Javascript anda tidak aktif!
Silahkan aktifkan javascript pada browser anda untuk mengakses website kami, atau ikuti timeline kami atau like halaman facebook kami.
    • Senen 20 Februari 2012, Dr. Ade Djumarma, Ketua Pengda IAGI Jabar-Banten, meresmikan dan sekaligus menyerahkan papan panel berlogo IAGI kepada pengurus Kawasan Wisata Taman Hutan Rakyat -TAHURA di Dago Pakar, Bandung . Papan panel tersebut yang berisi penjelasan tentang sejarah bebatuan di kawasan Bandung Utara diletakkan di pintu masuk utama Gua Belanda. Tahun lalu, Gua Belanda ini dikunjungi oleh sekitar 15.000 an wisatawan dan diharapkan dengan adanya papan panel tersebut maka jumlah pengunjung akan meningkat di masa mendatang . Perlu ditambahkan bahwa dalam acara Gowes Bareng IA- Teknik Geologi ITB pada 18 Desember 2011 yang lalu , rombongan yang turun dari G. Tangkuban Perahu menuju Kampus ITB sempat singgah di Gua Belanda ini.

      Dr. Ade Djumarma menjelaskan tentang sejarah letusan Gunung Api Sunda

      Acara serah terimanya sendiri berlangsung sederhana, dihadiri oleh Direktur dan Staf TAHURA, wartawan ( PR,Tempo dll ), Staf Badan Geologi , KRCB ( diwakili T. Bachtiar dan mang Okim yang merangkap juga sebagai anggota IAGI ), dan lain-lain. Dalam rangkaian acara tersebut, Dr. Ade Djumarma menjelaskan tentang maksud dan tujuan pemasangan papan panel tersebut . Selain dari itu, disinggung juga sejarah geologi kawasan Bandung Utara meliputi antara lain Sesar Lembang dan sejarah letutan Gunung Api Sunda berikut jenis bebatuan yang dihasilkan, yang dapat dilihat langsung di sekitar Gua Belanda seperti antara lain batuan Ignimbrite – batuan gunung api yang terbawa awan panas sekitar 105 ribu tahun lalu, batuan lava, batuan bom dan piroklastik , dan juga ropy lava yang oleh pengurus TAHURA disebut sebagai batu batik.

      Dr. Ade Djumarma menyerahkan secara resmi papan panel kepada Direktur Taman Hutan Rakyat ( Tahura ), Bapak Imam Santoso ( 20 Feb. 2012 ). Perhatikan logo IAGI - Badan Geologi - dan Tahura

      Mengenai Gua Belanda tersebut yang dibangun oleh Kolonial Belanda pada tahun 1914 dengan tujuan pertama sebagai terowongan PLTA, fungsinya kemudian beralih sesuai dengan situasi kondisi saat itu, antara lain sebagai stasiun radio telekomunikasi Belanda tahun 1941, depot logistik, ruang tahanan, gudang mesiu, dan lain sebagainya. Lorong-lorong dan ruangannya banyak dengan bekas-bekas jaringan listrik dan rel kereta / lori. Bagi rekan-rekan yang liburan ke Bandung, sangat dianjurkan untuk meninjau Gua Belanda ini yang terletak tidak jauh dari Gua Jepang.

      Direktur Tahura Bapak Imam Santoso, dengan dasi koboy obsidian berlogo IAGI, diabadikan di depan pintu keluar Gua Belanda,

      Langkah besar IAGI Pengda Jabar – Banten

      Sumbangan papan panel dari IAGI Pengda Jabar-Banten tersebut yang menurut Dr. Ade Djumarma dapat terlaksana berkat kerjasama dan dukungan dari Badan Geologi, konon akan dilanjutkan dengan sumbangan serupa di 5 lokasi pariwisata lainnya yaitu di Situs Gua Pawon, Kawah Putih / G. Patuha , G. Papandayan, G. Galunggung, dan Geyser Cisolok. Kalau hal ini benar-benar terlaksana maka langkah dan terobosan IAGI Pengda Jabar – Banten ini patut diapresiasi dan diacungi jempol mengingat hal itu sejalan dengan salah satu program PP IAGI dan kita semua yaitu memasyarakatkan ilmu geologi dalam rangka meningkatkan pengertian dan kecintaan masyarakat akan bangunan-bangunan geologi yang diwariskan oleh alam.

      Sehubungan dengan hal di atas maka mang Okim sebagai anggota IAGI langsung memberikan apresiasi berupa dasi koboy obsidian berlogo IAGI kepada Dr. Ade Djumarma dan Bapak Imam Santoso, Direktur TAHURA ( semoga Pak Ketum dan rekan-rekan tidak keberatan ya ). Sebagai penutup , mang Okim berharap , semoga langkah besar yang dicontohkan oleh IAGI Pengda Jabar – Banten ini dapat menular ke Pengda-Pengda IAGI lainnya di Indonesia. Amiin.

      Dr. Ade Djumarma, Ketua IAGI Pengda Jabar-Banten memberikan penjelasan tentang makna gambar-gambar yang tertera di papan panel. ( Senen, 20 Februari 2012 )

       

      Group Gowes IA-GL-ITB singgah di Gua Belanda yang menembus endapan ignimbrit hasil letusan Gunjung Api Sunda sekitar 105.000 tahun yl. ( Foto Iman Santoso, 18 Desember 2011)

      Apresiasi PP-IAGI

      Pengurus Pusat IAGI, Rovicky Dwi Putrohari, memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas inisiatip dan hasil kegiatan Pengda IAGI Jabar-Banten ini. Kegiatan ini merupakan salah satu langkah kongkrit IAGI dalam sosialisasi ilmu kebumian kepada masyarakat.
       
       

      Comments

      comments

      Leave a Reply

      Your email address will not be published. Required fields are marked *

      You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>