali itu lalu dipakai apa, nah ini yg putus, dan sy tak mau brspekulasi dipakai mmbangun piramida sdhurip. Andaipun iya, sy tak akan kesulitan membayangkan proses pmbangunannya, bisa sy jelaskan. Gunungpadang adalah bangunan prasejarah masif analognya,dan itu dibangun skitar 3000 SM. Demikian p. Vicky, smoga cukup mmberikan info. Salam.</em></li>
</ul>
<p>Dari sekelumit sms saya dengan Pak Awang saya kira kita (sebagai anggota IAGI di mailist ini) mesti tahu bagaimana media saat ini sering mengaduk-aduk persepsi, pedapat dan opini seseorang yang sering dikaitkan dengan opini institusinya. Seperti sebelumnya juga ada pernyataan bahwa penelitian ini juga dilakukan oleh ahli dari ITB dan UGM, namun kita tahu bahwa itu bukanlah penelitian dan bukan pernyataan resmi kelembagaan institusi ITB. Dan ITBpun tidak memberikan tanggapan apapun mengenai hal ini.</p>
<p>Demikian juga posisi PP-IAGI hingga kini. Anggotanya sedang melakukan penelitian yang berujung pada dua atau lebih pendapat yang berbeda-beda. Namun IAGI (PP-IAGI) tidak menyimpulkan apapun mengenai pengkajian ini.</p>
<p>Satu penjelasan saya selaku Ketua Umum PP-IAGI adalah, hingga kini PP-IAGI tidak memberikan pernyataan resmi secara keorganisasian mengenai pembicraan serta diskusi tentang Sadahurip dan piramida ini. Bahkan IAGI belum mendapatkan surat resmi dari siapapun juga mengenai hal ini. Demikian juga soal Gunung Padang yang sudah dinyatakan sebagai peninggalan arkeologis. IAGI juga tidak menerima surat dari organisasi profesi Arkeolog Indonesia mengenai hal ini.</p>
<h3>Himbauan pada anggota IAGI</h3>
<p>Di era kebebasan berbicara dan mengemukakan pendapat saat ini anggota IAGI bebas mengemukakan pendapatnya, se-&#8221;nyleneh&#8221; apapun opini dan pendapatnya itu semestinya disadari akan melekat pada pribadi masing-masing. IAGI sangat mendorong dilakukannya penelitian riset dan pengkajian sesuai dengan kaidah keilmuan. Oleh sebab itu dihimbau ketika berhubungan dengan media <strong>silahkan ditegaskan ulang bahwa yang diungkapkan opininya ini adalah opini pribadi, tidak mewakili institusi IAGI</strong> kepada penerima info atau pewawancara (media).</p>
<p>Secara mudah prosedur atau protokol dalam Ilmu komunikasi sebuah pernyataan resmi dapat dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut :</p>
<p>1. Diutarakan langsung oleh Pimpinan dalam forum dinamakan Konfrensi Pers dan disaksikan oleh pemirsa dan dicatat pewarta</p>
<p>2. Diutarakan tidak langsung oleh seorang jurubicara dalam forum dinamakan Konfrensi Pers disaksikan oleh pemirsa dan dicatat pewarta</p>
<p>3. Diutarakan secara tertulis , dengan Kop surat dan Nomor Surat dan ditandatangi oleh Pimpinan, atau Sekjen dan bukan Juru Bicara.</p>
<p>Penyataan yang keluar dari tidak melalui ketiga protokol diatas bukan merupakan pernyataan resmi walaupun di katakan sebagai pernyataan pribadi. (SMS, e-mail atau seseorang sambil jalan kemudian diwawancarai).</p>
<p>Sebagai anggota IAGI, kita belajar satu hal baru dalam dunia komunikasi media. Masyarakat Indonesia saat ini sangat haus dan sensitif terhadap sebuah issue atau berita. Perlu kehati-hatian dalam hal mengemukakan pendapat ini di media apapun (tulis, cetak ataupun media elektronik lainnya). Selain isi dari kajian saintifik yang dilakukan, perlu juga mengindahkan kaidah kesopanan dalam berdiskusi dan mengemukakan argumentasi. Untuk itu, juga perlu berhati-hati ketika menyinggung institusi resmi termasuk perusahaan, perorangan, juga pejabat maupun institusi resmi lainnya. Konsekuensi logis dari <strong>kebebasan</strong> berbicara (dan menulis) adalah <strong>tanggungjawab</strong>.</p>
<p>PPIAGI sedang menggodog (merencanakan) untuk mengadakan forum pemaparan/diskusi mengenai studi paleo katastropik, sebagai bagian dari usaha mitigasi. Dalam waktu dekat akan di infokan undangan forum diskusi ini.</p>
<p>Mari kita teruskan melakukan riset, studi, penelitian dan juga berdiskusi secara elegan dan bertanggung jawab.</p>
<p>Salam</p>
<p>Ketua Umum IAGI</p>
<p>Rovicky Dwi Putrohari</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.iagi.or.id/himbauan-pada-anggota-iagi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Benny N Wahyu &#8211; in memoriam</title>
		<link>http://www.iagi.or.id/benny-n-wahyu-in-memoriam.html</link>
		<comments>http://www.iagi.or.id/benny-n-wahyu-in-memoriam.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 07:14:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>-Admin-</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.iagi.or.id/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[Raga sang pelopor geologi eksplorasi dan pertambangan Indonesia telah bersemayam dengan tenang di tanah coklat nan basah di Kebon Pedes, Bogor tadi sore (Sabtu, 21 Jan 2012) sekitar jam 16.00. Diiringi doa tulus keluarga, kerabat dan kawan-kawan dekat, Insya Allah pak Benny Wahyu mendapatkan jalan yang lapang menuju ke haribaan Allah swt. Diampuni segala khilaf dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_168" class="wp-caption aligncenter" style="width: 490px"><a href="http://www.iagi.or.id/wp-content/uploads/2012/01/image002.png"><img class="size-full wp-image-168" src="http://www.iagi.or.id/wp-content/uploads/2012/01/image002.png" alt="" width="480" height="360" /></a><p class="wp-caption-text">Foto 1: pak Beni Wahyu muda sbg Project Geologist 1966 (berdiri paling kanan)</p></div>
<p style="text-align: left">Raga sang pelopor geologi eksplorasi dan pertambangan Indonesia telah bersemayam dengan tenang di tanah coklat nan basah di Kebon Pedes, Bogor tadi sore (Sabtu, 21 Jan 2012) sekitar jam 16.00. Diiringi doa tulus keluarga, kerabat dan kawan-kawan dekat, Insya Allah pak Benny Wahyu mendapatkan jalan yang lapang menuju ke haribaan Allah swt. Diampuni segala khilaf dan salahnya dan dilipat-gandakan pahala amal kebaikannya.</p>
<p>Masih segar dalam ingatan saya, dan juga rekan2 semua, ketika di acara Seminar on Sulawesi Mineral Resources (SMR) 2011 MGEI-IAGI di Manado (28 Nov 2011) pak Beni berbagi ceritera dihadapan sekitar 200 peserta seminar ttg lika-liku pengalaman seorang geologist muda sejak 1966 turut memelopori kegiatan eksplorasi nikel di Sulawesi yg akhirnya menjadi tambang Soroako INCO (sekarang Vale). Beni Wahyu muda satu dari sedikit geologist Indonesia saat itu berperanan besar dalam eksplorasi dan pengembangan tambang nikel Soroako. Masih terngiang jelas di telinga saya suara lantang pak Beni, walau kondisi kesehatannya nampak menurun, ketika di akhir presentasinya beliau menyatakan bahwa sukses eksplorasi adalah hasil usaha bersama team yang dengan tekun melakukan kerja lapangan. Ya…itu adalah kredit dari team geologi yg kompak dan solid bekerja, bukan merupakan kerja individu yang sendiri-sendiri (walau kita semua tahu bagaimana besar peran pak Beni di dalam team).</p>
<div id="attachment_169" class="wp-caption aligncenter" style="width: 485px"><a href="http://www.iagi.or.id/wp-content/uploads/2012/01/image007.jpg"><img class="size-full wp-image-169" src="http://www.iagi.or.id/wp-content/uploads/2012/01/image007.jpg" alt="" width="475" height="356" /></a><p class="wp-caption-text">Pak Beni sbg Dewan Penasehat MGEI, saat masih sehat bersama bbrp pengurus MGEI (2009)</p></div>
<p>Di JCM HAGI-IAGI Makasar, September 2011, dihadapan ratusan peserta JCM, kita menyaksikan IAGI menyampaikan penghargaan kepada pak Beni atas “Kepeloporannya dalam eksplorasi dan pengembangan tambang Soroako”. Di luar IAGI dan MGEI, kita juga selalu mendengar bagaimana pak Beni berkontribusi dan terlibat aktif dalam upaya perbaikan iklim pertambangan Indonesia baik melalui IMA, organisasi-organisasi lain, maupun secara individu. Kontribusi beliau terhadap dunia geologi ekaplorasi pertambangan tidak perlu diragukan lagi. Tak terhitung berapa banyak ahli geologi dan masyarakat Indonesia secara umum yg telah menikmati hasil dari iklim pertambangan yang baik.</p>
<p>Yang terasa menyentuh, di slide-slide terakhir presentasinya di acara SMR 2011 Manado, beliau menayangkan 10 pioner eksplorasi dan pengembangan tambang Soroako (campuran Indonesia dan expat – salah satunya adalah pak Beni), dan disebutkan dengan agak bergetar bahwa 5 di antaranya sudah meninggal. Dan pagi tadi pioneer ke 6 telah juga meninggalkan kita semua. Inna lilahi wa inna illaihi rojiun.</p>
<p>Hari ini (21 Jan 2012) kita, komunitas geologi eksplorasi (MGEI-IAGI), komunitas pertambangan dan Indonesia secara umum kehilangan salah satu putra terbaiknya. Tetapi kita yakin telah dan akan tumbuh Beni Wahyu – Beni Wahyu muda yang akan meneruskan jejak langkah perjuangan beliau untuk kebaikan Indonesia. Selamat jalan pak Beni, Insya Allah sumbangsih yg telah pak Beni berikan kepada bangsa Indonesia akan menjadi pelapang jalan pulang ke hadirat Allah swt.</p>
<div id="attachment_170" class="wp-caption aligncenter" style="width: 479px"><a href="http://www.iagi.or.id/wp-content/uploads/2012/01/image004.jpg"><img class="size-full wp-image-170" src="http://www.iagi.or.id/wp-content/uploads/2012/01/image004.jpg" alt="" width="469" height="323" /></a><p class="wp-caption-text">Foto Signing off PT INCO CoW 1968 (pak Beni dan Henry Harju)</p></div>
<p>Wassalam –</p>
<p>Daru<br />
(Ketua Umum MGEI &#8211; Staff Khusus PP IAGI)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.iagi.or.id/benny-n-wahyu-in-memoriam.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kontribusi Geologi untuk Perencanaan Wilayah</title>
		<link>http://www.iagi.or.id/kontribusi-geologi-untuk-perencanaan-wilayah.html</link>
		<comments>http://www.iagi.or.id/kontribusi-geologi-untuk-perencanaan-wilayah.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 00:01:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>-Admin-</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[merak]]></category>
		<category><![CDATA[tol]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.iagi.or.id/?p=163</guid>
		<description><![CDATA[Banjir karena meluapnya sungai Ciujung di Banten telah menyebabkan terendamnya jalan tol Jakarta-Merak yang telah melumpuhkan urat nadi perekonomian di Jawa bagian Barat, dan mengganggu arus transportasi darat dari dan ke Pulau Sumatra. Banjir yang termasuk dalam bencana metrohidrogeologis menjadi salah satu bencana yang harus dicarikan mitigasi dengan baik. IAGI berpendapat bahwa terjadinya banjir utamanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banjir karena meluapnya sungai Ciujung di Banten telah menyebabkan terendamnya jalan tol Jakarta-Merak yang telah melumpuhkan urat nadi perekonomian di Jawa bagian Barat, dan mengganggu arus transportasi darat dari dan ke Pulau Sumatra.</p>
<p>Banjir yang termasuk dalam bencana metrohidrogeologis menjadi salah satu bencana yang harus dicarikan mitigasi dengan baik. IAGI berpendapat bahwa terjadinya banjir utamanya karena tidak adanya perencanaan wilayah yang baik dengan memperhatikan kondisi geologi dan geografinya.</p>
<div id="attachment_164" class="wp-caption alignright" style="width: 406px">&#8220;]<a href="http://www.iagi.or.id/wp-content/uploads/2012/01/Jalan-Tol-Jakarta-Merak-Ditutup1.jpg"><img class=" wp-image-164 " src="http://www.iagi.or.id/wp-content/uploads/2012/01/Jalan-Tol-Jakarta-Merak-Ditutup1.jpg" alt="Sumber http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/Jalan-Tol-Jakarta-Merak-Ditutup.jpg" width="396" height="245" /></a><p class="wp-caption-text">(Sumber tribunnews.com)</p></div>
<p>Tanpa perencaan wilayah yang baik maka rentan terjadinya penggunaan wilayah yang tidak semestinya atau mengganggu lingkungan. Untuk itu, kajian-kajian Geologi Tata Lingkungan (<em>Environmental Geology</em>) perlu diperhatikan dan menjadi masukan utama dalam perencanaan suatu wilayah. Dengan demikian, perencaan wilayah akan dapat tertata peruntukan lahannya dengan tetap mempertahankan kelestarian lingkungan.</p>
<p>Sebagai contoh adalah penggunaan lahan di bantaran sungai sehingga menyebabkan meluapnya sungai di kala musim hujan. Secara geologi, sungai secara alami akan mengalami fase banjir, sehingga diperlukan bantaran sungai yang memadai sehingga luapan sungai tidak mengganggu. Bantaran sungai ini seharusnya tidak diperuntukkan untuk pemukiman atau industri, tetapi dapat didayagunakan sebagai ruang terbuka hijau.</p>
<p>Begitu juga untuk perencanaan wilayah pemukiman dan industri harus menyertakan program pembangunan drainase yang memadai sehingga aliran air dapat menjadi lancar dan tidak menyebabkan banjir.</p>
<p>Pemahaman ilmu geologi yang merupakan ilmu dasar juga perlu disosialisasikan pada masyarakat dengan baik. Ilmu geologi dapat membantu untuk pengusahaan ekstraksi sumber daya alam dan juga untuk mitigasi bencana alam dan hidrometrogeologi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.iagi.or.id/kontribusi-geologi-untuk-perencanaan-wilayah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kunjungan Perkenalan IAGI ke Wakil Menteri ESDM Widjajono</title>
		<link>http://www.iagi.or.id/kunjungan-perkenalan-iagi-ke-wakil-menteri-esdm-widjajono.html</link>
		<comments>http://www.iagi.or.id/kunjungan-perkenalan-iagi-ke-wakil-menteri-esdm-widjajono.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 04:00:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>-Admin-</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.iagi.or.id/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[Pada hari Rabu pagi, 11 Januari 2012, Pengurus Pusat IAGI mengadakan kunjungan perkenalan (courtesy visit) ke Wakil Menteri (Wamen) ESDM Widjajono Partowidagdo di kantornya di Jalan Merdeka Selatan. Acara pertemuan ramah-tamah sekaligus perkenalan ini dilaksanakan bersamaan dengan makan pagi bersama Pengurus Pusat IAGI yang dihadiri oleh Rovicky Dwi Putrohari (Ketua Umum/Presiden), Singgih Widagdo (Ketua Bidang Sumberdaya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada hari Rabu pagi, 11 Januari 2012, Pengurus Pusat IAGI mengadakan kunjungan perkenalan (<em>courtesy visit</em>) ke Wakil Menteri (Wamen) ESDM Widjajono Partowidagdo di kantornya di Jalan Merdeka Selatan.</p>
<p>Acara pertemuan ramah-tamah sekaligus perkenalan ini dilaksanakan bersamaan dengan makan pagi bersama Pengurus Pusat IAGI yang dihadiri oleh Rovicky Dwi Putrohari (Ketua Umum/Presiden), Singgih Widagdo (Ketua Bidang Sumberdaya Alam) dan Rahmadi Avianto (Bendahara). Dari ESDM dihadiri Bapak  Widjajono dan Bapak F.X. Stijastoto (Staff Ahli Menteri Bidang Investasi dan Produksi.</p>
<p><em>Brainstorming</em> serta saling bertukar informasi dan pemikiran ini berlangsung satu jam hingga pukul 09:30 ini mencatat beberapa kemungkinan melakukan kegiatan bersama anatara ESDM dan IAGI. Diantaranya untuk program sosialisasi kebumian (Ekstraksi, Mitigasi dan Konservasi).</p>
<div id="attachment_155" class="wp-caption aligncenter" style="width: 511px"><a href="http://www.iagi.or.id/wp-content/uploads/2012/01/IAGI-WAMEN-ESDM.jpg"><img class=" wp-image-155    " src="http://www.iagi.or.id/wp-content/uploads/2012/01/IAGI-WAMEN-ESDM.jpg" alt="" width="501" height="330" /></a><p class="wp-caption-text">Rahmadi Avianto (bendahara IAGI), Bapak Widjajono (Wamen ESDM), Rovicky Dwi Putrohari (Ketua Umum/Presiden IAGI), dan Singgih Widagdo (Ketua Bidang Sumberdaya alam PP-IAGI) 11 Jan 2012</p></div>
<p>Pihak IAGI telah mencatat beberapa program yang segera dapat disinergikan diantaranya sosialisasi serta diklat ke Pemda-pemda dalam hal pemanfaatan sumberdaya maupun kebencanaan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.iagi.or.id/kunjungan-perkenalan-iagi-ke-wakil-menteri-esdm-widjajono.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

