Javascript anda tidak aktif!
Silahkan aktifkan javascript pada browser anda untuk mengakses website kami, atau ikuti timeline kami atau like halaman facebook kami.
    • “Membedah Potensi Sumber Daya Mineral Busur Sunda Timur dan Banda”

      Sejak 2009, MGEI mempunyai agenda rutin berupa Annual Convention dengan tema regional metallogeny atau mengkaji potensi sumber daya mineral dan batubara di setiap region/pulau. Konvensi tahunan pertama pada 2009 di Jakarta bertemakan Sumatera Metallogeny, lalu pada 2010 acara serupa dilaksanakan di Balikpapan dan membahas Kalimantan Coal and Mineral Resources (KCMR), serta pada 2011 kebagian Pulau Sulawesi yang diulas potensi mineralnya di Manado (SMR), maka pada 2012 kali ini diselenggarakan di Kota Malang, Jawa Timur pada 26-27 November 2012 dan mengambil tema Banda and Eastern Sunda Arc (BESA).

      Rangkaian acara dibuka dengan seremoni dan pidato oleh ketua panitia Arief Rachmansyah dan Ketua MGEI Sukmandaru Prihatmoko. Sesi teknikal yang pertama dimulai dengan topik pembahasan geologi regional Busur Sunda Timur (Lucas Donny – UGM) dan Busur Banda (Ade Kadarusman – Antam) serta kajian metallogeny-nya (Adi Maryono – Buena). Busur Sunda Timur dimulai dari Jawa, Bali, Lombok, dan Sumbawa, sedangkan Busur Banda terdiri dari jajaran pulau mulai dari Flores ke arah timur (Kepulauan Maluku). Batas antara kedua busur ini merupakan suatu diskontinuitas dari dua rezim geologi yang kontras berbeda.

      Sesi teknikal yang kedua sampai dengan ketujuh, membahas lebih detil aspek geologi ekonomi beberapa situs atau proyek mineralisasi logam, mulai dari ujung barat Pulau Jawa yaitu deposit emas-perak di Kerta, Banten sampai ke ujung timur Busur Banda yaitu deposit emas di Pulau Buru, Maluku. Total ada 17 presentasi teknis, termasuk satu presentasi tentang deposit batubara di Jawa (Chairul Nas – Trisakti) dan satu presentasi tentang Ertsberg (Lasito Subari – Freeport). Dua evening talk dibawakan oleh Wahyu Sunyoto – Freeport (berjudul Porphyry and Skarn Cu-Au Deposits and its Associated Cu-Au Bearing Intrusions of the Ertsberg District, Papua) dan Steve Garwin (berjudul Control to Mineralization and Exploration Vectors in Gold-Copper systems).

      Evening Talk bersama Steve Garwin

      Selain dihadiri oleh para praktisi profesional dan akademisi, acara ini juga dihadiri oleh para undangan dari siswa sekolah dan mahasiswa. Diadakan pula Student Paper Contest yang diikuti oleh 20 mahasiswa dari berbagai kampus dan dimenangkan oleh Fahmi Hakim – UGM dengan judul posternya Ore and Alteration Mineralogy of Muara Bungo Gold Prospect, Implication for Deposit Genesis.

      Di penghujung rangkaian acara, diadakan acara laporan pertanggungjawaban pengurus MGEI 2010-2012  yang disampaikan oleh Ketuanya, Sukmandaru Prihatmoko. Lalu diikuti oleh acara perhitungan suara pemilihan Ketua MGEI periode 2012-2014. Bronto Sutopo – Antam terpilih melalui proses pemungutan suara yang demokratis ini.

      Selain seminar, dalam rangkaian acara ini juga diadakan field trip ke Grassberg (Freeport), Batu Hijau (Newmont), dan Cibaliung (Antam).

      Busur Sunda Timur

      Potensi sumber daya mineral logam di Busur Sunda Timur ini didominasi oleh emas, perak, dan tembaga dengan dominan tipe deposit porphyry dan epithermal dan semuanya berasosiasi dengan jalur magmatik berumur Neogen.

      Dengan total sumber daya lebih dari 90 juta oz emas, 275 juta oz perak dan 60 milyar pounds tembaga, tidak salah kalau Busur Sunda Timur ini dikenal sebagai salah satu dari sabuk emas-tembaga terbaik di dunia (Maryono dkk., 2012). Discovery deposit besar tipe Cu-Au Porphyry terdapat di Banyuwangi (Jawa Timur), Lombok bagian selatan, dan Selogiri (Jawa Tengah). Sedangkan, tipe endapan epithermal dominan berada di Jawa bagian barat yaitu Kerta, Pongkor, dan Papandayan, serta beberapa situs di Sumbawa. Di sisi lain, masih terbuka untuk discovery deposit-deposit baru dengan pemahaman tentang evolusi jalur-jalur struktur-magmatik di busur ini.

      Selain target mayor, terbuka pula peluang untuk proyek inovatif berskala kecil seperti nano gold dan phytomining.

      Busur Banda

      Busur Banda, baik Busur Banda Dalam maupun Luar, masih dapat dikatakan menarik untuk eksplorasi mineral logam, dengan ditemukannya deposit emas di Pulau Buru dan Pulau Wetar serta deposit mangan di Timor. Dengan pemahaman akan tipe-tipe endapan yang unconventional, region ini masih sangat membuka peluang untuk dieksplorasi lebih lanjut dan sistematis.

       

      (diolah dari berbagai sumber)

      Comments

      comments